PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) mencatat pencapaian menonjol dalam penyaluran pembiayaan syariah sepanjang 2025. Jumlahnya mencapai Rp9,8 triliun, atau sekitar 23% dari total pembiayaan baru yang disalurkan perusahaan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang solid dan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap produk keuangan berbasis syariah.
Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani, menyampaikan bahwa meski kontribusi pembiayaan Haji dan Umrah masih tergolong kecil, tren umum pembiayaan syariah terus menunjukkan peningkatan. Ini menjadi indikator kuat bahwa permintaan terhadap solusi keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah semakin berkembang di tengah masyarakat Indonesia.
Peningkatan Kontribusi Pembiayaan Syariah
Adira Finance tidak hanya puas dengan capaian saat ini, tetapi juga terus merancang strategi jangka panjang agar kontribusi pembiayaan syariah terus naik. Perusahaan berkomitmen untuk memperkuat ekosistem komunitas syariah dan memperluas jaringan distribusi.
Selain itu, fokus juga diberikan pada peningkatan penetrasi produk di segmen non-otomotif. Ini menjadi langkah penting karena selama ini pembiayaan syariah lebih banyak didominasi oleh sektor otomotif. Dengan memperluas ke segmen lain, Adira Finance berharap bisa menjangkau lebih banyak nasabah potensial.
1. Penguatan Ekosistem Komunitas Syariah
Langkah pertama dalam strategi ini adalah memperkuat ekosistem komunitas syariah. Ini mencakup kolaborasi dengan berbagai lembaga keuangan syariah, organisasi masyarakat, dan tokoh agama untuk membangun kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap produk pembiayaan syariah.
2. Perluasan Jaringan Distribusi
Perusahaan juga berupaya memperluas jaringan distribusi di seluruh Indonesia. Dengan membuka cabang baru dan memanfaatkan teknologi digital, Adira Finance ingin memastikan produk syariah lebih mudah diakses oleh masyarakat di berbagai daerah.
3. Peningkatan Penetrasi Produk Non-Otomotif
Salah satu fokus utama adalah meningkatkan penetrasi produk di sektor non-otomotif. Ini termasuk pembiayaan untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan produktif lainnya yang selama ini kurang terjamah oleh produk syariah.
4. Peningkatan Retensi Nasabah
Terakhir, perusahaan terus meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan. Dengan memperbaiki proses layanan dan memberikan solusi yang lebih personal, Adira Finance berharap nasabah syariah akan lebih loyal dan terus menggunakan produk mereka.
Data Terkini dari Otoritas Jasa Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa total piutang pembiayaan syariah di Indonesia hingga akhir 2025 mencapai Rp30,84 triliun. Angka ini naik 12,43% secara year-on-year (YoY), menunjukkan bahwa sektor pembiayaan syariah terus berkembang pesat.
Namun, tidak semua segmen menunjukkan pertumbuhan positif. Aset perusahaan pembiayaan syariah pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp36,55 triliun. Angka ini sedikit turun 0,89% YoY dibandingkan dengan Rp36,88 triliun pada tahun sebelumnya.
Tabel Perbandingan Data Pembiayaan Syariah 2024–2025
| Indikator | 2024 | 2025 | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Piutang Pembiayaan Syariah | Rp27,43 triliun | Rp30,84 triliun | 12,43% YoY |
| Aset Perusahaan Pembiayaan Syariah | Rp36,88 triliun | Rp36,55 triliun | -0,89% YoY |
Meski ada kontraksi tipis pada aset, pertumbuhan piutang menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk pembiayaan syariah tetap tinggi. Ini menjadi sinyal positif bagi perusahaan seperti Adira Finance untuk terus mengembangkan portofolio produk syariah mereka.
Roadmap PVML Syariah 2026
Di sisi lain, OJK tengah menyusun roadmap untuk Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya (PVML) Syariah pada tahun 2026. Kepala Pengawas Lembaga PVML OJK, Agusman, menyampaikan bahwa aset PVML syariah tumbuh 9,75% YoY menjadi Rp119,35 triliun.
Angka ini setara dengan 11,32% dari total aset PVML secara keseluruhan. Menurut Agusman, pertumbuhan ini menunjukkan bahwa potensi pengembangan sektor syariah masih sangat besar dan layak untuk terus didorong.
Fokus Utama Roadmap PVML Syariah
- Penguatan tata kelola perusahaan
- Penyempurnaan manajemen risiko
- Pengembangan inovasi produk yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat
Dengan adanya roadmap ini, diharapkan sektor pembiayaan syariah bisa tumbuh lebih terarah dan berkelanjutan. Ini juga menjadi peluang besar bagi perusahaan seperti Adira Finance untuk terus mengembangkan bisnis syariah mereka.
Potensi dan Tantangan ke Depan
Pertumbuhan pembiayaan syariah di 2025 memang menjanjikan, tetapi tidak serta merta tanpa tantangan. Persaingan semakin ketat, terutama dengan masuknya lebih banyak pemain baru di sektor ini. Selain itu, edukasi masyarakat juga masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dilakukan.
Namun, dengan komitmen kuat dan strategi yang tepat, Adira Finance berpotensi menjadi salah satu pemimpin pasar pembiayaan syariah di Indonesia. Apalagi dengan dukungan regulasi dari OJK yang terus mendorong pengembangan sektor ini.
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari informasi resmi OJK dan pernyataan resmi Adira Finance per 2025. Angka-angka dan persentase dapat berubah seiring waktu dan kebijakan yang berlaku. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi untuk informasi terkini.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













