Nasional

Rupiah Ditutup Menguat 0,03% ke Level Rp17.138,5 Pada Perdagangan Kamis Ini 2026

Herdi Alif Al Hikam
×

Rupiah Ditutup Menguat 0,03% ke Level Rp17.138,5 Pada Perdagangan Kamis Ini 2026

Sebarkan artikel ini
Rupiah Ditutup Menguat 0,03% ke Level Rp17.138,5 Pada Perdagangan Kamis Ini 2026

Rupiah kembali menunjukkan performa positif di akhir perdagangan hari ini. Mata uang Garuda itu ditutup menguat tipis 0,03% ke level Rp17.138,5 per Amerika Serikat. Pergerakan ini terjadi meski sentimen global masih terus berada di bawah tekanan di Timur Tengah.

Kenaikan rupiah tercatat sebesar 4,5 poin dari posisi sebelumnya di Rp17.142 per USD. Meski terlihat kecil, pergerakan ini cukup mencerminkan adanya optimisme pasar terhadap potensi penyelesaian konflik antara Amerika Serikat dan . Namun, tidak semua sumber mencatat kenaikan yang sama. Data dari Yahoo Finance justru menunjukkan rupiah berada di zona merah pada level Rp17.140 per USD.

Dinamika Kurs Rupiah Hari Ini

Pergerakan rupiah hari ini sempat berfluktuasi. Di awal sesi, mata uang lokal justru melemah dua poin ke level Rp17.138,5 per USD. Namun menjelang penutupan, rupiah berhasil pulih dan ditutup menguat. Ibrahim Assuaibi, analis pasar uang, menyebut bahwa sentimen global memainkan peran penting dalam arah pergerakan ini.

Sentimen positif datang dari harapan akan adanya kesepakatan untuk meredakan ketegangan antara AS dan Iran. Laporan yang beredar menyebut bahwa Iran bersedia membuka jalur pelayaran di jika kesepakatan damai bisa dicapai. Selat Hormuz merupakan jalur kritis bagi perdagangan , dengan sekitar 20% minyak dunia melewati selat ini setiap hari.

1. Harapan Kesepakatan Damai Antara AS dan Iran

Salah satu faktor utama yang mendorong penguatan rupiah adalah optimisme terkait penyelesaian konflik di Timur Tengah. Gedung Putih menyatakan harapan akan kesepakatan damai antara AS dan Iran. Langkah ini dianggap bisa mengurangi ketidakpastian geopolitik yang selama ini menekan performa mata uang-mata uang berkembang, termasuk rupiah.

Iran disebut bersedia mengizinkan kapal melewati sisi Oman di Selat Hormuz jika kesepakatan tercapai. Ini menjadi kabar baik bagi stabilitas pasokan energi global. Perang yang berkepanjangan antara AS-Israel dan Iran telah mengganggu jalur pasokan minyak dan gas, yang berdampak langsung pada harga komoditas dan nilai tukar berbagai mata uang.

2. Peran Mediator Pakistan

Negosiasi antara AS dan Iran kembali bergulir. Para pejabat dari kedua negara dikabarkan akan bertemu kembali di Pakistan dalam waktu dekat. Pakistan telah berperan sebagai mediator dalam upaya meredakan ketegangan ini. Kepala Pakistan telah tiba di Teheran untuk membantu memfasilitasi pembicaraan lanjutan.

AS sendiri telah memberlakukan blokade ketat terhadap pengiriman barang dari pelabuhan Iran. Militer AS menyatakan bahwa langkah ini telah berhasil menghentikan hampir seluruh aktivitas perdagangan maritim Iran. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa Washington tidak akan memperpanjang pengecualian yang memungkinkan pembelian minyak dari Iran dan Rusia tanpa terkena .

Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi USD437,9 Miliar

Di tengah dinamika global, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia juga mengalami peningkatan. Pada Februari 2026, ULN Indonesia mencapai USD437,9 miliar. Angka ini naik dari posisi sebelumnya sebesar USD434,9 miliar. Pertumbuhan ULN secara tahunan mencapai 2,5%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang hanya 1,7%.

