Entertaiment

YouTuber Sukses Buat Pasta Termal Edible yang Aman Dikonsumsi, Ini Penjelasan Detailnya Tahun 2026

Rista Wulandari
×

YouTuber Sukses Buat Pasta Termal Edible yang Aman Dikonsumsi, Ini Penjelasan Detailnya Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
YouTuber Sukses Buat Pasta Termal Edible yang Aman Dikonsumsi, Ini Penjelasan Detailnya Tahun 2026

Dunia modifikasi PC memang nggak pernah kehabisan ide. Dari mulai overclock gila-gilaan sampai pendingin super canggih, eksperimen-eksperimen unik terus bermunculan. Kali ini, yang bikin heboh adalah thermal paste yang bisa dimakan. Bukan lelucon, tapi eksperimen nyata dari seorang YouTuber bernama mryeester.

Thermal paste sendiri biasanya berperan sebagai penghubung panas antara prosesor dan heatsink. Fungsinya banget, tapi bahan-bahannya umumnya nggak bisa dikonsumsi. Nah, mryeester coba membalikkan konsep itu dengan membuat thermal paste dari bahan yang aman dimakan, bahkan tergolong mewah: daun emas 24 karat dan madu.

Eksperimen Thermal Paste Edible

Eksperimen ini bukan sekadar iseng. Mryeester dikenal sebagai YouTuber yang suka bereksperimen dengan komponen PC. Ia mencoba menggabungkan dua bahan yang secara teori bisa menghantarkan panas, tapi juga aman jika tertelan. Hasilnya? Thermal paste yang bisa dimakan, tapi tetap berfungsi.

1. Pemilihan Bahan Utama

Daun emas 24 karat dipilih karena emas dikenal sebagai konduktor panas yang baik. Sayangnya, bentuknya yang padat bikin panasnya nggak maksimal. Untuk mengakalinya, mryeester mencampurnya dengan madu. Madu memberikan tekstur lengket dan kental layaknya thermal paste biasa, sekaligus membuat campuran ini aman dimakan.

2. Pengujian Performa

Setelah campuran siap, mryeester langsung mengujinya di prosesor AMD Ryzen 7 9850X3D. Prosesor ini dikenal punya performa tinggi dan juga buas dalam hal panas. Hasilnya cukup mengejutkan. Saat menjalankan game Counter-Strike 2, suhu maksimal yang tercatat hanya 78°C. Angka ini masih aman dan tidak menyebabkan thermal throttling.

3. Kesimpulan Sementara

Dari segi teori dan performa, eksperimen ini berhasil. Thermal paste dari emas dan madu bisa menjaga suhu tetap stabil. Tapi, ini bukan berarti bisa langsung dipakai di PC rumahan. Masih banyak pertimbangan dan kepraktisan yang perlu diperhatikan.

Kenapa Ini Bisa Terjadi?

Emas memang punya daya hantar panas yang tinggi. Tapi dalam bentuk daun atau lembaran, ada celah yang bisa mengganggu transfer panas. Dengan mencampurnya ke madu, celah-celah itu bisa tertutup dan menghasilkan permukaan yang lebih rata. Ini mirip dengan thermal paste komersial yang menggunakan bahan pengisi untuk mengisi celah antara permukaan logam.

Madu sendiri punya viskositas yang pas. Nggak terlalu cair, nggak terlalu kental. Ini bikin campuran jadi mudah dioles dan tetap menempel di permukaan prosesor. Tapi sayangnya, madu bisa mengering dalam jangka waktu lama atau saat terpapar panas terus-menerus.

Kelebihan dan Kekurangan Thermal Paste Edible

Meski terdengar unik, eksperimen ini punya pro dan kontra tersendiri. Berikut adalah beberapa poin penting yang bisa dipertimbangkan.

Kelebihan

  • Bisa dimakan, jadi lebih aman kalau sampai terkena kulit atau tertelan sedikit.
  • Emas sebagai bahan konduktor memberikan performa yang lumayan.
  • Tampilan mewah dan menarik secara visual.

Kekurangan

  • Daya tahan jangka panjang belum teruji.
  • Madu bisa mengering dan mengurangi efektivitasnya.
  • Biaya produksi sangat tinggi karena kandungan emas.
  • Tidak praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Perbandingan Performa dengan Thermal Paste Komersial

Untuk melihat seberapa baik eksperimen ini, berikut adalah perbandingan singkat dengan beberapa thermal paste populer di pasaran.

Thermal Paste Bahan Utama Suhu Maksimal (Ryzen 7 9850X3D) Daya Tahan Harga Estimasi
Thermal Paste Edible Emas + Madu 78°C Rendah Sangat Tinggi
Arctic MX-4 Senyawa Kimia 80°C Tinggi Rp100.000
Noctua NT-H1 Keramik 79°C Tinggi Rp150.000
Thermalright TF7 Logam Cair 76°C Sangat Tinggi Rp300.000

Dari tabel di atas, terlihat bahwa thermal paste edible ini performanya nggak jauh beda dengan komersial. Tapi, kelemahannya terletak pada daya tahan dan harga produksi.

Kapan Ini Bisa Dipakai?

Kalau ditanya apakah thermal paste ini bisa dipakai di PC rumahan, jawabannya: belum saat ini. Eksperimen ini lebih cocok untuk proyek seni teknologi atau sekadar menunjukkan bahwa batas inovasi bisa sangat luas. Tapi buat kebutuhan praktis, masih banyak pilihan lain yang lebih stabil dan .

Disclaimer

Eksperimen ini bersifat dan belum melalui pengujian standar . Suhu dan performa bisa berbeda tergantung kondisi dan komponen yang digunakan. Bahan seperti emas dan madu juga bisa bereaksi berbeda dalam kondisi nyata. Harga dan ketersediaan bahan bisa berubah sewaktu-waktu.

Penutup

Eksperimen thermal paste yang bisa dimakan ini memang terdengar absurd, tapi justru itu yang bikin menarik. Ini bukti bahwa di balik teknologi keras, masih ada ruang untuk kreativitas dan eksperimen yang unik. Mungkin suatu hari nanti, ide ini bisa berkembang jadi solusi nyata. Tapi untuk saat ini, lebih baik tetap pakai thermal paste biasa yang sudah teruji.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.