Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H atau 2026 M, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp44 triliun. Alokasi ini digunakan untuk pengisian ATM dan Cash Recycling Machine (CRM) selama periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026. Jumlah ini naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp41,9 triliun.
Peningkatan penyediaan uang tunai ini mengikuti tren kenaikan aktivitas ekonomi menjelang Lebaran. Kebutuhan transaksi masyarakat biasanya melonjak, terutama saat bulan puasa hingga puncak arus mudik dan Idulfitri. Bank Mandiri ingin memastikan bahwa kebutuhan transaksi nasabah tetap terpenuhi dengan baik.
Kesiapan Uang Tunai dan Likuiditas
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menjelaskan bahwa kenaikan alokasi uang tunai sejalan dengan proyeksi lonjakan kebutuhan transaksi. Ini mencakup aktivitas konsumsi harian, pembayaran gaji, hingga distribusi Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN).
1. Target Pengisian Uang Tunai Harian
Bank Mandiri memperkirakan kebutuhan pengisian uang tunai mencapai antara Rp1 triliun hingga Rp1,4 triliun per hari. Proyeksi ini didasarkan pada data historis dan tren pertumbuhan ekonomi domestik yang menunjukkan lonjakan transaksi selama Ramadan dan Lebaran.
2. Partisipasi dalam Program SERAMBI 2026
Bank Mandiri turut serta dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang digagas oleh Bank Indonesia. Program ini bertujuan memastikan ketersediaan uang layak edar di seluruh wilayah Indonesia.
3. Mekanisme Penukaran Uang
Untuk mendukung program tersebut, Bank Mandiri menyediakan layanan penukaran uang baru dan layak edar. Mekanisme penukaran bisa dilakukan secara digital melalui aplikasi PINTAR BI, atau secara fisik melalui kas keliling dan titik penukaran bersama di berbagai daerah.
Infrastruktur dan Teknologi Pendukung
Selain uang tunai, Bank Mandiri juga menyiapkan infrastruktur teknologi dan layanan digital agar tetap berjalan optimal selama masa libur Idulfitri. Ini penting mengingat semakin banyak masyarakat yang beralih ke transaksi non-tunai.
1. Likuiditas RSD BI-Fast
Bank Mandiri menyiapkan likuiditas sebesar Rp18 triliun di Rekening Settlement Dana (RSD) BI-Fast. Dana ini akan digunakan untuk mengantisipasi lonjakan transaksi non-tunai selama 18 hingga 25 Maret 2026. Rata-rata likuiditas yang disediakan mencapai Rp2,5 triliun per hari.
2. Jaringan ATM dan EDC
Untuk mendukung transaksi tunai dan non-tunai, Bank Mandiri mengoperasikan 12.900 unit ATM/CRM serta 322.000 mesin EDC yang tersebar di seluruh Indonesia. Jaringan ini menjadi tulang punggung ekosistem pembayaran nasional selama masa transisi Ramadan dan Idulfitri.
3. Aplikasi Livin’ by Mandiri
Livin’ by Mandiri, aplikasi layanan digital Bank Mandiri, kini digunakan oleh 37,9 juta pengguna terdaftar. Aplikasi ini memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi perbankan dan gaya hidup secara praktis, termasuk top up Mandiri e-money yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Kesiapan Kartu dan Jaringan IT
Menjelang Lebaran, mobilitas masyarakat meningkat drastis. Untuk mendukung kebutuhan perbankan di tengah arus mudik dan arus balik, Bank Mandiri menyiapkan stok kartu dan jaringan teknologi informasi yang siap digunakan.
1. Stok Kartu Siap Edar
Bank Mandiri menyiapkan hingga 1,1 juta kartu yang tersedia di cabang, fitur Sukha di Livin’ by Mandiri, jaringan ritel seperti Indomaret dan Alfamart, outlet resmi di platform e-commerce, serta vending machine di titik-titik transportasi dan stasiun.
2. Tim IT Siaga 24 Jam
Untuk memastikan kelancaran seluruh layanan elektronik, Bank Mandiri membentuk tim monitoring IT yang siaga selama 24 jam. Tim ini bertugas memantau lonjakan transaksi dan mengantisipasi potensi gangguan pada channel pembayaran elektronik.
Tabel Perbandingan Alokasi Uang Tunai Mandiri Tahun 2025 dan 2026
| Tahun | Alokasi Uang Tunai | Kenaikan YoY | Periode Distribusi |
|---|---|---|---|
| 2025 | Rp41,9 triliun | – | 25 Februari – 26 Maret 2025 |
| 2026 | Rp44 triliun | 5% | 24 Februari – 25 Maret 2026 |
Tabel Rincian Infrastruktur dan Layanan Digital
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| ATM/CRM aktif | 12.900 unit |
| Mesin EDC | 322.000 unit |
| Pengguna Livin’ by Mandiri | 37,9 juta |
| Stok kartu tersedia | 1,1 juta |
| Likuiditas RSD BI-Fast | Rp18 triliun |
Optimisme Bank Mandiri
Dengan serangkaian persiapan yang matang, Bank Mandiri optimistis dapat menjaga kepercayaan nasabah. Langkah-langkah ini juga memperkuat peran bank sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional saat momentum Ramadan dan Idulfitri.
Bank Mandiri terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat yang semakin dinamis. Kesiapan infrastruktur, likuiditas, dan layanan digital menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Disclaimer: Data dan angka yang disebutkan dalam artikel ini bersifat prediktif dan dapat berubah tergantung pada kondisi ekonomi dan kebijakan yang berlaku menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.












