Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tahun buku 2025 memutuskan langkah strategis untuk memperkuat modal dan ekspansi kredit. Dalam pertemuan yang digelar pada April 2026, BTN mengambil keputusan penting untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. Seluruh laba bersih sebesar Rp3,5 triliun dialokasikan sebagai saldo laba ditahan guna mendukung rencana pengambilalihan portofolio kredit dari pihak ketiga.
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap kebutuhan modal yang besar akibat rencana akuisisi portofolio kredit bernilai lebih dari 20% dari ekuitas perusahaan. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa pilihan untuk tidak membagikan dividen merupakan keputusan yang diambil setelah mempertimbangkan berbagai opsi pendanaan, termasuk penerbitan surat utang yang dinilai kurang efisien karena akan menimbulkan beban bunga.
Penguatan Modal dan Strategi Ekspansi Kredit BTN
BTN memilih untuk tidak menggunakan instrumen pendanaan tambahan seperti sub-debt atau additional tier 1 capital karena waktu dan biaya yang terkait. Sebagai gantinya, laba ditahan menjadi pilihan utama untuk memperkuat modal sebelum melakukan ekspansi kredit yang lebih agresif di tahun 2026. Pendekatan ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan kredit sebesar 8–10% sesuai target tahun ini.
1. Pengambilalihan Portofolio Kredit
Salah satu langkah konkret yang diambil BTN adalah pengambilalihan portofolio kredit dari pihak ketiga. Portofolio ini mencakup kredit produktif dan konsumtif yang memiliki profil risiko lebih rendah dan yield lebih tinggi dibandingkan portofolio eksisting BTN. Transaksi ini diproyeksikan dapat menurunkan rasio NPL (Non-Performing Loan) di bawah 3% menjelang akhir tahun.
2. Peningkatan Pendapatan Bunga
Dengan portofolio baru yang memiliki kualitas aset lebih baik, BTN berpotensi meningkatkan pendapatan bunga secara signifikan. Hal ini sejalan dengan target ekspansi kredit yang lebih agresif dan sekaligus memperkuat posisi keuangan perusahaan di tengah persaingan industri perbankan.
3. Kolaborasi Strategis untuk Pipeline Kredit
BTN juga memperluas kolaborasi strategis, salah satunya dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam pengembangan hunian berbasis kawasan transit (transit oriented development/TOD). Proyek ini mencakup pengembangan lima tower hunian vertikal di lokasi-lokasi strategis, yang akan menjadi sumber pipeline kredit perumahan baru di masa depan.
Perubahan Susunan Pengurus dan Pengaruhnya
Selain fokus pada ekspansi kredit, RUPST juga menyetujui sejumlah perubahan dalam susunan pengurus BTN. Perubahan ini mencerminkan dinamika organisasi yang berjalan seiring dengan rencana jangka panjang perusahaan.
1. Pengangkatan dan Perubahan Jabatan
Beberapa posisi dalam Dewan Komisaris dan Direksi mengalami perubahan. Salah satunya adalah pengangkatan Endra Gunawan sebagai Wakil Komisaris Utama menggantikan Dwi Ary Purnomo yang telah menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja sejak Februari 2026.
2. Kontinuitas Kepemimpinan
RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali dua anggota Direksi, yaitu Nofry Rony Poetra dan Eko Waluyo. Langkah ini diambil untuk menjaga kesinambungan strategi bisnis dan memperkuat kepemimpinan di tengah transformasi BTN.
Susunan Pengurus BTN Terbaru
Berikut adalah susunan pengurus BTN yang baru berdasarkan hasil RUPST:
Direksi
- Direktur Utama: Nixon L.P. Napitupulu
- Wakil Direktur Utama: Oni Febriarto Rahardjo
- Direktur Finance & Strategy: Nofry Rony Poetra
- Direktur Consumer Banking: Hirwandi Gafar
- Direktur Risk Management: Setiyo Wibowo
- Direktur Operations: I Nyoman Sugiri Yasa
- Direktur Network & Retail Funding: Rully Setiawan
- Direktur Commercial Banking: Hermita
- Direktur Human Capital & Compliance: Eko Waluyo
- Direktur Information Technology: Tan Jacky Chen
- Direktur Treasury & International Banking: Venda Yuniarti
- Direktur Corporate Banking: Helmy Afrisa Nugroho
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Suryo Utomo
- Wakil Komisaris Utama: Endra Gunawan
- Komisaris: Fahri Hamzah
- Komisaris: Didyk Choiroel
- Komisaris Independen: Ida Nuryanti
- Komisaris Independen: Pietra Machreza Paloh
- Komisaris Independen: Panangian Simanungkalit
Rencana Jangka Panjang dan Ketahanan Keuangan
BTN juga menyetujui RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) tahun 2026 serta RJPP (Rencana Jangka Panjang Perusahaan) 2025–2029. Langkah ini menjadi pedoman dalam pengembangan bisnis jangka menengah hingga panjang. Selain itu, perubahan Recovery Plan disetujui sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan perusahaan dalam menghadapi potensi tekanan keuangan.
Penutup
Langkah BTN untuk menahan laba dan memperkuat modal menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung ekspansi kredit yang berkelanjutan. Dengan portofolio baru yang lebih produktif dan kolaborasi strategis yang luas, bank ini siap menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang di sektor perumahan. Perubahan pengurus yang terjadi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kinerja dan transformasi organisasi.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersumber dari keputusan RUPST BTN Tahun Buku 2025 dan dapat berubah seiring perkembangan situasi dan regulasi yang berlaku. Data dan target yang disebutkan merupakan proyeksi internal perusahaan dan belum tentu menjadi jaminan hasil nyata di masa depan.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













