Pertamina terus mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tapi juga naik kelas. Dalam berbagai inisiatif yang digelar, perusahaan ini menekankan pentingnya inovasi, ketahanan, dan akses pasar sebagai modal utama agar pelaku usaha mikro bisa bersaing secara nasional bahkan global. Di tengah tantangan ekonomi global yang terus bergulir, langkah-langkah nyata perlu dilakukan agar UMKM tetap eksis dan berkembang.
Melalui program Rumah BUMN, Pertamina menggelar beragam kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM. Salah satunya adalah Webinar Kartini 2026 yang dihadiri lebih dari 500 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Acara ini mengangkat tema “Peningkatan Daya Saing, Inovasi, dan Akses Pasar untuk UMKM”, menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam mendorong pertumbuhan usaha kecil.
Inovasi dan Ketahanan Jadi Modal Utama UMKM
Momen Hari Kartini 2026 dimanfaatkan Pertamina untuk mengingatkan bahwa semangat juang dan inovasi harus terus dijaga oleh para pelaku UMKM. Di tengah kenaikan biaya produksi dan dinamika pasar global, ketahanan menjadi faktor penentu apakah sebuah usaha bisa bertahan atau malah terpuruk. Namun ketahanan saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan inovasi yang tepat.
1. Bangun Fondasi Bisnis yang Kuat
Langkah awal yang perlu dilakukan pelaku UMKM adalah membangun fondasi bisnis yang solid. Ini mencakup sistem manajemen, perencanaan keuangan, serta strategi pemasaran yang jelas. Fondasi ini akan menjadi dasar ketika bisnis menghadapi tantangan atau ingin berkembang ke tahap selanjutnya.
2. Terapkan Strategi Branding yang Efektif
Branding bukan cuma soal nama atau logo yang menarik. Ini tentang bagaimana pelanggan melihat dan merasakan nilai dari produk atau layanan yang ditawarkan. UMKM perlu punya identitas yang kuat dan konsisten agar mudah dikenali serta dipercaya konsumen.
3. Siap Hadapi Krisis dengan Fleksibilitas
Krisis datang dalam berbagai bentuk, entah itu gangguan rantai pasok, kenaikan harga bahan baku, atau perubahan regulasi. Yang penting adalah bagaimana pemilik usaha bisa cepat beradaptasi dan mencari solusi tanpa harus menyerah begitu saja.
Akses Pasar: Jalan Terbuka Menuju Skala Lebih Besar
Salah satu tantangan utama UMKM adalah keterbatasan akses pasar. Banyak pelaku usaha yang punya produk berkualitas tinggi namun kesulitan menjangkau konsumen karena minimnya jaringan distribusi atau kurangnya platform digital.
1. Manfaatkan Platform Digital Secara Maksimal
Di era digital saat ini, media sosial dan marketplace menjadi pintu masuk utama UMKM untuk menembus pasar yang lebih luas. Tidak hanya lokal, potensi ekspor pun terbuka lebar asalkan strategi digitalnya tepat dan konsisten.
2. Ikuti Pelatihan dan Pameran yang Diselenggarakan
Program seperti pelatihan dan pameran yang diselenggarakan oleh Rumah BUMN memberi kesempatan besar bagi UMKM untuk belajar, berjejaring, dan menampilkan produk mereka kepada calon pembeli atau mitra bisnis. Sejak awal tahun 2026 saja, Pertamina telah menggelar 267 pelatihan dan 179 pameran lokal.
3. Bangun Kemitraan dengan BUMN dan Swasta
Kolaborasi dengan perusahaan besar seperti Pertamina memberi dorongan signifikan bagi UMKM. Selain mendapat akses pasar, UMKM juga bisa belajar langsung cara mengelola bisnis dengan standar yang lebih tinggi.
Studi Kasus Sukses: Kebab Turki Baba Rafi
Contoh nyata yang bisa dijadikan inspirasi adalah Kebab Turki Baba Rafi. Dari bisnis kecil bermodal gerobak, kini brand ini sudah menembus pasar internasional. Pendiri brand tersebut, Nilamsari Sahadewa, membagikan pengalamannya dalam webinar Kartini 2026 bahwa fondasi bisnis yang kuat dan kemampuan menghadapi krisis adalah kunci kesuksesan.
| Aspek | Sebelum | Sesudah |
|---|---|---|
| Skala Usaha | Gerobak keliling | Ratusan cabang + ekspor |
| Modal Awal | Terbatas | Didukung investor & sistem manajemen |
| Target Pasar | Lokal | Nasional & Internasional |
Komitmen Pertamina dalam Pengembangan UMKM
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, Pertamina terus berkomitmen untuk mendampingi UMKM agar semakin tangguh dan adaptif. Program-program yang digelar tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang secara nyata.
1. Program Pembinaan Rutin
Setiap bulan, Pertamina menggelar pembinaan rutin yang mencakup pelatihan manajemen, pemasaran digital, hingga sertifikasi produk. Tujuannya agar UMKM bisa memenuhi standar pasar modern.
2. Fasilitasi Sertifikasi Produk
Sertifikasi menjadi salah satu syarat agar produk bisa diterima di pasar yang lebih luas, termasuk ritel modern. Pertamina telah membantu 1.323 UMKM mendapatkan sertifikasi resmi sepanjang triwulan I 2026.
3. Peningkatan Kapasitas SDM
Pelatihan tidak hanya ditujukan untuk pemilik usaha, tapi juga untuk tim operasional. Dengan SDM yang kompeten, kualitas produk dan layanan pun ikut meningkat.
Energi Berkelanjutan: Solusi Biaya dan Daya Saing
Efisiensi energi menjadi topik penting dalam upaya menekan biaya operasional. Pertamina menyarankan agar UMKM mulai mempertimbangkan penggunaan energi terbarukan atau teknologi yang lebih hemat. Langkah ini tidak hanya mengurangi pengeluaran, tapi juga menambah nilai tambah di mata konsumen yang semakin peduli lingkungan.
Muhammad Baron, VP Corporate Communication Pertamina, menegaskan bahwa penggunaan energi yang bijak adalah bagian dari strategi jangka panjang UMKM. “Dengan efisiensi energi, UMKM bisa turut berkontribusi pada ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan daya saing,” katanya.
Data dan Statistik UMKM Binaan Pertamina (Triwulan I 2026)
| Jenis Program | Jumlah |
|---|---|
| UMKM yang Dibina | 15.884 |
| Sertifikasi Produk | 1.323 |
| Pelatihan | 267 |
| Pameran Lokal | 179 |
Disclaimer: Data di atas bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan program dan pencapaian di lapangan.
Kesimpulan: Naik Kelas Itu Harus Dijalani, Bukan Ditunggu
UMKM bukan hanya tulang punggung ekonomi Indonesia, tapi juga agen perubahan yang bisa membawa produk lokal menembus pasar global. Dengan dukungan dari pihak swasta seperti Pertamina, peluang untuk naik kelas semakin terbuka lebar. Tapi tentu saja, semua itu tidak akan terjadi tanpa niat kuat dan kerja keras dari para pelaku usaha sendiri.
Inovasi, ketahanan, dan akses pasar bukan sekadar slogan. Mereka adalah komponen penting yang harus terus diasah dan dikembangkan agar usaha bisa terus bertumbuh meskipun di tengah badai. Dan yang paling penting, semangat Kartini—semangat perjuangan, keberanian, dan inovasi—harus terus mengalir dalam setiap langkah pengembangan usaha.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













