Nasional

BRI Teguhkan Peran Keuangan Berkelanjutan di Tahun 2026 demi Masa Depan yang Lebih Hijau dan Sejahtera

Rista Wulandari
×

BRI Teguhkan Peran Keuangan Berkelanjutan di Tahun 2026 demi Masa Depan yang Lebih Hijau dan Sejahtera

Sebarkan artikel ini
BRI Teguhkan Peran Keuangan Berkelanjutan di Tahun 2026 demi Masa Depan yang Lebih Hijau dan Sejahtera

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk alias BRI terus menggelar langkah nyata dalam membumikan prinsip keuangan berkelanjutan ke dalam tata kelola bisnisnya. Ini bukan sekadar isu tren atau lip service semata, melainkan bagian dari strategi jangka panjang yang dirancang serius demi mendorong pertumbuhan berkualitas sekaligus memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Melalui berbagai inisiatif terstruktur, BRI membuktikan bahwa bank pelat merah ini tak hanya fokus pada angka-angka laba rugi. Sebaliknya, Perseroan juga aktif membangun ekosistem keuangan yang responsif terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Dalam RUPST 2026 yang digelar beberapa waktu lalu, komitmen kuat BRI terhadap sustainable finance semakin terlihat jelas, termasuk dalam penyesuaian kebijakan dan target aksi jangka panjang.

Integrasi Keuangan Berkelanjutan dalam Strategi BRI

Langkah-langkah konkret yang diambil BRI dalam mengintegrasikan keuangan berkelanjutan ke dalam bisnisnya tidak datang begitu saja. Ada proses sistematis yang dilakukan, baik dari sisi regulasi maupun praktik operasional. Semua ini dirancang agar keberlanjutan bukan sekadar slogan, tapi benar-benar menjadi bagian dari DNA organisasi.

1. Memenuhi Regulasi OJK tentang Keuangan Berkelanjutan

Salah satu fondasi utama dari penerapan keuangan berkelanjutan di BRI adalah ketaatan terhadap aturan main yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). POJK No. 51/POJK.03/2017 menjadi acuan dalam menyusun kebijakan internal yang selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Dengan begitu, BRI tidak hanya patuh secara hukum, tapi juga memastikan bahwa setiap keputusan bisnis memiliki dampak sosial dan lingkungan yang terukur.

2. Mempublikasikan Laporan Keberlanjutan Tahunan

Transparansi menjadi pilar penting dalam implementasi keuangan berkelanjutan. BRI secara rutin mempublikasikan laporan keberlanjutan yang mencerminkan pencapaian dan tantangan dalam menerapkan prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Laporan ini tidak hanya tersedia di situs resmi BRI, tapi juga dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bentuk akuntabilitas publik.

3. Menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan

Untuk memastikan keberlanjutan tidak hanya menjadi proyek jangka pendek, BRI menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) untuk periode 2026–2030. Dokumen ini berfungsi sebagai roadmap dalam mengimplementasikan berbagai program yang berdampak langsung pada masyarakat dan lingkungan. RAKB ini juga mencakup target jangka pendek yang lebih fleksibel namun tetap terukur.

Pembiayaan Berkelanjutan: Fokus pada KUBL dan KUBS

Langkah konkret BRI dalam mendorong keuangan berkelanjutan terlihat dari besarnya alokasi dana yang disalurkan ke sektor-sektor bernilai sosial dan lingkungan. Hingga akhir tahun 2025, BRI mencatatkan pencapaian yang cukup signifikan dalam dua kategori utama:

1. Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)

Total pembiayaan untuk KUBL mencapai Rp93,2 triliun atau sekitar 6,94% dari total pembiayaan BRI. Dana ini dialokasikan untuk mendukung usaha-usaha yang ramah lingkungan, seperti energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan pertanian berkelanjutan. Ini menunjukkan bahwa BRI tidak hanya peduli pada profitabilitas, tapi juga pada jejak karbon dan dampak lingkungan dari aktivitas yang didanainya.

2. Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)

Lebih dari separuh total pembiayaan BRI, yakni sebesar Rp718,7 triliun atau 53,5%, disalurkan untuk KUBS. Ini mencakup berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, , dan inklusi ekonomi. Fokus pada KUBS menunjukkan bahwa BRI memandang dirinya bukan hanya sebagai institusi keuangan, tapi juga sebagai agen perubahan sosial.

Inovasi Pendanaan: Penerbitan Social Bond

Untuk memperluas dampak dari pembiayaan sosial, BRI menerbitkan Social Bond senilai Rp5 triliun. Dana hasil penerbitan obligasi ini dialokasikan untuk mendanai proyek-proyek yang langsung memberikan manfaat sosial, seperti infrastruktur pendidikan, fasilitas kesehatan, dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ini adalah langkah strategis yang memungkinkan BRI menarik yang memiliki visi serupa dalam hal tanggung jawab sosial.

Pengelolaan Risiko Iklim: Climate Risk Stress Testing

Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, tapi realitas saat ini. BRI menyadari bahwa risiko iklim dapat memengaruhi stabilitas keuangan jangka panjang. Oleh karena itu, Perseroan melakukan Climate Risk Stress Testing (CRST) sesuai panduan OJK. Langkah ini membantu BRI memahami potensi risiko yang timbul akibat perubahan iklim dan merancang mitigasi yang tepat.

Penguatan Inklusi dan Literasi Keuangan

Inklusi keuangan menjadi salah satu pilar utama dalam strategi BRI. Melalui berbagai inisiatif, BRI terus memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat luas, terutama di daerah terpencil dan kurang terlayani.

1. Super App BRImo

BRImo, digital BRI, telah digunakan oleh lebih dari 45,93 juta hingga akhir 2025. Aplikasi ini tidak hanya menyediakan layanan transaksi keuangan dasar, tapi juga fitur-fitur yang mendukung inklusi, seperti pinjaman mikro dan edukasi keuangan.

2. Agen BRILink

Agen BRILink yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai lebih dari 1,19 juta unit. Ini memungkinkan masyarakat di pelosok tetap bisa mengakses meski tidak memiliki cabang fisik terdekat.

3. Program Desa BRILiaN

Program BRILiaN telah mencakup lebih dari 5.245 desa di seluruh Nusantara. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi lokal melalui pendampingan, pelatihan, dan akses permodalan yang terjangkau.

Standar Pelaporan Internasional dan Tata Kelola

Untuk memastikan bahwa praktik keuangan berkelanjutan BRI sejalan dengan standar global, Perseroan mengadopsi IFRS Sustainability Disclosure Standards (IFRS S1 dan S2). Adopsi ini memungkinkan BRI menyajikan informasi keberlanjutan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, tata kelola perusahaan yang kuat juga menjadi fokus utama. Hal ini tercermin dari pencapaian peringkat Corporate Governance Scorecard (ACGS) dan Corporate Governance Perception Index (CGPI) yang menunjukkan komitmen BRI terhadap tata kelola yang baik.

Penghargaan Global atas Komitmen Keberlanjutan

Komitmen BRI terhadap keuangan berkelanjutan tidak luput dari perhatian dunia. Beberapa penghargaan global yang berhasil diraih antara lain:

Penghargaan Detail
MSCI ESG Rating Peringkat A
Sustainalytics Kategori Low Risk
S&P Global CSA Skor persentil ke-92
S&P Global Sustainability Yearbook Masuk selama 4 tahun berturut-turut

Capaian ini menempatkan BRI sebagai salah satu perusahaan Indonesia yang paling konsisten dalam menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Kesimpulan

Langkah-langkah yang diambil BRI dalam mengintegrasikan keuangan berkelanjutan ke dalam strategi bisnisnya bukan sekadar respons terhadap tren global. Ini adalah komitmen nyata untuk menjadi lembaga keuangan yang tidak hanya tumbuh secara finansial, tapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan pendekatan yang holistik dan terukur, BRI terus membangun fondasi masa depan yang lebih inklusif dan ramah lingkungan.

Disclaimer: Data dan pencapaian yang disebutkan dalam artikel ini bersumber dari informasi resmi BRI per tanggal akhir tahun 2025. Informasi ini dapat berubah sewaktu-waktu seiring dengan perkembangan strategi dan regulasi.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.