Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa anggaran pendidikan nasional tidak akan tergerus meski pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan menyusul berbagai isu yang menyebut bahwa program MBG berpotensi mengurangi dana pendidikan.
Purbaya menjelaskan bahwa anggaran untuk MBG sudah dialokasikan secara khusus dan tidak mengganggu belanja pendidikan yang rutin. Artinya, keduanya berjalan berdampingan tanpa saling mengurangi. Bahkan, porsi anggaran pendidikan tetap memenuhi target 20 persen dari total APBN sebagaimana diamanahkan undang-undang.
Anggaran Pendidikan Tetap Prioritas
Pemerintah dan DPR telah menyepakati anggaran pendidikan untuk tahun 2026. Alokasi ini tidak mengalami pemotongan karena adanya program MBG. Justru, berbagai program pendidikan strategis masih terus dikembangkan dan diperkuat.
Salah satu upaya penguatan tersebut adalah melalui peningkatan insentif guru. Pada 2025, insentif guru naik menjadi Rp400.000 per bulan. Sementara tunjangan guru non-ASN juga mengalami penyesuaian, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta.
1. Program Kartu Indonesia Pintar dan Program Indonesia Pintar
Kedua program ini tetap berjalan dan menjadi fokus utama dalam mendukung akses pendidikan yang merata. Mereka tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tapi juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah tertinggal.
2. Sekolah Rakyat dan Renovasi Sekolah
Pemerintah juga terus memperbaiki infrastruktur pendidikan. Pada 2025 lalu, sekitar 16.000 sekolah telah direnovasi dengan total anggaran mencapai Rp17 triliun. Target tahun 2026 bahkan lebih besar, yaitu 71.000 sekolah yang akan dilengkapi dengan fasilitas memadai.
MBG dan Kaitannya dengan Pendidikan
Program Makan Bergizi Gratis memang menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurut Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, gizi yang baik adalah fondasi penting bagi proses belajar siswa.
3. Alokasi Anggaran MBG dalam APBN 2026
Dalam APBN 2026, anggaran pendidikan mencapai Rp769,8 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp223,5 triliun dialokasikan khusus untuk Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mengelola program MBG. Ini menunjukkan bahwa MBG tidak mengambil dari anggaran pendidikan, melainkan punya sumber dana tersendiri.
4. MBG Bukan Penyebab Sekolah Terbengkalai
Hariqo juga menegaskan bahwa klaim tentang banyak sekolah terbengkalai akibat program MBG tidak benar. Justru, tahun 2025 menjadi tahun besar dalam hal revitalisasi sekolah. Tahun 2026 pun menargetkan peningkatan fasilitas di puluhan ribu sekolah lainnya.
Data Anggaran Pendidikan dan MBG
Berikut adalah rincian anggaran pendidikan dan program MBG dalam APBN 2026:
| Komponen | Jumlah Anggaran |
|---|---|
| Total Anggaran Pendidikan | Rp769,8 triliun |
| Alokasi untuk Badan Gizi Nasional (MBG) | Rp223,5 triliun |
| Renovasi Sekolah 2025 | Rp17 triliun |
| Target Renovasi Sekolah 2026 | 71.000 sekolah |
| Insentif Guru (2025) | Rp400.000/bulan |
| Tunjangan Guru Non-ASN (2025) | Rp2.000.000/bulan |
Penguatan Sektor Pendidikan
Selain alokasi anggaran yang besar, pemerintah juga terus memperkuat sistem pendidikan dari berbagai sisi. Ini termasuk peningkatan kualitas guru, penambahan fasilitas sekolah, hingga penguatan akses pendidikan di daerah tertinggal.
5. Peningkatan Tunjangan dan Insentif Guru
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penyesuaian tunjangan dan insentif guru. Ini dilakukan agar guru merasa lebih dihargai dan termotivasi dalam menjalankan tugasnya.
6. Penyediaan Fasilitas Sekolah yang Memadai
Pemerintah juga fokus pada penyediaan infrastruktur pendidikan yang layak. Program renovasi sekolah terus digulirkan untuk memastikan setiap siswa mendapatkan hak pendidikannya secara layak.
Kesimpulan
Program Makan Bergizi Gratis tidak mengurangi anggaran pendidikan. Justru, pemerintah tetap menjaga alokasi dana pendidikan sesuai amanat undang-undang. Program pendidikan strategis tetap berjalan, bahkan mengalami peningkatan baik dari segi anggaran maupun kualitas pelaksanaan.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat sesuai informasi resmi hingga Maret 2026. Anggaran dan target program bisa berubah seiring evaluasi dan kebijakan pemerintah ke depannya.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













