Pembentukan holding energi bersih baru, PT Daya Energi Bersih Nusantara atau dikenal dengan nama Denera, di bawah naungan Danantara, menjadi langkah penting dalam memperkuat pengelolaan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Kehadiran Denera diharapkan bisa memberikan kepastian investasi, terutama di tengah dinamika kebijakan daerah yang berpotensi mengganggu progres proyek strategis nasional.
Salah satu proyek yang tengah menjadi sorotan adalah PSEL Makassar dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun. Proyek ini menghadapi ketidakpastian setelah Pemerintah Kota Makassar menyatakan rencana mengakhiri kontrak yang sedang berjalan dan membuka tender ulang. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi, terutama dari pihak investor global seperti Shanghai SUS Environment yang telah dipilih sebagai pemenang tender sebelumnya.
Dinamika Kebijakan dan Dampaknya pada Investasi
-
Ketidakpastian kebijakan daerah mengganggu proyek strategis
Perubahan kebijakan di tingkat daerah, seperti yang terjadi di Makassar, bisa langsung berdampak pada proyek nasional. Investor yang sudah menjalani proses panjang seleksi dan persiapan, tiba-tiba harus menghadapi rencana pembatalan kontrak. Ini bukan hanya soal kerugian finansial, tapi juga soal kepercayaan.
-
Investor telah melakukan komitmen awal
Shanghai SUS Environment bersama konsorsiumnya telah menandatangani perjanjian kerja sama pada September 2024. Sebelumnya, mereka juga telah melewati proses tender yang ketat dan memenuhi berbagai syarat teknis serta finansial. Namun, rencana tender ulang membuat semua persiapan tersebut menjadi terancam.
-
Perlu sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah
Dalam konteks ini, Denera hadir sebagai garda depan untuk menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, diharapkan proyek-proyek strategis seperti PSEL bisa berjalan lebih stabil dan tidak mudah terganggu oleh perubahan kebijakan lokal.
Peran Holding Baru dalam Menjaga Konsistensi Investasi
Pembentukan Denera bukan sekadar soal struktur organisasi baru. Ini adalah bagian dari strategi nasional untuk memperkuat pengelolaan energi terbarukan berbasis sampah. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki oleh Danantara, Denera diharapkan bisa menjadi penghubung yang efektif antara investor, pemerintah daerah, dan pusat.
Menurut Gusti Raganata, peneliti kebijakan publik dan sustainability Celios, dinamika yang terjadi di Makassar menjadi sinyal penting bagi keberlanjutan investasi energi berbasis sampah secara nasional. Ia menilai bahwa proyek sebesar itu membutuhkan stabilitas kebijakan dan kepastian hukum agar investor tetap percaya diri menanamkan modalnya.
Langkah Strategis Denera dalam Mengelola Proyek PSEL
-
Menjadi penghubung antara investor dan pemerintah daerah
Denera diharapkan bisa memfasilitasi komunikasi yang lebih baik antara pihak-pihak terkait. Dengan pendekatan profesional dan transparan, holding ini bisa menjembatani perbedaan kebijakan dan memastikan proyek tetap berjalan sesuai rencana.
-
Meningkatkan kepercayaan investor
Salah satu tantangan utama dalam proyek energi terbarukan adalah menjaga kepercayaan investor. Dengan adanya Denera, investor punya mitra strategis yang bisa diandalkan untuk memastikan bahwa komitmen mereka tidak sia-sia.
-
Menyediakan kerangka kerja yang jelas
Denera juga bisa membantu menyusun kerangka kerja yang lebih jelas dan terstandarisasi untuk proyek-proyek PSEL di berbagai daerah. Ini penting agar tidak terjadi inkonsistensi yang bisa merugikan semua pihak.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meski hadir sebagai solusi, Denera juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah bagaimana membangun sinergi dengan pemerintah daerah yang memiliki otonomi penuh dalam pengelolaan proyek lokal. Selain itu, pengalaman di lapangan juga akan menjadi ujian seberapa besar efektivitas holding ini dalam menjaga stabilitas investasi.
Namun, dari sisi peluang, Denera memiliki potensi besar untuk menjadi model pengelolaan energi bersih yang bisa direplikasi di daerah lain. Apalagi saat ini, pengolahan sampah menjadi energi listrik tidak hanya dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan energi, tapi juga untuk mendukung agenda pengurangan emisi karbon nasional.
Data Perbandingan Proyek PSEL di Beberapa Kota
| Kota | Status Proyek | Nilai Investasi | Investor Utama | Tahun Mulai |
|---|---|---|---|---|
| Makassar | Ketidakpastian | Rp3 triliun | Shanghai SUS Environment | 2024 |
| Surabaya | Tahap implementasi | Rp2,5 triliun | PT Energi Bersih Indonesia | 2023 |
| Medan | Studi kelayakan | Rp1,8 triliun | Konsorsium Eropa | 2025 |
| Bandung | Perencanaan lanjut | Rp2,2 triliun | Investor lokal & Jepang | 2025 |
Catatan: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan kebijakan dan investasi di masing-masing daerah.
Penutup
Dengan hadirnya Denera, pemerintah pusat menunjukkan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan proyek energi bersih berbasis sampah. Tantangan besar memang ada, terutama dalam menyelaraskan kebijakan antar level pemerintahan. Namun, jika dikelola dengan baik, Denera bisa menjadi pendorong utama dalam mempercepat transisi energi nasional dan menjaga kepercayaan investor asing.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan kebijakan dan investasi di masing-masing daerah.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













