Finansial

Pinjaman Paylater Perbankan Naik 20 Persen Menurut Data OJK Hingga Januari 2026

Fadhly Ramadan
×

Pinjaman Paylater Perbankan Naik 20 Persen Menurut Data OJK Hingga Januari 2026

Sebarkan artikel ini
Pinjaman Paylater Perbankan Naik 20 Persen Menurut Data OJK Hingga Januari 2026

Pinjaman paylater dari sektor perbankan mencatatkan pertumbuhan yang cukup menarik di awal tahun . Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga Januari 2026, total pinjaman paylater perbankan naik sekitar 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa layanan pinjaman instan yang ditawarkan oleh bank semakin diminati masyarakat.

Peningkatan ini tidak lepas dari semakin banyaknya bank yang mulai mengembangkan layanan digital mereka, termasuk produk paylater. Dengan proses yang cepat dan persyaratan yang lebih ringkas, layanan ini menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang membutuhkan dana darurat atau pengeluaran jangka pendek.

Pertumbuhan Paylater Perbankan yang Menjanjikan

Pertumbuhan 20% dalam sebulan saja menunjukkan bahwa layanan pinjaman paylater dari bank mulai menemukan tempat di hati pengguna. Tidak hanya praktis, produk ini juga dianggap lebih aman karena diawasi oleh OJK, dibandingkan dengan fintech non-bank yang belum tentu memiliki pengawasan ketat.

Banyak faktor yang mendorong lonjakan ini. Salah satunya adalah semakin luasnya penetrasi internet dan penggunaan smartphone. yang semakin canggih membuat proses pengajuan pinjaman menjadi lebih mudah dan cepat.

1. Penawaran Produk yang Lebih Terjangkau

Salah satu utama paylater perbankan adalah suku bunga yang lebih kompetitif. Dibandingkan dengan fintech non-bank, pinjaman dari bank umumnya menawarkan bunga yang lebih rendah dan transparan. Ini membuatnya lebih ramah bagi pengguna yang ingin menghindari beban bunga tinggi.

2. Kepercayaan Terhadap Institusi Terpercaya

Masyarakat cenderung lebih memilih layanan yang diawasi secara ketat oleh regulator. OJK memastikan bahwa setiap produk paylater yang ditawarkan oleh bank memenuhi standar keamanan dan kehati-hatian. Ini memberikan rasa aman tambahan bagi pengguna.

3. Integrasi dengan Aplikasi Mobile Banking

Hampir semua bank besar kini telah mengintegrasikan layanan paylater ke dalam aplikasi mereka. Pengguna bisa mengajukan pinjaman hanya dalam hitungan menit, tanpa perlu datang ke cabang.

Perbandingan Paylater Bank vs Fintech Non-Bank

Untuk lebih memahami mengapa paylater perbankan semakin diminati, berikut adalah perbandingan antara layanan dari bank dan fintech non-bank:

Kriteria Paylater Bank Fintech Non-Bank
Suku Bunga Lebih rendah dan transparan Cenderung lebih tinggi
Pengawasan Diawasi OJK Tergantung legalitas platform
Proses Pengajuan Cepat, terintegrasi di mobile banking Cepat, namun variasi proses
Keamanan Data Tinggi, sesuai regulasi perbankan Bervariasi, tergantung penyedia
Jangka Waktu Pinjaman Fleksibel, umumnya lebih panjang Umumnya jangka pendek

Faktor Pendorong Pertumbuhan Paylater di Sektor Perbankan

Lonjakan penggunaan layanan ini tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan paylater perbankan di awal 2026.

1. Peningkatan Literasi Keuangan

Masyarakat kini semakin sadar pentingnya menggunakan layanan keuangan yang terpercaya. Dengan adanya edukasi dari berbagai pihak, termasuk OJK, masyarakat lebih paham risiko dan manfaat dari layanan .

2. Adaptasi Digital oleh Bank

Bank-bank besar di Indonesia terus berinovasi untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan digital masyarakat. Layanan paylater adalah salah satu bentuk adaptasi tersebut, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang menginginkan kemudahan dan kecepatan.

3. Kebijakan Moneter yang Mendukung

Bank Indonesia dan OJK juga memberikan dukungan terhadap pengembangan layanan keuangan digital yang inklusif. Ini membuka ruang bagi bank untuk terus mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.

Tips Menggunakan Paylater Perbankan dengan Bijak

Meskipun layanan ini menawarkan banyak kemudahan, penggunaan yang tidak bijak bisa berujung pada masalah keuangan. Penting untuk memahami cara menggunakan paylater dengan tepat agar tidak terjebak utang.

1. Pahami Skema Bunga dan Biaya

Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan untuk membaca dan memahami skema bunga serta biaya yang berlaku. Ini akan membantu menghindari kejutan biaya di kemudian hari.

2. Gunakan Hanya untuk Kebutuhan Mendesak

Paylater sebaiknya digunakan untuk kebutuhan mendesak atau pengeluaran yang tidak bisa ditunda. Hindari penggunaan untuk kebutuhan konsumtif yang tidak penting.

3. Bayar Tepat Waktu

Keterlambatan pembayaran bisa berdampak pada riwayat kredit. Bayar pinjaman sesuai jadwal agar tidak mengganggu reputasi kredit di masa depan.

Potensi Paylater Bank ke Depan

Dengan pertumbuhan yang mencapai 20% di awal tahun, paylater perbankan berpotensi menjadi salah satu layanan unggulan di sektor digital banking. Apalagi, semakin banyak yang menginginkan solusi keuangan instan dan aman.

Bank juga terus meningkatkan fitur-fitur yang ada, seperti penawaran limit , sistem pembayaran cicilan yang fleksibel, dan integrasi dengan . Semua ini membuat pengalaman pengguna semakin baik dan menarik.

Disclaimer

Data dan angka yang disebutkan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang dirilis oleh OJK hingga Januari 2026. Angka pertumbuhan dan kondisi pasar bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada faktor ekonomi, regulasi, dan perilaku konsumen. Informasi ini dimaksudkan sebagai referensi dan bukan sebagai saran keuangan.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.