Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP tahun 2026 masih berlangsung. Meski tidak wajib, TKA digunakan sebagai salah satu penilaian tambahan untuk masuk SMA atau SMK jalur prestasi. Yang menarik, hasil TKA SMP 2026 ini justru mulai mencuri perhatian karena disebut-sebut hampir menyamai hasil TKA SMA.
Menariknya lagi, pernyataan ini datang langsung dari Mendikdasmen, Abdul Mu’ti. Ia menyebut bahwa hasil TKA SMP kali ini memang hampir sejajar dengan TKA SMA, tapi bukan berarti kualitas pendidikan SMP meningkat drastis. Justru, hasil ini jadi cerminan dari rendahnya capaian numerasi dan literasi siswa, yang juga terlihat dalam PISA 2022.
Apa Itu TKA dan Fungsi Pentingnya?
TKA atau Tes Kemampuan Akademik awalnya diperkenalkan sebagai pengganti Ujian Nasional. Tes ini tidak bersifat wajib, tapi banyak digunakan sebagai penunjang seleksi masuk SMA/SMK favorit, khususnya jalur prestasi. TKA juga menjadi indikator kemampuan akademik siswa menjelang jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Sama seperti TKA SMA yang digunakan sebagai bahan pertimbangan masuk perguruan tinggi, TKA SMP juga mulai menjadi tolak ukur kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan akademik berikutnya.
1. Sejarah Singkat TKA di Indonesia
- TKA mulai diterapkan sejak tahun 2025, dimulai dari jenjang SMA.
- Pada 2026, TKA diperluas ke jenjang SMP sebagai bagian dari evaluasi akademik.
- Tes ini tidak menggantikan ujian sekolah, tapi menjadi penilaian tambahan untuk seleksi masuk SMA/SMK.
2. Tujuan Utama TKA SMP
- Menilai kemampuan akademik siswa secara nasional.
- Memberikan data objektif untuk seleksi masuk SMA/SMK jalur prestasi.
Kenapa Hasil TKA SMP 2026 Bisa Disebut Mirip dengan SMA?
Perbandingan hasil TKA SMP dan SMA memang cukup mengejutkan. Bukan karena nilai SMP naik, tapi karena rerata nilai SMA juga tidak terlalu tinggi. Ini menunjukkan bahwa tantangan pendidikan di Indonesia masih belum seimbang antara akses dan kualitas.
Hasil TKA SMP 2026 yang disebut mirip dengan SMA sebenarnya lebih mencerminkan rendahnya kemampuan akademik siswa secara umum. Terutama dalam dua aspek penting: numerasi dan literasi. Kedua hal ini menjadi fokus utama dalam PISA dan juga dalam TKA.
3. Penyebab Rendahnya Capaian Siswa
- Kualitas pengajaran di beberapa daerah masih belum merata.
- Kurangnya akses terhadap sumber belajar berkualitas, terutama di daerah terpencil.
4. Perbandingan Hasil TKA SMP dan SMA 2026
| Aspek | TKA SMP 2026 | TKA SMA 2026 |
|---|---|---|
| Numerasi | 420 | 435 |
| Literasi | 410 | 425 |
| Rata-rata | 415 | 430 |
Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil resmi dari Kemendikbudristek.
Apa Kata Mendikdasmen Soal Ini?
Abdul Mu’ti, Mendikdasmen, menyampaikan bahwa hasil TKA SMP 2026 memang hampir menyamai SMA. Tapi, ini bukan berarti kualitas SMP meningkat. Justru, ini menunjukkan bahwa tantangan pendidikan di jenjang SMA juga belum optimal.
Ia menekankan bahwa hasil ini harus menjadi alarm bagi semua pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam hal penguatan literasi dan numerasi. Program Merdeka Belajar harus terus digalakkan dengan pendekatan yang lebih tepat sasaran.
5. Langkah yang Bisa Diambil untuk Meningkatkan Hasil TKA
- Meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan berkelanjutan.
- Memperbanyak akses sumber belajar digital yang interaktif.
- Mengintegrasikan literasi dan numerasi dalam kurikulum sehari-hari.
- Melibatkan orang tua dalam proses belajar siswa di rumah.
Tantangan di Balik Keseragaman Hasil TKA
Meski hasil TKA SMP dan SMA terlihat hampir sama, ini bukan indikator bahwa kualitas pendidikan sudah merata. Justru, ini bisa jadi tanda bahwa kualitas pendidikan di kedua jenjang masih perlu ditingkatkan.
TKA seharusnya menjadi alat ukur yang membantu siswa mengenali kekuatan dan kelemahan akademik mereka. Bukan sekadar angka yang digunakan untuk seleksi, tapi sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan sistem pendidikan secara keseluruhan.
6. Peran Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas TKA
- Mengadopsi metode pembelajaran aktif dan kreatif.
- Menggunakan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar.
- Mengadakan simulasi TKA secara berkala untuk melatih siswa.
Harapan ke Depan
Dengan hasil TKA SMP 2026 yang hampir menyamai SMA, diharapkan ada kesadaran baru untuk mengevaluasi kembali sistem pendidikan. Ini bukan soal siapa yang lebih baik, tapi bagaimana sistem pendidikan bisa lebih adil dan berkualitas untuk semua siswa, tanpa memandang lokasi atau latar belakang ekonomi.
Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan infrastruktur pendidikan, termasuk akses internet dan perangkat digital, agar semua siswa bisa belajar dengan cara yang lebih modern dan efektif.
7. Tips untuk Siswa SMP dalam Menghadapi TKA
- Rajin membaca buku dan artikel untuk meningkatkan literasi.
- Berlatih soal numerasi secara rutin.
- Ikut simulasi TKA untuk mengukur kemampuan.
- Minta bimbingan dari guru atau tutor untuk bidang yang masih lemah.
Kesimpulan
Hasil TKA SMP 2026 yang hampir menyamai SMA memang menarik untuk dibahas. Tapi, ini bukan berarti kualitas SMP sudah setara SMA. Justru, ini adalah panggilan untuk semua pihak agar lebih serius dalam memperbaiki sistem pendidikan, terutama dalam penguatan literasi dan numerasi.
TKA seharusnya menjadi alat bantu evaluasi, bukan sekadar syarat masuk sekolah. Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan dari semua elemen, diharapkan hasil TKA ke depan bisa benar-benar mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan resmi dari Kemendikbudristek atau lembaga terkait.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













