Alibaba Cloud resmi menjadi penyedia Infrastructure as a Service (IaaS) terbesar di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2025. Prestasi ini didukung oleh data dari laporan Gartner Market Share: IaaS, Worldwide, 2025 yang dirilis pada April 2026. Posisi Alibaba Cloud di puncak daftar ini menunjukkan betapa kuatnya pertumbuhan dan penerimaan layanan cloud di kawasan Asia.
Pangsa pasar Alibaba Cloud di Asia Pasifik mencapai 22,5% pada 2025, naik dari 20,8% di tahun sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan kepercayaan pelanggan yang semakin besar terhadap layanan cloud berbasis teknologi canggih yang ditawarkan perusahaan. Dengan infrastruktur yang dioptimalkan untuk kebutuhan AI, Alibaba Cloud berhasil memperkuat dominasinya di pasar IaaS.
Strategi Teknologi AI yang Menggerakkan Pertumbuhan
Salah satu faktor utama di balik kesuksesan Alibaba Cloud adalah pendekatan berbasis kecerdasan buatan. Dr. Li Feifei, Chief Technology Officer Alibaba Cloud, menyebut bahwa strategi AI Native dan Agent Native menjadi pendorong utama pertumbuhan. Pendekatan ini memungkinkan Alibaba Cloud untuk menyediakan layanan yang lebih efisien dan adaptif terhadap kebutuhan bisnis modern.
1. Fokus pada Infrastruktur AI
Alibaba Cloud terus mengembangkan infrastruktur yang dioptimalkan untuk beban kerja berbasis AI. Dengan meningkatnya permintaan akan solusi berbasis machine learning dan big data, Alibaba Cloud memastikan bahwa platform mereka siap mendukung berbagai kebutuhan perusahaan di Asia.
2. Investasi Jangka Panjang pada Data Center
Perusahaan juga melakukan investasi besar dalam pengembangan kapasitas data center. Langkah ini dilakukan sebelum permintaan benar-benar melonjak, sehingga Alibaba Cloud mampu melayani pelanggan dengan cepat dan efisien tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Dominasi Alibaba Cloud di Asia Tenggara
Pertumbuhan Alibaba Cloud tidak hanya terjadi di Tiongkok, tapi juga di berbagai negara Asia Tenggara. Berikut adalah posisi Alibaba Cloud di beberapa negara utama:
- Nomor 1 di Tiongkok Daratan
- Nomor 1 di Hong Kong
- Nomor 2 di Malaysia
- Nomor 2 di Indonesia
- Nomor 3 di Singapura
Di Singapura, Alibaba Cloud menjadi satu-satunya penyedia global yang mencatatkan pertumbuhan tahunan tiga digit. Ini menunjukkan bahwa Alibaba Cloud tidak hanya unggul dalam skala, tetapi juga dalam kecepatan adaptasi terhadap dinamika pasar lokal.
Posisi Alibaba Cloud di Pasar Global
Di kancah global, Alibaba Cloud menempati posisi keempat sebagai penyedia IaaS terbesar di dunia. Pangsa pasarnya meningkat dari 7,2% menjadi 7,7% pada 2025. Meski masih tertinggal dari pemimpin pasar seperti Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft Azure, pencapaian ini menunjukkan bahwa Alibaba Cloud terus mempercepat langkahnya di pasar internasional.
Faktor Pendorong Pertumbuhan IaaS Global
Menurut Gartner, pasar IaaS global bertambah sebesar US$45 miliar pada 2025 dengan laju pertumbuhan 24,3%. Lonjakan ini dipicu oleh beberapa faktor utama:
- Beban kerja AI-native
- Kebutuhan komputasi besar
- Penyimpanan data skala besar
- Keamanan digital perusahaan
- Regulasi dan kedaulatan data
Tren ini menunjukkan bahwa bisnis semakin bergantung pada infrastruktur cloud yang fleksibel dan andal. Alibaba Cloud berhasil memanfaatkan peluang ini dengan baik melalui strategi yang terfokus pada inovasi teknologi dan layanan pelanggan.
Perbandingan Pangsa Pasar IaaS Global 2025
Berikut adalah perbandingan pangsa pasar penyedia IaaS terbesar di dunia berdasarkan laporan Gartner 2025:
| Peringkat | Penyedia | Pangsa Pasar |
|---|---|---|
| 1 | Amazon Web Services (AWS) | 32% |
| 2 | Microsoft Azure | 23% |
| 3 | Google Cloud | 10% |
| 4 | Alibaba Cloud | 7.7% |
| 5 | IBM Cloud | 2.1% |
Data di atas menunjukkan bahwa meskipun Alibaba Cloud berada di posisi keempat, gap terhadap pemimpin pasar mulai menyempit. Ini membuktikan bahwa Alibaba Cloud bukan hanya kuat di Asia, tetapi juga memiliki potensi besar untuk terus berkembang secara global.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meskipun pencapaian Alibaba Cloud sangat mengesankan, tantangan di masa depan tetap ada. Persaingan di pasar IaaS semakin ketat, terutama dengan masuknya lebih banyak pemain global dan lokal yang menawarkan solusi inovatif.
Namun, Alibaba Cloud memiliki sejumlah keunggulan strategis:
- Infrastruktur yang kuat dan terdistribusi luas
- Fokus pada teknologi AI dan machine learning
- Kemitraan dengan berbagai perusahaan teknologi di Asia
- Kemampuan untuk menyesuaikan layanan dengan regulasi lokal
Dengan kombinasi ini, Alibaba Cloud punya peluang besar untuk mempertahankan posisinya bahkan melangkah lebih jauh di masa mendatang.
Kesimpulan
Alibaba Cloud berhasil mengukir prestasi luar biasa sebagai penyedia IaaS terbesar di Asia Pasifik 2025. Dengan pangsa pasar yang terus meningkat dan strategi berbasis AI, Alibaba Cloud menunjukkan bahwa mereka bukan hanya pemain besar di Asia, tetapi juga pesaing serius di kancah global.
Pertumbuhan pesat ini tidak terjadi begitu saja. Dibaliknya ada investasi besar, inovasi teknologi, dan komitmen terhadap layanan pelanggan yang berkualitas. Jika tren ini terus berlanjut, Alibaba Cloud bisa menjadi salah satu pemimpin pasar IaaS dunia dalam beberapa tahun ke depan.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersumber dari laporan Gartner Market Share: IaaS, Worldwide, 2025. Informasi dapat berubah seiring waktu dan kondisi pasar.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