3. Kenaikan ULN Dipicu oleh Sektor Publik

Kenaikan ULN terutama didorong oleh peningkatan utang sektor publik, khususnya dari bank sentral. Aliran modal asing ke instrumen moneter seperti Bank Indonesia (SRBI) menjadi salah satu faktor utama. Sementara itu, ULN sektor swasta justru mengalami penurunan.

Posisi ULN pemerintah pada Februari 2026 tercatat sebesar USD215,9 miliar. Angka ini tumbuh 5,5% secara tahunan, meski sedikit lebih rendah dibanding pertumbuhan sebelumnya yang mencapai 5,6%. Penurunan pertumbuhan ini sebagian dipengaruhi oleh penurunan posisi surat utang pemerintah.

4. Defisit Anggaran Meningkat Tajam

Kesehatan fiskal Indonesia juga menjadi sorotan. Per Maret 2026, defisit anggaran telah mencapai 0,93% dari PDB atau setara dengan Rp240 triliun. Angka ini melonjak dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatat defisit 0,4% atau Rp100 triliun.

Lonjakan defisit ini dipicu oleh naiknya harga minyak mentah yang jauh melampaui asumsi APBN. Harga minyak saat ini berada di level USD100 per barel, jauh di atas asumsi awal sebesar USD70 per barel. Kondisi ini membuat pemerintah diprediksi akan merevisi APBN pada Agustus mendatang.

Prediksi Pergerakan Rupiah Jumat

Melihat berbagai perkembangan di pasar global dan domestik, Ibrahim Assuaibi memprediksi bahwa rupiah akan kembali bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat besok. Meski ada potensi penguatan di awal sesi, rupiah diprediksi akan ditutup melemah di kisaran Rp17.130 hingga Rp17.170 per USD.

5. Risiko Stagflasi Mengintai

Salah satu risiko yang harus diwaspadai adalah potensi stagflasi. Jika harga BBM bersubsidi terus naik, tekanan akan semakin besar. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat. Kombinasi antara inflasi tinggi dan pertumbuhan rendah bisa memicu stagflasi, yang berdampak buruk pada nilai tukar rupiah.

6. Pengaruh Geopolitik Terhadap Stabilitas Rupiah

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi ancaman bagi stabilitas rupiah. Jika konflik antara AS dan Iran kembali memanas, investor global cenderung mencari safe haven assets, seperti dolar AS. Hal ini akan menekan permintaan terhadap mata uang berkembang, termasuk rupiah.

Sebaliknya, jika kesepakatan damai bisa dicapai, rupiah berpotensi menguat kembali. Investor akan kembali memasukkan ke pasar berkembang, termasuk pasar Indonesia. Namun, semuanya masih sangat tergantung pada perkembangan situasi di lapangan.

Tabel Perbandingan Data Kurs Rupiah Hari Ini

Sumber Data Kurs Rupiah per USD Perubahan (Poin) Perubahan (%)
Bloomberg Rp17.138,5 +4,5 +0,03%
Yahoo Finance Rp17.140 -4 -0,02%
Jisdor Rp17.141 -6 -0,03%

Catatan: Data dapat berbeda tergantung sumber dan waktu pengambilan data.

Penutup

Pergerakan rupiah hari ini menunjukkan bahwa sentimen global masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Meski menguat tipis, tekanan dari luar tetap menjadi tantangan utama bagi stabilitas nilai tukar. Di sisi dalam negeri, lonjakan defisit anggaran dan kenaikan ULN menambah beban fiskal yang perlu dikelola dengan hati-hati.

Investor dan pelaku pasar sebaiknya terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah serta kebijakan fiskal pemerintah. Kombinasi faktor global dan domestik ini akan terus memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam beberapa pekan mendatang.

Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan pasar dan kebijakan moneter maupun fiskal yang berlaku.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.