Samsung dan IKEA kembali membuat gebrakan di dunia smart home. Kali ini, kolaborasi tak terduga antara ekosistem SmartThings milik Samsung dengan perangkat rumah pintar IKEA membuka peluang baru bagi pengguna untuk mengintegrasikan berbagai perangkat dalam satu kontrol pusat. Yang menarik, integrasi ini bukan sekadar branding belaka, tapi hadir dengan fitur nyata yang bisa langsung dirasakan.
Namun, ada satu syarat penting yang wajib diketahui sebelum mulai menghubungkan semua perangkat. Syarat ini cukup krusial karena bisa jadi penentu apakah integrasi ini akan berjalan mulus atau malah bikin ribet.
Integrasi Resmi yang Bikin Hidup Lebih Mudah
Samsung SmartThings kini mendukung langsung perangkat rumah pintar dari IKEA. Artinya, pengguna bisa mengelola lampu hingga tirai otomatis IKEA lewat aplikasi SmartThings tanpa perlu bolak-balik antar aplikasi. Ini tentu kabar baik buat siapa pun yang ingin menjadikan rumah lebih cerdas tanpa ribet.
Yang lebih menarik lagi, integrasi ini memanfaatkan protokol Matter. Ini adalah standar komunikasi universal yang sedang digandrungi banyak produsen smart home. Tujuannya biar semua perangkat bisa saling bicara, meski beda merek.
1. Lampu dan Tirai Otomatis Bisa Diatur Sekaligus
Perangkat seperti lampu LED TRÅDFRI dan tirai otomatis dari IKEA kini muncul langsung di aplikasi SmartThings. Tak perlu lagi pakai aplikasi IKEA Home. Semua kontrol bisa dilakukan dari satu tempat.
Ini sangat membantu buat pengguna yang ingin tampilan rumahnya lebih rapi dan terintegrasi. Misalnya, saat mode “tidur” diaktifkan, lampu bisa otomatis redup dan tirai tertutup secara bersamaan.
2. Sensor Gerak Bisa Picu Aksi Lain
Sensor gerak dari IKEA juga bisa diintegrasikan untuk memicu aksi di perangkat Samsung. Misalnya, saat sensor mendeteksi gerakan di ruang tamu, maka TV Samsung bisa otomatis menyala dan lampu IKEA menyala perlahan.
Fitur ini sangat cocok untuk rumah dengan anggota keluarga lanjut usia atau anak-anak kecil yang butuh pencahayaan otomatis saat malam hari.
3. Kontrol Suara via Bixby Makin Praktis
Bagi pengguna Samsung yang sudah biasa pakai Bixby, kini bisa mengontrol perangkat IKEA lewat suara. Cukup ucapkan perintah seperti “Bixby, nyalakan lampu tidur”, maka lampu IKEA akan langsung merespons.
Ini mempermudah interaksi sehari-hari tanpa harus menyentuh layar atau mencari remote.
4. Sinkronisasi Scene untuk Pengalaman Lebih Imersif
SmartThings memungkinkan pengguna membuat “scene” atau skenario otomatis. Misalnya, mode “nonton film” bisa disetel agar lampu redup, tirai tertutup, dan TV Samsung langsung menyala.
Dengan adanya perangkat IKEA, scene ini bisa lebih lengkap dan personal. Tinggal atur sekali, sisanya otomatis.
Syarat Penting Sebelum Mulai Integrasi
Meski terdengar mudah, ada satu hal yang tidak boleh dilewatkan. Integrasi ini masih membutuhkan hub IKEA bernama DIRIGERA. Ya, meskipun perangkat IKEA bisa muncul di aplikasi SmartThings, tetap dibutuhkan jembatan agar komunikasi antarperangkat bisa berjalan lancar.
1. DIRIGERA Hub Harus Tetap Ada
Samsung belum menyediakan pengganti penuh untuk fungsi DIRIGERA. Artinya, pengguna tetap harus memiliki hub ini agar perangkat IKEA bisa berkomunikasi dengan SmartThings.
Hub ini bekerja sebagai mediator antara perangkat IKEA dan protokol Matter yang digunakan oleh SmartThings. Tanpa hub ini, perangkat IKEA tidak akan muncul di aplikasi Samsung.
2. Koneksi Melalui Protokol Matter
Protokol Matter memang solusi hebat untuk interoperabilitas. Tapi implementasinya masih butuh perangkat tengah, seperti hub. DIRIGERA adalah salah satunya.
Jadi, meski tujuan akhirnya adalah rumah pintar yang terintegrasi, kenyataannya masih butuh beberapa perangkat tambahan agar semua berjalan mulus.
Perbandingan Fungsi Sebelum dan Sesudah Integrasi
| Fungsi | Sebelum Integrasi | Setelah Integrasi |
|---|---|---|
| Kontrol Lampu | Via aplikasi IKEA Home | Via aplikasi SmartThings |
| Kontrol Tirai | Terpisah atau manual | Terintegrasi dengan scene dan sensor |
| Sensor Gerak | Hanya untuk perangkat IKEA | Bisa memicu perangkat Samsung |
| Kontrol Suara | Tidak tersedia | Bisa via Bixby |
| Sinkronisasi Scene | Terbatas pada ekosistem IKEA | Dapat menggabungkan perangkat Samsung |
Tips Agar Integrasi Berjalan Lancar
1. Pastikan DIRIGERA Hub Terpasang dan Aktif
Tanpa hub ini, proses pairing tidak akan berjalan. Pastikan juga firmware-nya selalu up to date agar tidak ada kendala komunikasi.
2. Gunakan Aplikasi SmartThings Versi Terbaru
Samsung sering melakukan update untuk meningkatkan kompatibilitas. Jangan gunakan versi lama agar semua fitur bisa dimanfaatkan maksimal.
3. Periksa Koneksi Internet dan Wi-Fi
Karena semua kontrol dilakukan lewat cloud, pastikan jaringan internet stabil. Gangguan kecil bisa menyebabkan delay atau gagal koneksi.
4. Kelompokkan Perangkat Secara Logis
Gunakan fitur room atau zone di SmartThings untuk mengelompokkan perangkat berdasarkan lokasi. Ini akan mempermudah pengaturan scene dan otomasi.
Kelebihan dan Tantangan Integrasi Ini
Kelebihan utamanya tentu pada kemudahan kontrol dan fleksibilitas penggunaan. Pengguna bisa menggabungkan ekosistem yang berbeda tanpa harus mengganti semua perangkat. Ini juga membuka peluang untuk ekspansi perangkat rumah pintar ke depannya.
Namun, tantangannya ada pada ketergantungan terhadap dua hub berbeda. Bagi pengguna yang ingin rumahnya sepenuhnya satu ekosistem, ini bisa terasa kurang efisien. Tapi selama manfaatnya lebih besar daripada keribetannya, integrasi ini tetap layak dicoba.
Kesimpulan
Integrasi antara Samsung SmartThings dan perangkat IKEA membuktikan bahwa standar Matter mulai menunjukkan hasil konkret. Pengguna kini bisa menikmati fleksibilitas kontrol yang lebih luas tanpa harus terpaku pada satu merek.
Meski masih butuh DIRIGERA Hub, langkah ini adalah indikator positif menuju ekosistem smart home yang lebih terbuka dan inklusif. Bagi yang sudah punya perangkat IKEA dan Samsung, ini kesempatan bagus untuk menggabungkan semuanya dalam satu aplikasi.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini berdasarkan kondisi dan spesifikasi yang tersedia pada tanggal publikasi. Fitur, persyaratan, dan kompatibilitas dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.








