Ribuan guru dan tenaga teknis honorer di Sumatera Utara akhirnya mendapat kabar penting terkait pencairan gaji. Pemerintah Provinsi Sumut mengumumkan bahwa gaji GTT (Guru Tidak Tetap) dan PPPK Paruh Waktu (PW) tahun 2026 akan disalurkan ke rekening sekolah masing-masing. Ini bukan mekanisme yang umum digunakan untuk pegawai negeri sipil atau honorer biasa, dan tentu saja menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan guru dan tenaga pendidik.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari sistem administrasi yang lebih terstruktur. Dengan menyalurkan gaji ke rekening sekolah, pemerintah daerah berharap proses distribusi bisa lebih transparan dan sesuai dengan data yang sudah tercatat. Tapi, tentu saja ini juga menuntut peran aktif dari pihak sekolah sebagai pengelola penyaluran gaji.
Mekanisme Pencairan Gaji GTT dan PPPK Paruh Waktu
Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami bagaimana alur pencairan gaji ini berjalan. Tidak seperti pembayaran gaji biasa yang langsung masuk ke rekening pribadi, kali ini prosesnya sedikit berbeda. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui agar dana bisa sampai ke guru dan tenaga teknis yang berhak.
1. Dokumen Amprah Gaji Dikirim ke Pengelola
Pertama, dokumen amprah gaji untuk GTT dan PPPK PW sudah dikirimkan ke pengelola masing-masing wilayah. Pengelola ini kemudian bertugas membagikan dokumen tersebut ke sekolah-sekolah di bawah wilayahnya. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap sekolah mendapatkan informasi terkait jumlah dana yang akan diterima.
2. Penyaluran Dana ke Rekening Sekolah
Setelah dokumen diterima, langkah selanjutnya adalah penyaluran dana ke rekening sekolah. Rekening yang digunakan adalah yang sudah terdaftar sejak masa keaktifan guru atau tenaga teknis tersebut sebagai GTT. Artinya, tidak ada rekening baru yang dibuat. Ini juga menjadi bagian dari upaya untuk meminimalkan kesalahan administrasi.
3. Sekolah Menyalurkan ke Guru dan Tenaga Teknis
Setelah dana masuk ke rekening sekolah, maka tugas berikutnya ada di pihak sekolah. Sekolah bertanggung jawab untuk menyalurkan gaji tersebut kepada guru dan tenaga teknis yang berhak. Ini berarti sekolah harus memiliki sistem distribusi yang jelas dan akuntabel agar tidak terjadi kebocoran atau kesalahan penyaluran.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan oleh Sekolah
Mekanisme ini menempatkan sekolah sebagai ujung tombak dalam proses penyaluran gaji. Oleh karena itu, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar proses berjalan lancar dan sesuai aturan.
1. Verifikasi Data Penerima Gaji
Salah satu hal utama yang harus dilakukan adalah verifikasi data penerima gaji. Ini penting untuk memastikan bahwa gaji hanya diberikan kepada mereka yang masih aktif. Ada kemungkinan data belum diperbarui, sehingga nama-nama yang sudah tidak aktif masih muncul dalam daftar penerima.
2. Penyimpanan Bukti Penyaluran
Sekolah juga diwajibkan menyimpan bukti penyaluran gaji. Ini bisa berupa tanda terima, laporan distribusi, atau dokumen lain yang bisa dijadikan pertanggungjawaban. Tujuannya agar proses bisa dipertanggungjawabkan jika ada pemeriksaan atau audit di kemudian hari.
3. Koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan
Koordinasi yang baik dengan Cabang Dinas Pendidikan sangat penting. Jika ada kendala atau pertanyaan terkait dokumen atau penyaluran, sekolah harus segera menghubungi pihak terkait agar tidak terjadi kesalahan besar.
Apa yang Harus Dilakukan Guru dan Tenaga Teknis?
Bagi guru dan tenaga teknis honorer, peran mereka dalam proses ini juga tidak bisa diabaikan. Meski penyaluran dilakukan melalui sekolah, mereka tetap perlu memastikan beberapa hal agar tidak terjadi kendala.
1. Pastikan Status Keaktifan
Guru dan tenaga teknis harus memastikan bahwa status mereka masih aktif. Jika sudah tidak bekerja tapi masih muncul dalam daftar penerima, ini bisa menimbulkan masalah administrasi. Sekolah juga diminta untuk tidak menyalurkan gaji kepada mereka yang sudah tidak aktif.
2. Koordinasi dengan Sekolah
Koordinasi dengan sekolah juga penting. Guru dan tenaga teknis perlu memastikan bahwa data mereka sudah benar dan sesuai dengan yang tercatat. Jika ada perubahan atau ketidaksesuaian, segera laporkan ke sekolah agar bisa diperbaiki.
3. Siapkan Rekening Pribadi yang Aktif
Meskipun gaji disalurkan ke rekening sekolah, uang tersebut nantinya akan disetorkan ke rekening pribadi masing-masing. Oleh karena itu, pastikan rekening pribadi yang digunakan masih aktif dan bisa digunakan untuk transaksi.
Perbandingan Mekanisme Pencairan Gaji GTT dan PPPK PW Tahun Ini dengan Tahun Sebelumnya
| Aspek | Tahun 2025 | Tahun 2026 |
|---|---|---|
| Penyaluran Gaji | Langsung ke rekening pribadi | Melalui rekening sekolah |
| Pengelola Penyaluran | Dinas Pendidikan | Sekolah |
| Verifikasi Data | Dilakukan oleh Dinas | Dilakukan oleh Sekolah |
| Bukti Penyaluran | Terpusat | Disimpan oleh Sekolah |
Perubahan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah ingin memberikan peran lebih besar kepada sekolah dalam pengelolaan dana. Ini bisa menjadi awal dari sistem yang lebih mandiri dan akuntabel di tingkat satuan pendidikan.
Disclaimer
Informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat sebagaimana keterangan resmi yang diterima hingga tanggal publikasi. Mekanisme dan kebijakan terkait pencairan gaji GTT dan PPPK Paruh Waktu bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Disarankan untuk selalu mengikuti informasi resmi dari Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan keakuratan data.
Penutup
Mekanisme baru pencairan gaji GTT dan PPPK Paruh Waktu tahun 2026 memang terdengar berbeda. Tapi, jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi langkah awal menuju sistem yang lebih transparan dan terstruktur. Peran aktif dari sekolah dan guru itu sendiri sangat menentukan keberhasilan proses ini. Semoga saja, langkah ini bisa membawa kebaikan dan kepastian bagi ribuan tenaga pendidik di Sumatera Utara.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.










