Junaidi Hisom secara resmi menjabat sebagai Komisaris Utama Independen PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) terhitung sejak 6 Maret 2026. Pengangkatannya mendapat lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah melalui proses penilaian kemampuan dan kepatutan atau fit and proper test.
Keputusan ini tertuang dalam dokumen resmi yang diterbitkan oleh Dewan Komisioner OJK dengan nomor KEPR-28/D.03/2026. Dalam pengumuman yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, tidak ada dampak signifikan terhadap operasional bank, kondisi keuangan, maupun kelangsungan bisnis Bank Mantap.
Profil dan Latar Belakang Junaidi Hisom
Junaidi Hisom mulai menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris Bank Mantap setelah dipilih dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 4 Desember 2025. Masa jabatannya direncanakan berlangsung hingga 4 Desember 2028.
Pria kelahiran 1959 ini berdomisili di Jakarta dan memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang ekonomi. Ia meraih gelar magister dari Universitas Sriwijaya dan gelar sarjana dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI.
1. Pengalaman Kerja di Dunia Perbankan
Sebelum menjabat di Bank Mantap, Junaidi Hisom memiliki rekam jejak panjang di sektor perbankan nasional. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Operasional di PT Bank BNI Syariah. Selain itu, ia juga sempat menjadi Pelaksana Tugas Direktur Risiko dan Kepatuhan di bank yang sama.
2. Peran di Dewan Komisaris Sejumlah BUMD
Junaidi juga aktif di sejumlah lembaga keuangan daerah. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Persona Prima Utama yang merupakan bagian dari BNI Swadharma Group. Selain itu, ia juga menjadi Komisaris Independen di PT Bank Pembangunan Daerah Lampung.
3. Keterlibatan dalam Isu ESG dan Sosial
Di luar dunia perbankan, Junaidi aktif dalam kegiatan sosial dan isu keberlanjutan. Ia menjabat sebagai Chief of Advisory Board di GARUDHA, sebuah komunitas yang fokus pada isu lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Perannya di sini menunjukkan komitmen terhadap pengembangan berkelanjutan dan tanggung jawab korporasi.
Struktur Kepengurusan dan Afiliasi
Dalam struktur kepemilikan dan kepengurusan Bank Mantap, Junaidi Hisom tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi, Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama. Statusnya sebagai komisaris independen diharapkan dapat memberikan objektivitas dalam pengawasan dan pengambilan keputusan strategis.
Rekam Jejak Jabatan
Berikut adalah ringkasan posisi penting yang pernah diemban oleh Junaidi Hisom:
| No | Jabatan | Institusi | Periode |
|---|---|---|---|
| 1 | Direktur Operasional | PT Bank BNI Syariah | 2015 – 2020 |
| 2 | Plt. Direktur Risiko dan Kepatuhan | PT Bank BNI Syariah | 2019 – 2020 |
| 3 | Komisaris Utama | PT Persona Prima Utama | 2021 – 2024 |
| 4 | Komisaris Independen | PT Bank Pembangunan Daerah Lampung | 2022 – 2025 |
| 5 | Komisaris Utama Independen | PT Bank Mandiri Taspen | 2026 – 2028 (saat ini) |
Peran dan Tantangan Ke depan
Sebagai Komisaris Utama Independen, Junaidi Hisom akan memiliki peran penting dalam memberikan pengawasan terhadap kinerja manajemen operasional Bank Mantap. Ia juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi jangka panjang perusahaan, khususnya dalam menghadapi dinamika industri perbankan yang terus berkembang.
Dengan pengalaman luas di sektor perbankan dan korporasi, serta pemahaman terhadap isu ESG, Junaidi diyakini mampu membawa perspektif baru dalam tata kelola perusahaan yang sehat dan berkelanjutan.
Penutup
Keberadaan Junaidi Hisom di jajaran Dewan Komisaris Bank Mantap menunjukkan komitmen bank dalam memperkuat tata kelola perusahaan. Dengan rekam jejak yang solid dan pengalaman di berbagai lembaga keuangan, eksistensinya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja dan kepercayaan publik terhadap bank BUMN yang berfokus pada pensiunan ini.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat valid hingga Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan perusahaan atau regulasi yang berlaku.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













