PT Asuransi Tokio Marine Indonesia tengah membidik pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor sebesar 9,3% pada tahun 2026. Target ini disusun berdasarkan beberapa faktor utama, seperti dinamika penjualan kendaraan, tren pembiayaan, serta arah kebijakan pemerintah yang dinilai bakal mendorong pemulihan pasar otomotif nasional.
Presiden Director Tokio Marine Indonesia, Sancoyo Setiabudi, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didukung oleh strategi distribusi yang semakin solid dan layanan pelanggan yang terus ditingkatkan. Pada awal 2026, perusahaan mencatat kenaikan premi kendaraan bermotor sebesar 11,1% secara year-on-year. Meski begitu, angka pasti dari realisasi ini belum dirinci lebih lanjut.
Faktor Pendukung Pertumbuhan Premi Asuransi Kendaraan
Tokio Marine Indonesia tak hanya bergantung pada kondisi makro ekonomi. Strategi internal juga dimainkan untuk memastikan target bisa tercapai. Salah satu pendekatannya adalah melalui penguatan ekosistem bisnis kendaraan bermotor.
1. Penerapan Value Chains Strategy
Value Chains Strategy merupakan pendekatan holistik yang melibatkan seluruh rantai distribusi. Mulai dari dealer kendaraan, perusahaan pembiayaan, broker, hingga mitra strategis lainnya. Dengan kolaborasi ini, Tokio Marine berharap bisa menjangkau lebih banyak calon nasabah secara efektif.
2. Inovasi Layanan untuk Pasar EV
Seiring dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik (EV), Tokio Marine menyesuaikan layanannya. Termasuk dalam hal penguatan jaringan bengkel yang kompeten menangani EV dan membangun kemitraan dengan ekosistem EV lokal.
3. Peningkatan Layanan Darurat di Jalan (ERA)
Fitur Emergency Road Assistance (ERA) menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi calon nasabah. Layanan ini memberikan perlindungan ekstra saat pengguna kendaraan mengalami masalah di jalan, seperti mogok atau kecelakaan ringan.
Penurunan Klaim Jadi Indikator Positif
Sementara itu, data klaim asuransi kendaraan bermotor per Januari 2026 menunjukkan penurunan cukup signifikan. Net incurred claim turun 26,4% YoY menjadi Rp7,7 miliar. Angka ini mencerminkan beberapa hal penting.
Pertama, penurunan klaim bisa menjadi indikator bahwa risiko kecelakaan dan kerugian kendaraan sedang relatif stabil. Kedua, upaya pencegahan fraud dan optimalisasi manajemen klaim oleh Tokio Marine mulai membuahkan hasil.
Mayoritas klaim masih datang dari kecelakaan lalu lintas. Namun, pada periode tertentu, faktor eksternal seperti banjir atau pencurian kendaraan juga turut berkontribusi.
Dinamika Pasar Otomotif Nasional
Pasar otomotif nasional sempat mengalami tekanan di tahun 2025. Data dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat kontraksi premi asuransi kendaraan sebesar 4,2% YoY, turun ke level Rp19,01 triliun.
Salah satu penyebabnya adalah penurunan penjualan mobil baru. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volume penjualan mobil pada 2025 lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, perilaku konsumen juga berubah. Banyak yang menunda pembelian kendaraan baru atau beralih ke pasar kendaraan bekas. Hal ini secara langsung mempengaruhi permintaan polis asuransi kendaraan baru.
Strategi Jangka Panjang Tokio Marine
Meski menghadapi tantangan di tahun lalu, Tokio Marine tetap optimistis. Apalagi, sejumlah indikator awal di 2026 menunjukkan pemulihan pasar. Untuk itu, perusahaan terus memperkuat strategi jangka panjangnya.
1. Penguatan Mitra Distribusi
Kolaborasi dengan dealer dan lembaga pembiayaan menjadi fokus utama. Dengan memperluas jaringan distribusi, perusahaan bisa menjangkau lebih banyak konsumen secara langsung.
2. Pengembangan Produk Asuransi Spesifik
Tokio Marine juga merancang produk asuransi yang lebih relevan dengan kebutuhan spesifik pengguna kendaraan modern. Termasuk perlindungan untuk kendaraan listrik dan fitur-fitur digital lainnya.
3. Digitalisasi Proses Klaim
Digitalisasi bukan sekadar soal pemasaran. Proses klaim juga terus dioptimalkan melalui sistem digital yang memungkinkan verifikasi dan pencairan klaim lebih cepat dan transparan.
Perbandingan Kontribusi Lini Bisnis di Tokio Marine
| Lini Bisnis | Kontribusi terhadap Total Portofolio |
|---|---|
| Kendaraan Bermotor | 14% |
| Kesehatan | 28% |
| Properti | 22% |
| Jiwa | 18% |
| Umum Lainnya | 18% |
Data ini menunjukkan bahwa kendaraan bermotor masih menjadi segmen penting, meskipun bukan yang terbesar. Namun potensinya di masa depan sangat menjanjikan, terlebih jika pasar otomotif kembali pulih.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski prospeknya cerah, beberapa tantangan tetap harus diwaspadai. Di antaranya:
- Fluktuasi harga bahan bakar dan komponen kendaraan.
- Ketidakpastian kebijakan insentif otomotif dari pemerintah.
- Persaingan ketat di industri asuransi kendaraan bermotor.
Namun, dengan strategi yang matang dan adaptasi cepat terhadap perubahan pasar, Tokio Marine percaya bisa melewati semua itu.
Kesimpulan
Target pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor sebesar 9,3% pada 2026 bukan angka sembarangan. Ini adalah proyeksi yang disusun berdasarkan data, tren pasar, dan strategi operasional yang telah disiapkan dengan matang.
Tokio Marine Indonesia punya rencana jelas, mulai dari penguatan distribusi hingga inovasi layanan untuk kendaraan listrik. Ditambah lagi, penurunan klaim dan peningkatan efisiensi operasional menjadi modal penting untuk tumbuh lebih agresif di tahun-tahun mendatang.
Disclaimer: Data dan proyeksi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika pasar, regulasi, dan faktor eksternal lainnya.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.







