Bank Mandiri kembali mencatatkan pertumbuhan yang solid di kuartal pertama tahun 2026. Dari sisi penyaluran kredit, bank BUMN ini berhasil menyalurkan dana sebesar Rp1.530 triliun, naik 17,4 persen secara tahunan. Angka ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan yang hanya mencatatkan kenaikan 9,37 persen year-on-year berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Februari 2026.
Tidak hanya di sektor kredit, Bank Mandiri juga menunjukkan performa kuat dalam penghimpunan dana. Dana Pihak Ketiga (DPK) bank ini tercatat sebesar Rp1.675 triliun, naik 21,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini juga melampaui rata-rata industri yang berada di angka 13,2 persen. Dengan pencapaian ini, posisi Bank Mandiri sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia semakin kokoh.
Kinerja Keuangan yang Sehat dan Berkelanjutan
Pertumbuhan yang tinggi tidak serta merta mengabaikan kualitas aset. Justru, Bank Mandiri menunjukkan bahwa ekspansi bisnisnya tetap dijaga dengan ketat dari segi manajemen risiko. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross tetap terjaga di level 0,98 persen, turun 3 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri yang mencapai 2,17 persen.
1. Peningkatan Rasio CASA Menjadi Penopang Pendanaan
Salah satu indikator penting dalam stabilitas pendanaan adalah rasio CASA (Current Account Saving Account). Pada kuartal I/2026, CASA Bank Mandiri mencapai Rp1.201 triliun, naik 12,7 persen secara tahunan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa semakin banyak nasabah yang memilih menyimpan dana dalam bentuk rekening non-bunga, yang umumnya lebih stabil dan murah untuk bank.
2. Efisiensi Operasional Semakin Meningkat
Bank Mandiri juga berhasil menekan biaya operasional melalui peningkatan efisiensi. Rasio BOPO (Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional) turun menjadi 58,0 persen, membaik 3,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan bahwa bank semakin efektif dalam mengelola biaya operasionalnya, seiring dengan peningkatan pendapatan.
3. Cadangan Kredit yang Memadai untuk Antisipasi Risiko
Bank Mandiri mempertahankan posisi yang kuat dalam hal pencadangan kredit bermasalah. NPL Coverage Ratio mencapai 245 persen, artinya bank memiliki dana cadangan yang lebih dari cukup untuk menutupi risiko kredit macet. Ini menjadi salah satu indikator penting bagi investor dan regulator terkait ketahanan bank di tengah ketidakpastian ekonomi.
Dukungan Terhadap Program Prioritas Nasional
Selain fokus pada kinerja internal, Bank Mandiri juga aktif mendukung berbagai program prioritas nasional. Melalui berbagai inisiatif, bank ini turut mendorong pemulihan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
1. Kredit Usaha Rakyat (KUR) Salurkan Dana ke Lebih dari 87 Ribu UMKM
Program KUR menjadi salah satu andalan dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga kuartal I/2026, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp11 triliun, menjangkau lebih dari 87 ribu pelaku usaha. Penyaluran ini tersebar di berbagai sektor produktif, mulai dari perdagangan, pertanian, hingga jasa.
2. Program Makan Bergizi Gratis Didukung dengan Teknologi Virtual Account
Dalam upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dana sosial, Bank Mandiri menyediakan layanan Virtual Account untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lebih dari 6.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menggunakan layanan ini. Dengan sistem ini, setiap transaksi dapat dilacak secara digital, memastikan dana digunakan secara tepat sasaran.
3. Pembiayaan Program 3 Juta Rumah Capai 2.300 Unit Hunian
Bank Mandiri turut mendukung program pemerintah dalam menyediakan hunian terjangkau melalui pembiayaan Program 3 Juta Rumah (FLPP). Hingga Maret 2026, sebanyak 2.300 unit hunian telah dibiayai. Program ini tidak hanya membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan rumah, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor properti dan konstruksi.
4. Penguatan Ekonomi Desa Melalui Koperasi Desa Merah Putih
Di tingkat desa, Bank Mandiri mendukung sekitar 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di wilayah pedesaan. Dengan memberikan akses permodalan dan pendampingan, bank ini membantu koperasi tumbuh dan memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal.
Perbandingan Kinerja Bank Mandiri dengan Industri Perbankan
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah perbandingan kinerja utama Bank Mandiri dengan rata-rata industri perbankan Indonesia pada kuartal I/2026:
| Indikator | Bank Mandiri | Rata-Rata Industri |
|---|---|---|
| Pertumbuhan Kredit (YoY) | 17,4% | 9,37% |
| Pertumbuhan DPK (YoY) | 21,1% | 13,2% |
| Rasio NPL Gross | 0,98% | 2,17% |
| Rasio BOPO | 58,0% | – |
| Rasio CASA (YoY) | 12,7% | – |
Penutup
Pertumbuhan yang konsisten dan sehat di kuartal I/2026 menunjukkan bahwa Bank Mandiri terus memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan kelas kakap di Indonesia. Dengan kombinasi antara ekspansi bisnis yang agresif namun tetap disiplin dalam pengelolaan risiko, bank ini menjadi salah satu pilar penting dalam stabilitas sistem perbankan nasional.
Selain itu, dukungan terhadap program prioritas nasional menunjukkan bahwa Bank Mandiri tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Disclaimer: Data yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari Public Expose Kuartal I/2026 Bank Mandiri dan Otoritas Jasa Keuangan. Angka-angka yang disebutkan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan kondisi makroekonomi dan kebijakan perusahaan.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













