Harga LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg mengalami penyesuaian terbaru per April 2026. Kenaikan ini tercatat sebagai yang pertama kali terjadi sejak November 2023. Penetapan harga baru ini dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga sebagai respons terhadap lonjakan biaya komponen energi global serta tekanan dari dinamika geopolitik internasional.
Lonjakan harga minyak mentah dunia turut menjadi pendorong utama penyesuaian ini. ICP (Indonesian Crude Price) pada Maret 2026 mencatat angka USD102,26 per barel, naik signifikan dari USD68,79 per barel di Februari. Kondisi ini memaksa pemerintah dan pelaku industri untuk menyesuaikan harga jual di pasar domestik agar tetap berkelanjutan.
Harga LPG Nonsubsidi Terbaru April 2026
Penyesuaian harga LPG nonsubsidi mulai berlaku sejak 18 April 2026. Untuk wilayah Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan NTB, tarif baru ditetapkan sebagai berikut:
1. Harga LPG 12 Kg Naik Jadi Rp228.000
LPG ukuran 12 kg mengalami kenaikan dari Rp192.000 menjadi Rp228.000 per tabung. Artinya, ada peningkatan sebesar 18,75%. Kenaikan ini menjadi yang pertama setelah sebelumnya harga diturunkan pada November 2023.
2. Harga LPG 5,5 Kg Naik Jadi Rp107.000
Sementara untuk ukuran 5,5 kg, harga naik dari Rp90.000 menjadi Rp107.000 per tabung. Persentase kenaikannya mencapai 18,89%. Besaran ini juga berlaku untuk wilayah yang sama dengan LPG 12 kg.
Wilayah lain di luar zona utama juga mengalami penyesuaian harga. Namun, besaran kenaikannya bisa sedikit berbeda karena disesuaikan dengan biaya distribusi dan logistik ke masing-masing daerah.
Faktor-Faktor Penyebab Kenaikan Harga LPG
Lonjakan harga LPG nonsubsidi tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor utama yang mendorong penyesuaian harga ini.
1. Lonjakan Harga Minyak Mentah Global
ICP yang merupakan acuan harga minyak Indonesia melonjak hingga USD102,26 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh ketidakstabilan geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah.
2. Gangguan Jalur Distribusi Energi
Salah satu jalur energi paling strategis di dunia, yaitu Selat Hormuz, mengalami gangguan akibat eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Gangguan ini menyebabkan hampir 20% pasokan minyak global terganggu.
3. Serangan ke Fasilitas Energi
Berbagai serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah turut memperparah situasi. Hal ini membuat pasokan energi global menjadi tidak stabil dan mendorong kenaikan harga komoditas energi termasuk LPG.
Perbandingan Harga LPG Nonsubsidi Sebelum dan Sesudah Penyesuaian
Berikut adalah rincian harga LPG nonsubsidi sebelum dan sesudah penyesuaian April 2026 untuk wilayah utama:
| Jenis LPG | Harga Sebelum (Nov 2023 – Apr 2026) | Harga Sesudah (Apr 2026) | Kenaikan (%) |
|---|---|---|---|
| LPG 12 Kg | Rp192.000 | Rp228.000 | 18,75% |
| LPG 5,5 Kg | Rp90.000 | Rp107.000 | 18,89% |
Kenaikan ini cukup signifikan dan dirasakan langsung oleh konsumen nonsubsidi yang umumnya berasal dari kalangan menengah ke atas atau pelaku usaha kecil.
Dampak Kenaikan Harga LPG bagi Masyarakat
Kenaikan harga LPG nonsubsidi berpotensi mengguncang daya beli masyarakat. Meskipun segmen pengguna LPG nonsubsidi bukan berasal dari kalangan bawah, dampaknya tetap terasa, terutama bagi pelaku usaha rumahan seperti warung makan, tukang las, atau bengkel kecil.
1. Mendorong Inflasi Harga Barang dan Jasa
Kenaikan harga energi seperti LPG berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan jasa lainnya. Ini terjadi karena biaya produksi dan distribusi yang meningkat.
2. Memicu Perpindahan ke Alternatif Energi
Sebagian pengguna mungkin akan beralih ke sumber energi lain yang lebih murah atau lebih efisien, seperti kompor listrik atau gas alam pipa.
Tips Menghemat Penggunaan LPG
Bagi pengguna LPG nonsubsidi, kenaikan harga bisa menjadi momentum untuk lebih hemat. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Gunakan Kompor Hemat Gas
Kompor dengan teknologi pembakaran yang lebih efisien bisa mengurangi konsumsi gas. Pilih kompor yang memiliki api terkonsentrasi dan tidak mudah terbuang.
2. Jaga Regulator dan Selang
Pastikan selang dan regulator dalam kondisi baik. Kebocoran kecil bisa menyita banyak gas tanpa disadari.
3. Gunakan Wajan Penutup saat Memasak
Memasak dengan wajan berpenutup bisa mempercepat proses memasak dan mengurangi waktu pemakaian api.
4. Matikan Kompor Saat Tidak Digunakan
Hindari menyalakan kompor dalam waktu lama hanya untuk menghangatkan makanan. Matikan dan nyalakan kembali saat dibutuhkan.
Proyeksi Harga LPG ke Depan
Harga LPG ke depannya masih sangat tergantung pada perkembangan geopolitik global dan harga minyak mentah. Jika ketegangan di Timur Tengah berlanjut, kemungkinan besar harga akan tetap tinggi atau bahkan mengalami kenaikan tambahan.
Namun, jika situasi global membaik dan pasokan energi kembali normal, harga bisa kembali turun. Pemerintah juga akan terus memantau dan menyesuaikan kebijakan agar tidak memberatkan masyarakat secara berlebihan.
Disclaimer
Harga LPG nonsubsidi dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan pemerintah dan dinamika pasar energi global. Data dalam artikel ini bersifat valid hingga April 2026 dan dapat berbeda di wilayah lain tergantung biaya distribusi setempat.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













