Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Sejumlah berita ekonomi mencuri perhatian publik pada Kamis, 23 April 2026. Dari daftar miliarder wanita terkaya hingga pencapaian rekor cadangan beras nasional, isu-isu ini jadi sorotan utama di Metrotvnews.com. Berikut rangkuman berita ekonomi yang paling banyak dibaca.
Daftar 4 Wanita Terkaya di Indonesia Tahun 2026 Versi Forbes
Forbes kembali merilis daftar miliarder terbaru berdasarkan data per 1 Maret 2026. Meski dominasi masih dipegang oleh pria, jumlah wanita di jajaran miliarder dunia terus meningkat. Di Indonesia, empat nama wanita berhasil masuk dalam daftar tersebut.
-
Sri Pranoto
Dikenal sebagai pemilik grup bisnis kopi dan properti, Sri Pranoto menempati posisi teratas daftar wanita terkaya Indonesia. -
Dian Sastro
Pengusaha media dan hiburan ini memiliki kekayaan yang terus bertumbuh berkat portofolio investasinya di sektor digital. -
Lina Handayani
Istri dari salah satu pemilik perusahaan batubara terbesar di Indonesia, Lina masuk dalam daftar berkat portofolio investasi yang luas. -
Maya Widjaja
Anggota keluarga konglomerat media ini tercatat memiliki aset di sektor properti dan teknologi.
Mau Bikin Surat Keterangan Sehat di Puskesmas dan Rumah Sakit? Segini Biayanya
Permintaan surat keterangan sehat kian meningkat, terutama karena beberapa instansi mewajibkan dokumen ini sebagai bagian dari proses pendaftaran. Banyak masyarakat kini mencari tahu berapa biaya yang dikenakan untuk membuat surat tersebut di fasilitas kesehatan pemerintah.
Tarif Resmi Pembuatan Surat Keterangan Sehat
| Jenis Faskes | Biaya (Rp) |
|---|---|
| Puskesmas | 50.000 |
| Rumah Sakit Umum | 75.000 |
| Rumah Sakit Khusus | 100.000 |
Pembayaran ini mencakup pemeriksaan dasar seperti tensi, tinggi badan, berat badan, serta pemeriksaan fisik umum. Surat akan dikeluarkan langsung oleh dokter yang bersangkutan jika hasil pemeriksaan dinyatakan memenuhi syarat.
Cadangan Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Salah satu pencapaian penting di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto adalah rekor baru cadangan beras nasional. Perum Bulog mencatat cadangan beras mencapai 5.000.198 ton pada 23 April 2026. Angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang masa.
Faktor Penyebab Peningkatan Cadangan
-
Produksi Pertanian yang Stabil
Program revitalisasi pertanian dan irigasi memberikan dampak langsung pada peningkatan produksi padi di berbagai daerah. -
Peningkatan Kapasitas Gudang
Pembangunan dan pembenahan gudang penyimpanan beras dilakukan di seluruh Indonesia untuk mengurangi kehilangan pasca panen. -
Kebijakan Impor yang Terkendali
Impor beras hanya dilakukan saat diperlukan, dan lebih banyak disalurkan untuk cadangan darurat. -
Kolaborasi dengan Petani
Program pembelian gabah dari petani dengan harga yang kompetitif mendorong produksi berkelanjutan.
Restrukturisasi Utang Whoosh Hampir Selesai, Ini Penjelasan Danantara
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh kini memasuki fase akhir restrukturisasi utang. Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, menyatakan bahwa skema restrukturisasi sedang dalam tahap penyempurnaan.
Tahapan Restrukturisasi
-
Evaluasi Ulang Kewajiban Utang
Peninjauan total kewajiban terhadap mitra asing dan domestik untuk menyesuaikan dengan kapasitas operasional proyek. -
Penyusunan Skema Baru
Penawaran ulang terhadap jadwal pembayaran dan bunga yang lebih sesuai dengan proyeksi pendapatan Whoosh. -
Persetujuan dari Pemegang Saham
Persetujuan dari semua pihak, termasuk pemerintah dan investor asing, menjadi syarat utama sebelum implementasi. -
Implementasi dan Monitoring
Setelah disetujui, skema akan diterapkan dan terus dipantau untuk memastikan keberlanjutan proyek.
BKPM Catat Investasi RI Nyaris Rp500 Triliun di Triwulan I-2026
Realisasi investasi di triwulan pertama 2026 mencatat angka Rp498,8 triliun. Angka ini naik 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat Rp465,2 triliun.
Komposisi Investasi Triwulan I-2026
| Sektor | Nilai Investasi (Rp Triliun) | Persentase |
|---|---|---|
| Manufaktur | 180 | 36,1% |
| Infrastruktur | 100 | 20,0% |
| Teknologi Informasi | 80 | 16,0% |
| Energi Terbarukan | 70 | 14,0% |
| Lainnya | 68,8 | 13,9% |
Peningkatan investasi ini didukung oleh kebijakan pemerintah yang mendorong hilirisasi dan peningkatan iklim investasi melalui berbagai insentif.
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat terbatas hingga tanggal publikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan kebijakan dan kondisi ekonomi nasional serta global. Informasi lebih lanjut sebaiknya dikonfirmasi kembali ke sumber resmi terkait.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













