Menjelang Lebaran 2026, PT BRI Multifinance Indonesia atau yang dikenal sebagai BRI Finance mencatat adanya peluang besar dalam penyaluran pembiayaan kendaraan bekas. Tren ini sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat menjelang hari raya, baik untuk keperluan mudik maupun aktivitas usaha sehari-hari.
Permintaan kendaraan bekas cenderung meningkat karena harganya yang lebih terjangkau dibanding unit baru. Hal ini membuat banyak konsumen memilih opsi bekas sebagai solusi transportasi yang efisien dan hemat.
Dinamika Permintaan Kendaraan Bekas Menjelang Lebaran
BRI Finance mencatat bahwa penyaluran pembiayaan mobil bekas pada Februari 2026 mengalami kenaikan signifikan sebesar 169,34% secara year-on-year. Kontribusinya terhadap total portofolio pembiayaan mencapai 9,79%, menunjukkan bahwa segmen ini mulai menjadi andalan.
Permintaan ini tidak hanya datang dari individu biasa, tapi juga pelaku usaha kecil dan menengah yang membutuhkan kendaraan untuk mendukung operasional bisnisnya. Kombinasi antara kebutuhan dan daya beli yang realistis membuat kendaraan bekas tetap diminati.
Strategi BRI Finance Menjelang Lebaran 2026
Untuk memaksimalkan potensi ini, BRI Finance merancang beberapa langkah strategis menjelang Lebaran 2026. Langkah-langkah tersebut dirancang agar proses pembiayaan lebih efisien dan menjangkau lebih banyak calon konsumen.
1. Memperkuat Kerja Sama dengan Dealer dan Mitra
Salah satu fokus utama BRI Finance adalah memperluas jaringan kerja sama dengan dealer serta mitra penjual kendaraan bekas. Dengan membangun sinergi yang lebih baik, perusahaan bisa menjangkau lebih banyak calon pembeli dan mempercepat proses penyaluran.
2. Meningkatkan Aktivitas Pemasaran di Berbagai Kanal
BRI Finance juga meningkatkan kampanye pemasaran di berbagai kanal distribusi yang dimiliki. Mulai dari digital hingga offline, semua saluran dimanfaatkan untuk menarik minat calon konsumen.
3. Mengoptimalkan Proses Pembiayaan
Proses pembiayaan yang cepat dan transparan menjadi salah satu faktor penting dalam menarik konsumen. BRI Finance terus berupaya menyederhanakan proses agar lebih efisien dan nyaman bagi calon pengguna jasa.
Tantangan di Balik Peluang
Meski prospeknya menjanjikan, BRI Finance juga menghadapi sejumlah tantangan. Dinamika daya beli masyarakat dan persaingan di pasar kendaraan bekas menjadi dua hal yang perlu terus diwaspadai.
Perusahaan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan. Ini penting untuk menjaga kualitas portofolio dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Target dan Proyeksi Pembiayaan
BRI Finance menargetkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan kendaraan bekas menjelang Lebaran 2026 akan berjalan moderat namun stabil. Momentum peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat diproyeksikan akan memberikan dampak positif terhadap permintaan.
Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyatakan bahwa segmen ini memiliki potensi yang cukup baik. Terlebih lagi, permintaan tidak hanya berasal dari konsumen individu, tetapi juga pelaku usaha kecil dan menengah.
Perbandingan Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan Bekas
Berikut adalah data pertumbuhan pembiayaan kendaraan bekas BRI Finance pada Februari 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya:
| Parameter | Februari 2025 | Februari 2026 | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|---|
| Volume Pembiayaan | 12.500 unit | 21.000 unit | +68% |
| Nilai Penyaluran | Rp 2,3 triliun | Rp 6,2 triliun | +169,34% |
| Kontribusi terhadap Portofolio | 6,5% | 9,79% | +3,29 poin |
Disclaimer: Data di atas bersifat sementara dan dapat berubah seiring perkembangan kondisi pasar dan kebijakan internal perusahaan.
Penutup
Menjelang Lebaran 2026, BRI Finance optimistis terhadap prospek pembiayaan kendaraan bekas. Dengan strategi yang tepat dan penyesuaian terhadap dinamika pasar, perusahaan berharap bisa terus memperluas jangkauan dan memberikan nilai tambah bagi konsumen serta mitra usaha.
Meski tantangan tetap ada, pendekatan yang hati-hati dan berbasis data membuat BRI Finance siap menghadapi fluktuasi pasar sekaligus memanfaatkan peluang yang ada.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.












