Drama panjang antara KRAFTON dan para pendiri developer Subnautica kembali jadi sorotan. Perselisihan yang sudah berlangsung lama ini kini mendapat keputusan dari pengadilan. Hasilnya? KRAFTON dianggap melanggar kesepakatan dan harus mengembalikan CEO Unknown Worlds, Ted Gill.
Perseteruan ini bermula dari ketegangan internal setelah KRAFTON memecat Ted Gill, Charlie Cleveland, dan Max McGuire. Ketiganya adalah co-founder dari Unknown Worlds, studio di balik game fenomenal Subnautica. Pemecatan ini dilakukan sekitar waktu yang bersamaan dengan penundaan peluncuran Subnautica 2 ke tahun 2026. Langkah itu langsung memicu reaksi keras dan gugatan hukum dari pihak developer.
Putusan Pengadilan: KRAFTON Bersalah
Pengadilan akhirnya mengeluarkan putusan terkait sengketa ini. Dalam keputusan yang dirilis melalui laporan media seperti Kotaku, KRAFTON dianggap melanggar perjanjian Equity Purchase Agreement (EPA). EPA ini merupakan bagian dari akuisisi senilai total 750 juta USD pada 2021, dengan bonus tambahan 250 juta USD jika game mencapai target tertentu.
1. Pemecatan Ted Gill Dinyatakan Tidak Sah
Salah satu poin utama dalam putusan adalah bahwa pemecatan Ted Gill sebagai CEO Unknown Worlds tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Hakim menyatakan bahwa KRAFTON tidak punya alasan sah untuk memecat Gill, apalagi mengambil alih kendali operasional studio secara sepihak.
2. KRAFTON Harus Kembalikan Akses Operasional
Selain itu, KRAFTON juga diperintahkan untuk tidak ikut campur dalam pengambilan keputusan operasional, khususnya terkait peluncuran Early Access Subnautica 2. Akses Gill ke sistem distribusi seperti Steam juga harus segera dipulihkan agar ia bisa menjalankan tugasnya secara penuh.
Akar Masalah: Bonus 250 Juta USD
Inti dari konflik ini terletak pada bonus 250 juta USD yang dijanjikan dalam kesepakatan akuisisi. Bonus ini akan cair jika game Subnautica 2 mencapai target tertentu dalam hal pendapatan dan performa. Namun, setelah pemecatan para pendiri, kemajuan proyek justru melambat, dan peluncuran ditunda.
3. Tuduhan dari Para Pendiri
Para pendiri Unknown Worlds menuduh bahwa KRAFTON sengaja memperlambat pengembangan Subnautica 2 agar tidak mencapai target bonus. Tuduhan ini menjadi salah satu alasan utama mereka menggugat ke pengadilan.
4. Penilaian Hakim terhadap Alasan KRAFTON
Hakim dalam putusan ini menyatakan bahwa alasan yang diberikan KRAFTON untuk membenarkan pemecatan adalah dalih yang dibuat setelah kejadian. Artinya, alasan tersebut tidak mencerminkan situasi sebenarnya saat keputusan pemecatan diambil.
Dampak Putusan terhadap Subnautica 2
Putusan ini tentu membawa angin segar bagi para penggemar Subnautica. Dengan kembalinya Ted Gill sebagai CEO, diharapkan pengembangan Subnautica 2 bisa kembali berjalan dengan visi yang jelas.
5. Potensi Percepatan Peluncuran
Dengan Gill kembali memimpin, ada kemungkinan besar bahwa penundaan peluncuran ke 2026 bisa direvisi. Penggemar pun bisa berharap bahwa Early Access akan segera hadir lebih awal dari yang dijadwalkan.
6. Transparansi dan Komunikasi yang Lebih Baik
Putusan pengadilan juga mendorong agar KRAFTON tidak ikut campur dalam pengambilan keputusan kreatif. Ini bisa membuka jalan bagi komunikasi yang lebih terbuka antara developer dan publisher, serta meningkatkan transparansi dalam proses pengembangan.
Reaksi dari Komunitas
Komunitas penggemar Subnautica bereaksi cukup positif terhadap putusan ini. Banyak yang menyambut baik kembalinya Ted Gill dan berharap bahwa kualitas game akan tetap terjaga.
7. Dukungan untuk Unknown Worlds
Para penggemar juga menunjukkan dukungan besar kepada Unknown Worlds dan para pendirinya. Mereka merasa bahwa visi kreatif dari tim developer inilah yang membuat Subnautica menjadi game yang unik dan mendalam.
8. Skeptis terhadap Peran KRAFTON
Sebaliknya, ada pihak yang tetap skeptis terhadap keterlibatan KRAFTON di masa depan. Mereka khawatir bahwa konflik ini bisa terulang jika tidak ada perubahan dalam struktur kerja dan komunikasi antara kedua belah pihak.
Kesimpulan
Putusan pengadilan ini menjadi titik balik penting dalam drama panjang antara KRAFTON dan Unknown Worlds. Kembalinya Ted Gill sebagai CEO membuka peluang besar bagi pemulihan proyek Subnautica 2. Namun, tantangan masih ada di depan, terutama dalam menjaga hubungan profesional yang sehat antara developer dan publisher.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan hukum dan keputusan internal perusahaan terkait.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













