Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah kembali mengumumkan kebijakan penyaluran THR dan BHR. Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI/Polri, PPPK, hingga pensiunan. Sementara itu, pegawai swasta dan ojek online (ojol) akan menerima Bonus Hari Raya (BHR). Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi jelang lebaran.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa THR dan BHR merupakan stimulus ekonomi lanjutan dari pemerintah. Tujuannya tidak hanya memberikan kesejahteraan, tetapi juga mendorong konsumsi masyarakat menjelang hari raya. Anggaran yang disiapkan untuk THR PNS mencapai Rp55 triliun, naik sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya.
Komponen THR yang Diterima ASN
THR bukan sekadar tambahan penghasilan menjelang lebaran. Tunjangan ini memiliki komponen tertentu yang dihitung berdasarkan regulasi yang berlaku. Untuk ASN, THR mencakup beberapa elemen gaji dan tunjangan yang diterima secara rutin.
1. Gaji Pokok
Gaji pokok menjadi dasar perhitungan utama THR. Besaran THR biasanya setara dengan gaji pokok yang diterima ASN selama satu bulan penuh.
2. Tunjangan Keluarga
ASN yang memiliki status menikah dan memiliki tanggungan anak berhak mendapatkan tunjangan keluarga. Komponen ini juga menjadi bagian dari THR yang diterima.
3. Tunjangan Pangan
Tunjangan pangan diberikan kepada ASN sebagai bentuk dukungan biaya kebutuhan pokok. Tunjangan ini termasuk dalam komponen THR yang dibayarkan penuh.
4. Tunjangan Jabatan atau Kinerja
Bagi ASN yang menduduki jabatan tertentu atau memiliki penilaian kinerja baik, tunjangan jabatan atau kinerja juga menjadi bagian dari THR. Namun, besaran tunjangan ini bisa berbeda tergantung regulasi daerah atau instansi.
THR tidak sama dengan gaji ke-13. Gaji ke-13 biasanya diberikan menjelang akhir tahun sebagai bentuk apresiasi, sedangkan THR diberikan menjelang Idulfitri sebagai tunjangan khusus hari raya.
Jadwal Pencairan THR PNS 2026
Penyaluran THR PNS dan ASN lainnya dilakukan secara bertahap. Proses ini dimulai sejak awal Ramadan untuk memastikan penerima mendapatkan tunjangan sebelum hari raya. Berikut perkiraan jadwal pencairan THR 2026:
1. Tahap Pertama: 26 Februari 2026
Penyaluran dimulai untuk ASN pusat, TNI/Polri, dan beberapa instansi prioritas. Tahap ini mencakup sekitar 2,4 juta pegawai.
2. Tahap Kedua: Maret 2026
Tahap kedua ditujukan untuk ASN daerah dan PPPK. Sekitar 4,3 juta ASN daerah akan menerima THR dalam periode ini.
3. Tahap Ketiga: April 2026
Tahap terakhir ditujukan untuk pensiunan PNS. Sekitar 3,8 juta pensiunan akan mendapatkan THR menjelang Idulfitri.
Penerima THR dan BHR Lainnya
Selain ASN, beberapa kelompok lain juga mendapatkan tunjangan menjelang Idulfitri. Berikut rinciannya:
1. Pegawai Swasta
Pegawai swasta berhak mendapatkan Bonus Hari Raya (BHR). Besaran BHR biasanya ditentukan oleh perusahaan masing-masing, namun tetap diawasi oleh pemerintah agar sesuai dengan ketentuan.
2. Ojek Online (Ojol)
Ojol juga menjadi bagian dari penerima BHR. Pemerintah bekerja sama dengan berbagai platform digital untuk memastikan tunjangan ini bisa dinikmati para driver.
3. Pensiunan
Pensiunan PNS, baik dari pusat maupun daerah, juga mendapatkan THR. Penyaluran dilakukan pada tahap akhir sebagai bagian dari jadwal pencairan.
Perbandingan THR PNS Tahun Ini dan Sebelumnya
Berikut tabel perbandingan anggaran THR PNS dari tahun ke tahun:
| Tahun | Anggaran THR | Jumlah Penerima | Kenaikan (%) |
|---|---|---|---|
| 2024 | Rp50 triliun | 10,2 juta | – |
| 2025 | Rp52 triliun | 10,3 juta | 4% |
| 2026 | Rp55 triliun | 10,5 juta | 10% |
Anggaran yang terus meningkat menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan ASN menjelang hari raya. Peningkatan jumlah penerima juga sejalan dengan pertumbuhan jumlah ASN dan pensiunan.
Tips Menjelang Pencairan THR
Menanti THR memang dinantikan oleh banyak ASN. Agar THR bisa dimanfaatkan secara maksimal, ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan sebelumnya.
1. Cek Rekening Gaji
Pastikan rekening aktif dan tidak ada kendala teknis menjelang pencairan. Beberapa ASN pernah mengalami keterlambatan karena rekening yang tidak aktif.
2. Simulasikan Pengeluaran
THR biasanya diterima menjelang lebaran, saat pengeluaran meningkat. Membuat simulasi penggunaan dana bisa membantu menghindari pemborosan.
3. Manfaatkan THR untuk Investasi atau Tabungan
Selain untuk kebutuhan lebaran, sebagian THR bisa dialokasikan untuk tabungan atau investasi jangka pendek.
Disclaimer
Informasi mengenai tanggal pencairan THR dan besaran anggaran bersifat perkiraan berdasarkan pengumuman pemerintah hingga Maret 2026. Data bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi dan kebijakan terkini. Pastikan untuk selalu memantau pengumuman resmi dari instansi terkait.
THR dan BHR tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat menjelang Idulfitri. Dengan penyaluran yang bertahap dan terencana, diharapkan tunjangan ini bisa dirasakan oleh seluruh penerima secara merata dan tepat waktu.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













