Kabar baik datang buat sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan sosial Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), kini dikenal sebagai Bantuan Pangan melalui Kartu Sembako, mulai cair kembali dengan nominal Rp600.000. Pencairan ini dilakukan melalui rekening KKS di Bank Mandiri.
Sejumlah KPM melaporkan bahwa saldo bansos masuk ke rekening mereka pada 28 Februari 2026. Informasi ini dikonfirmasi melalui aplikasi mobile banking Livin’ by Mandiri. Artinya, pencairan ini bukan bantuan baru, melainkan pencairan susulan dari tahap sebelumnya yang sempat tertunda.
Dana sebesar Rp600.000 merupakan hak KPM yang sebelumnya belum cair pada termin awal periode Januari hingga Maret 2026. Ini bukan pencairan ganda atau tambahan, melainkan realisasi dari status SPM (Surat Perintah Membayar) atau Standing Instruction yang sebelumnya belum terealisasi.
Bagi KPM yang tergabung dalam desil 1 hingga 4 dan masih aktif sebagai penerima bantuan, disarankan untuk rutin mengecek rekening. Pemerintah masih terus memproses pencairan susulan secara bertahap. Jadi, belum semua penerima mendapatkannya sekaligus. Ada yang baru akan menerima dana ini dalam satu hingga dua hari ke depan.
Meski begitu, kabar soal pencairan bansos tahap keempat tahun 2025 masih belum menunjukkan perkembangan. Berdasarkan pengecekan terakhir melalui Sistem Informasi Bansos per 28 Februari 2026, status bansos masih menunjukkan “strip” dengan keterangan “berhasil cek rekening”. Artinya, belum ada pencairan dana ke rekening penerima.
Di tengah situasi ini, beredar isu bahwa akan ada tambahan BLT senilai Rp900.000. Isu ini menimbulkan banyak pertanyaan dan harapan di kalangan masyarakat. Namun, sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait tambahan tersebut.
Apa Itu Bantuan Pangan (BPNT)?
Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) adalah program bantuan sosial berupa pangan yang diberikan kepada KPM secara elektronik. Program ini menggunakan skema Kartu Sembako dan dikelola oleh Kementerian Sosial RI. Tujuannya adalah untuk memastikan keluarga rentan tetap mendapatkan akses pangan yang layak.
Sejak 2025, program ini berganti nama menjadi Bantuan Pangan dan mulai disalurkan dalam bentuk uang melalui rekening KKS. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan fleksibilitas penerima dalam memenuhi kebutuhan pokok.
Pencairan Bansos Susulan Rp600 Ribu
Pencairan bansos susulan Rp600.000 bukanlah hal yang tiba-tiba. Ini adalah bagian dari proses administrasi yang sempat tertunda karena berbagai kendala teknis maupun verifikasi data.
1. Status Pencairan Sebelumnya
Sebelumnya, banyak KPM yang statusnya sudah masuk ke sistem sebagai penerima bansos, tetapi dana belum masuk ke rekening. Status seperti “berhasil cek rekening” atau “SPM” menunjukkan bahwa proses belum selesai.
2. Pencairan Tahap Awal 2026
Pencairan susulan ini merupakan realisasi dari tahap pertama periode Januari hingga Maret 2026. Dana yang masuk adalah dana yang seharusnya sudah cair sebelumnya, namun tertunda karena berbagai faktor.
3. Verifikasi Data dan Sistem
Pemerintah terus melakukan verifikasi data penerima secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan bahwa bantuan sampai ke penerima yang tepat. Pencairan susulan ini juga merupakan hasil dari proses verifikasi tersebut.
Isu Tambahan BLT Rp900 Ribu
Berita tentang tambahan BLT Rp900.000 mulai beredar di media sosial dan grup WhatsApp. Banyak masyarakat berharap bahwa ini adalah bantuan tambahan dari pemerintah untuk membantu kondisi ekonomi yang sedang membaik pasca-pandemi.
Namun, hingga saat ini belum ada kebijakan resmi dari Kementerian Sosial atau instansi terkait yang mengonfirmasi keberadaan BLT tambahan tersebut. Isu ini lebih banyak bersifat spekulatif dan belum didukung oleh data resmi.
Siapa Saja yang Berhak Terima Bansos Susulan?
Penerima bansos susulan adalah KPM yang sebelumnya sudah terdaftar dalam sistem, namun pencairan dana mereka sempat tertunda. Biasanya, ini terjadi karena kendala teknis atau verifikasi data.
Kriteria Penerima Bansos Susulan
- Terdaftar sebagai KPM aktif
- Termasuk dalam desil 1 hingga 4
- Status bansos sebelumnya “berhasil cek rekening” atau “SPM”
- Rekening KKS aktif di Bank Mandiri
Cara Cek Bansos di Aplikasi Mobile Banking
Bagi penerima yang ingin memastikan apakah dana bansos sudah masuk atau belum, bisa mengeceknya melalui aplikasi mobile banking Livin’ by Mandiri.
1. Buka Aplikasi Livin’ by Mandiri
Pastikan sudah login menggunakan akun yang terhubung dengan rekening KKS.
2. Cek Mutasi Rekening
Masuk ke menu mutasi atau riwayat transaksi. Cari keterangan masuknya dana bansos.
3. Konfirmasi ke Kantor Pos atau Kecamatan
Jika ada keraguan, bisa langsung menghubungi kantor pos terdekat atau kantor kecamatan untuk verifikasi lebih lanjut.
Pencairan Bansos Tahap Keempat 2025 Masih Belum Jelas
Meski pencairan susulan untuk tahap awal 2026 sudah mulai berjalan, pencairan bansos tahap keempat tahun 2025 masih belum terlihat. Banyak penerima yang mulai khawatir, karena dana tersebut belum masuk hingga akhir Februari 2026.
Berdasarkan pengecekan sistem, status bansos masih menunjukkan “strip” dan keterangan “berhasil cek rekening”. Ini menandakan bahwa proses pencairan belum dimulai.
Perbandingan Status Bansos Tahap Sebelumnya
| Tahap | Tanggal Cair | Status di Sistem | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Tahap 1 (2025) | Juni 2025 | Cair | Dana masuk ke rekening |
| Tahap 2 (2025) | September 2025 | Cair | Dana masuk ke rekening |
| Tahap 3 (2025) | Desember 2025 | Cair | Dana masuk ke rekening |
| Tahap 4 (2025) | Belum cair | Strip | Berhasil cek rekening |
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga Februari 2026. Jumlah dana, jadwal pencairan, dan kebijakan bansos bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah. Data yang digunakan bersumber dari laporan penerima dan sumber terpercaya, namun belum tentu mencerminkan kondisi secara nasional.
Penerima dihimbau untuk terus memantau perkembangan melalui saluran resmi seperti aplikasi Sistem Informasi Bansos atau menghubungi pihak terkait secara langsung untuk informasi lebih akurat.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













