Finansial

Daftar 4 Saham Perbankan Berkapitalisasi Besar yang Layak Dicermati Sepanjang Tahun 2026

Herdi Alif Al Hikam
×

Daftar 4 Saham Perbankan Berkapitalisasi Besar yang Layak Dicermati Sepanjang Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Daftar 4 Saham Perbankan Berkapitalisasi Besar yang Layak Dicermati Sepanjang Tahun 2026

Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar atau yang sering disebut big banks menunjukkan taji mereka di tengah tekanan pasar yang masih membayangi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Selama sepekan terakhir, sektor ini berhasil mencatatkan penguatan signifikan meski pergerakan indeks acuan sempat tertahan di zona merah.

Pada penutupan perdagangan Jumat (8/5/2026), IHSG memang harus puas berada di level 6.968,4 dengan koreksi harian sebesar 2,86%. Namun, jika ditarik dalam rentang mingguan, indeks masih mampu bertahan dengan kenaikan tipis sebesar 0,18%.

Performa Solid Saham Big Banks

Di balik IHSG yang cukup menantang, saham-saham perbankan raksasa justru tampil sebagai penyelamat portofolio. Kenaikan harga saham di sektor ini mencerminkan optimisme pelaku pasar yang mulai kembali melirik emiten dengan fundamental kuat.

Berikut adalah rincian penguatan saham bank besar selama sepekan terakhir:

Emiten Kenaikan Mingguan Harga Penutupan (8/5/2026)
BBRI 9,03% Rp .260
5,56% Rp 6.175
BMRI 5,47% Rp 4.630
BBNI 3,76% Rp 3.860

Data di atas menunjukkan bahwa BBRI memimpin reli dengan lonjakan paling tinggi dibandingkan bank besar lainnya. Fenomena ini menarik perhatian investor yang mencari aset aman di tengah ketidakpastian pasar maupun domestik.

Analisis di Balik Kenaikan Harga

Banyak pihak bertanya-tanya apakah penguatan ini merupakan awal dari tren kenaikan jangka panjang atau sekadar fenomena sesaat. Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, memberikan pandangan bahwa lonjakan harga saat ini lebih condong sebagai technical rebound.

Pembalikan arah ini terjadi bukan tanpa alasan, melainkan didorong oleh beberapa faktor pendukung yang cukup kuat di pasar. Kombinasi sentimen positif tersebut mampu menahan laju penurunan harga yang sempat terjadi sebelumnya.

Berikut adalah faktor-faktor utama yang memicu penguatan saham perbankan:

  1. Penurunan harga minyak dunia yang secara langsung meredakan kekhawatiran mengenai lonjakan inflasi dan tekanan makroekonomi.
  2. Momentum pembagian dividen yang selalu menjadi daya tarik utama bagi investor untuk kembali mengakumulasi saham perbankan.
  3. Valuasi harga saham yang sempat terkoreksi cukup dalam, sehingga membuat level harga saat ini dianggap relatif murah dan menarik untuk dibeli kembali.

Meski sentimen positif sedang mendominasi, pasar tetap harus waspada terhadap dinamika domestik yang bisa mengubah arah pergerakan harga. Keberlanjutan tren penguatan ini sangat bergantung pada bagaimana pasar merespons kebijakan ekonomi pemerintah ke depannya.

Tantangan dan Rekomendasi Strategis

Di balik optimisme yang ada, terdapat beberapa yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah arah pembiayaan , seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes).

Persepsi investor asing terhadap sektor perbankan bisa terpengaruh oleh bagaimana kebijakan tersebut diimplementasikan dalam skala besar. Ketidakpastian mengenai fiskal dari program-program tersebut sering kali menjadi bahan pertimbangan bagi investor institusi dalam menempatkan modalnya.

Untuk menyiasati kondisi pasar yang masih dinamis, berikut adalah langkah strategis yang disarankan oleh analis:

  1. Fokus pada saham dengan struktur harga yang mulai menunjukkan perbaikan, seperti pola higher high pada grafik teknikal.
  2. Manfaatkan strategi buy on weakness saat terjadi koreksi minor selama momentum rebound masih terjaga dengan baik.
  3. Pertimbangkan valuasi saham secara komprehensif dengan membandingkan rasio harga terhadap nilai buku atau bersih antar bank besar.

Berdasarkan teknikal dan fundamental, BBNI menjadi pilihan yang cukup dijagokan saat ini. Saham ini dinilai memiliki ruang pertumbuhan yang lebih luas dibandingkan bank besar lainnya dengan target harga jangka pendek hingga menengah di kisaran Rp 4.300 hingga Rp 4.400.

Perlu diingat bahwa pasar saham bersifat fluktuatif dan setiap keputusan investasi memiliki risiko tersendiri. Data yang disajikan dalam ini didasarkan pada kondisi pasar per 8 Mei 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu seiring dengan perkembangan sentimen ekonomi global maupun domestik. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial apa pun agar langkah yang diambil tetap terukur dan sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.