Penjualan emas di Pegadaian melonjak hingga 191% hingga akhir Februari 2026. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin tinggi terhadap emas sebagai instrumen investasi, terutama di tengah situasi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.
Dalam periode yang sama, volume emas yang terjual mencapai sekitar 7,2 ton. Jumlah ini jauh melampaui angka 2,5 ton yang tercatat di awal 2025. Lonjakan ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan publik terhadap emas sebagai aset aman, tetapi juga efektivitas strategi produk yang diusung oleh Pegadaian.
Faktor di Balik Lonjakan Penjualan Emas
Lonjakan permintaan emas di awal tahun ini bukan kejutan total. Banyak faktor eksternal dan internal yang saling mendukung, menciptakan kondisi yang ideal bagi pertumbuhan penjualan emas Pegadaian.
1. Ketidakpastian Ekonomi Global
Salah satu penyebab utama lonjakan permintaan adalah situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Inflasi yang belum sepenuhnya terkendali dan gejolak pasar keuangan membuat banyak orang beralih ke aset yang dianggap lebih aman, seperti emas.
2. Harga Emas yang Relatif Stabil di Tingkat Lokal
Meskipun harga emas global fluktuatif, harga emas di pasar lokal cenderung stabil berkat kebijakan yang diterapkan oleh Pegadaian. Ini memberikan rasa aman bagi calon investor yang ingin membeli emas tanpa terlalu khawatir terhadap volatilitas harga.
3. Produk Investasi Emas yang Mudah Diakses
Pegadaian menawarkan dua produk utama: Tabungan Emas dan Cicilan Emas Batangan. Keduanya dirancang agar mudah dijangkau oleh berbagai kalangan, baik pemula maupun investor berpengalaman.
Cara Masyarakat Berinvestasi Emas di Pegadaian
Pegadaian menyediakan dua pilihan utama bagi masyarakat yang ingin memiliki emas. Keduanya menawarkan fleksibilitas dan keamanan, tergantung pada kebutuhan dan kemampuan finansial pengguna.
1. Tabungan Emas
Tabungan Emas adalah produk investasi emas yang bisa dimulai dengan nominal kecil. Nasabah hanya perlu menyiapkan dana sebesar Rp10.000 untuk mulai menabung emas. Setiap kontribusi langsung dikonversi ke dalam satuan gram, sehingga nilai tabungan terus mengikuti harga emas secara real time.
Keunggulan Tabungan Emas:
- Fleksibel dan bisa dilakukan secara digital
- Tidak ada biaya administrasi bulanan
- Bisa dijual kembali kapan saja melalui aplikasi
2. Cicilan Emas Batangan
Bagi yang ingin memiliki emas fisik dalam bentuk batangan, Pegadaian menawarkan skema cicilan. Nasabah cukup membayar uang muka minimal 15% dari total harga emas yang dipilih, lalu melanjutkan pembayaran secara bulanan.
Syarat mengikuti program cicilan emas:
- Kartu identitas yang masih berlaku
- Uang muka minimal 15%
- Pengisian formulir akad secara digital atau langsung di cabang
Strategi Pegadaian dalam Menghadapi Lonjakan Permintaan
Lonjakan permintaan emas bukan hanya peluang, tetapi juga tantangan tersendiri. Untuk itu, Pegadaian telah menyiapkan sejumlah langkah strategis agar mampu menjawab kebutuhan pasar secara optimal.
1. Memperkuat Rantai Pasok Emas
Melalui anak usaha Galeri 24, Pegadaian mengembangkan kapasitas refinery dan manufaktur emas. Langkah ini memastikan pasokan emas tetap mencukupi meski permintaan meningkat tajam.
2. Kolaborasi dengan Mitra Strategis
Pegadaian menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan tambang dan manufaktur lokal. Kolaborasi ini membantu mempercepat distribusi dan memastikan ketersediaan produk emas di seluruh wilayah Indonesia.
3. Digitalisasi Layanan
Sebagian besar transaksi emas kini bisa dilakukan secara digital melalui aplikasi Pegadaian Digital. Ini memudahkan nasabah untuk membeli, menjual, atau menabung emas tanpa harus datang ke cabang.
Perbandingan Produk Emas Pegadaian
| Produk | Minimum Pembelian | Fleksibilitas | Kepemilikan Fisik |
|---|---|---|---|
| Tabungan Emas | Rp10.000 | Tinggi | Tidak |
| Cicilan Emas Batangan | 15% dari harga emas | Sedang | Ya |
Tabungan Emas cocok untuk investor jangka panjang yang ingin menabung secara rutin. Sementara Cicilan Emas Batangan lebih ideal bagi mereka yang ingin memiliki emas fisik tanpa mengeluarkan dana besar sekaligus.
Proyeksi Ke Depan
Dengan tren positif yang terus berlanjut, Pegadaian optimistis emas akan tetap menjadi instrumen investasi pilihan utama masyarakat Indonesia. Apalagi, ketidakpastian ekonomi global diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menyatakan bahwa perusahaan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Termasuk dalam hal pengembangan produk, peningkatan layanan digital, dan ekspansi jaringan cabang.
Tips untuk Calon Investor Emas
Bagi yang baru pertama kali ingin berinvestasi emas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar investasi lebih aman dan menguntungkan.
1. Pahami Tujuan Investasi
Tentukan apakah emas akan digunakan sebagai cadangan nilai, proteksi terhadap inflasi, atau instrumen jangka panjang. Pemahaman ini akan membantu memilih produk yang tepat.
2. Pilih Produk yang Sesuai dengan Kemampuan Finansial
Jika dana terbatas, Tabungan Emas bisa menjadi pilihan awal. Namun jika ingin memiliki emas fisik, Cicilan Emas Batangan bisa menjadi solusi yang lebih realistis.
3. Gunakan Aplikasi Pegadaian Digital
Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk memantau harga emas secara real time, melakukan transaksi, dan mengelola tabungan emas dengan lebih mudah.
Disclaimer
Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersifat terbatas hingga Februari 2026. Angka penjualan dan harga emas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan perusahaan. Informasi ini dimaksudkan sebagai referensi dan bukan sebagai saran investasi finansial.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













