Nasional

Badan Pangan Nasional Waspadai Dampak Lonjakan Harga Plastik terhadap Stabilitas Harga Beras dan Gula Tahun 2026

Danang Ismail
×

Badan Pangan Nasional Waspadai Dampak Lonjakan Harga Plastik terhadap Stabilitas Harga Beras dan Gula Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Badan Pangan Nasional Waspadai Dampak Lonjakan Harga Plastik terhadap Stabilitas Harga Beras dan Gula Tahun 2026

Ilustrasi kenaikan bahan baku plastik yang berpotensi memengaruhi harga pokok seperti beras dan gula kembali jadi sorotan. Badan Pangan Nasional () mengungkapkan bahwa lonjakan harga plastik berimbas langsung pada biaya produksi sejumlah komoditas, terutama yang kemasannya bergantung pada plastik.

Dampaknya memang belum terasa besar di tingkat konsumen, tapi pihak Bapanas tetap mewaspadai risiko kenaikan harga yang lebih luas. Pasalnya, fluktuasi harga plastik dipicu oleh gejolak , terutama di kawasan Timur Tengah yang menjadi salah satu sumber bahan baku utama plastik.

Harga Plastik Naik, Apa Dampaknya ke Pangan?

Kenaikan harga plastik memang bukan isu yang bisa diabaikan begitu saja. Bahan baku plastik sebagian besar berasal dari minyak bumi, dan ketegangan di kawasan geopolitik seperti Selat Hormuz bisa langsung memengaruhi pasokannya. Dampaknya, waktu pengiriman bisa melonjak dari yang biasanya 15 hari menjadi hingga 50 hari.

Dengan durasi pengiriman yang lebih lama, biaya logistik dan produksi pun meningkat. Ini berimbas langsung pada pelaku usaha pangan yang mengandalkan kemasan plastik, terutama untuk beras dan gula.

1. Kenaikan Biaya Produksi karena Plastik

Pelaku usaha pangan melaporkan bahwa kenaikan harga plastik memberi beban tambahan biaya produksi. Untuk beras, tambahan biaya bisa mencapai sekitar Rp350 per kilogram. Sementara untuk gula, tambahannya sekitar Rp150 per kilogram.

Angka ini memang belum terasa besar, tapi jika tren kenaikan harga plastik terus berlanjut, dampaknya bisa semakin dalam ke harga eceran konsumen.

2. Harga Beras dan Gula Masih Terkendali

Meski ada peningkatan biaya produksi, dan gula secara nasional masih terbilang stabil. Per 16 April 2026, harga beras medium masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan .

Dalam sebulan terakhir, kenaikan harga beras relatif kecil. Di Zona I hanya naik 0,01 persen, Zona II naik 0,27 persen, dan Zona III naik 0,65 persen. Ini menunjukkan bahwa pasar masih cukup stabil meski ada tekanan dari biaya bahan baku.

Sementara itu, harga gula mengalami fluktuasi moderat. Di luar kawasan Timur, harga naik sekitar 2,06 persen menjadi Rp18.615 per kilogram. Sebaliknya, di Indonesia Timur justru terjadi penurunan sebesar 1,22 persen.

3. Koordinasi Lintas Kementerian untuk Kendalikan Dampak

Bapanas bersama kementerian terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan pasokan plastik tetap stabil. Langkah ini penting agar tidak terjadi lonjakan harga yang lebih luas, terutama pada komoditas pangan pokok.

Diskusi lebih mendalam dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan terus digelar. Tujuannya untuk mencari sumber pasokan alternatif dan memastikan ketersediaan tetap terjaga.

Strategi Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Menghadapi ketidakpastian pasokan plastik global, pemerintah tidak tinggal diam. Ada beberapa langkah strategis yang diambil untuk meminimalkan dampak ke harga pangan.

1. Pemetaan Kebutuhan Plastik Sektor Pangan

Langkah pertama adalah memetakan kebutuhan plastik untuk sektor pangan secara detail. Ini penting agar alokasi pasokan bisa disesuaikan dengan prioritas komoditas yang paling rentan terhadap kenaikan harga.

2. Peningkatan Sinergi dengan Pelaku Industri

Pemerintah juga memperkuat sinergi dengan pelaku hulu hingga hilir. Dalam pertemuan terbaru, para pelaku industri menyatakan bahwa stok plastik nasional masih aman. Namun, tetap akan dipantau secara cermat mengingat ketidakpastian global.

3. Dukungan untuk Industri Kecil

Industri kecil yang bergantung pada kemasan plastik juga menjadi fokus. Pemerintah berkomitmen menjaga suplai agar industri ini tetap kompetitif dan tidak terdampak secara signifikan.

Tantangan Global yang Perlu Diwaspadai

Selain kenaikan harga plastik, ada beberapa global lainnya yang bisa memengaruhi stabilitas harga pangan nasional. Salah satunya adalah gangguan logistik akibat ketegangan geopolitik.

Waktu pengiriman yang semakin lama bukan hanya menambah biaya, tapi juga mengganggu rantai pasok. Ini bisa memicu kenaikan harga di berbagai sektor, termasuk pangan.

Tabel: Perbandingan Kenaikan Harga Beras dan Gula (April 2026)

Wilayah Komoditas Kenaikan (%) Harga per kg (Rp)
Nasional Beras 0,01 – 0,65 di bawah HET
Luar Gula 2,06 18.615
Papua Gula -1,22 Turun

Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar.

Kesimpulan

Kenaikan harga plastik memang menjadi tantangan, tapi dampaknya ke harga pangan pokok seperti beras dan gula masih bisa dikendalikan. Bapanas dan kementerian terkait terus mengawasi perkembangan pasokan dan harga agar tidak terjadi lonjakan yang berlebihan.

Langkah antisipatif seperti koordinasi lintas sektor, pemetaan kebutuhan, dan dukungan ke industri kecil menjadi kunci menjaga stabilitas harga. Meski begitu, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global yang masih tinggi.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi terkini dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan kondisi pasar dan geopolitik global.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.