Indonesia telah merancang kerangka besar keselamatan jalan melalui Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) yang mencakup lima pilar. Sayangnya, penerapan di lapangan masih belum seimbang. Terutama pada pilar ketiga yang fokus pada teknologi dan standar kendaraan. Pilar ini belum sejalan dengan pilar edukasi dan penegakan hukum yang lebih sering mendapat perhatian.
Padahal, teknologi keselamatan kendaraan punya peran krusial dalam mengurangi risiko kecelakaan. Fitur kendaraan modern bisa membantu mengurangi kesalahan manusia, terutama pada sepeda motor dan kendaraan kecil lainnya. Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Yusuf Nugroho, menyatakan bahwa pemerintah terbuka terhadap inovasi teknologi global yang mendukung keselamatan berkendara. Namun, adaptasi terhadap teknologi ini harus dilakukan secara tepat dan relevan dengan kondisi lokal.
Teknologi Keselamatan Kendaraan di Dunia
Negara-negara maju dan sejumlah negara ASEAN sudah lebih dulu menerapkan teknologi keselamatan kendaraan secara sistematis. Misalnya, India telah mewajibkan sistem pengereman tertentu untuk meningkatkan keamanan pengendara. Di sana, teknologi ini menjadi bagian dari standar minimum kendaraan.
Studi dari POLAR UI bahkan menyebut bahwa penerapan sistem pengereman yang lebih stabil bisa menyelamatkan hingga 8.000 nyawa per tahun. Angka ini menunjukkan potensi besar dari teknologi kendaraan dalam mengurangi korban kecelakaan.
Di kawasan Asia Tenggara, sepeda motor menjadi penyumbang terbesar kecelakaan lalu lintas. Praktisi keselamatan jalan dari ASEAN NCAP, Adrianto Sugiarto, menyebut bahwa 46 persen kecelakaan di kawasan ini melibatkan sepeda motor. Dengan hampir 40 persen populasi ASEAN, Indonesia menjadi kontributor utama dalam angka tersebut.
Peran Teknologi dalam Keselamatan Berkendara
Teknologi tidak hanya soal inovasi, tapi juga soal penyelamatan nyawa. Dewan Pengawas Road Safety Association, Rio Octaviano, menekankan bahwa kecelakaan kendaraan bukan lagi hal yang tak terhindarkan. Di banyak negara, kecelakaan disebut sebagai road crash yang bisa dicegah melalui intervensi teknologi.
Sayangnya, di Indonesia masih banyak yang memandang kecelakaan sebagai hal yang wajar terjadi. Padahal, dengan pendekatan sistemik seperti yang diterapkan di sektor penerbangan dan perkeretaapian, banyak insiden bisa dicegah sebelum terjadi. Kendaraan dengan fitur keselamatan yang baik adalah salah satu bentuk pencegahan yang efektif.
Fitur Keselamatan yang Perlu Diterapkan
Beberapa teknologi keselamatan yang sudah terbukti efektif di negara lain bisa diadopsi di Indonesia. Berikut beberapa fitur utama yang perlu menjadi standar:
-
Sistem Pengereman Anti-Lock (ABS)
ABS mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak, mengurangi risiko tergelincir atau terjatuh, terutama pada sepeda motor. -
Rem Depan dan Belakang Terintegrasi (CBS)
CBS memastikan rem depan dan belakang bekerja secara seimbang, meningkatkan kontrol pengendara saat mengerem. -
Lampu Penerangan Otomatis (Automatic Headlamp On)
Fitur ini menyalakan lampu kendaraan secara otomatis, meningkatkan visibilitas dan mengurangi risiko kecelakaan di malam hari. -
Tata Letak Spion yang Lebih Aman
Desain spion yang mengurangi blind spot bisa membantu pengendara lebih aware terhadap lingkungan sekitar. -
Ban dengan Tekanan Udara Stabil
Tekanan ban yang tepat bisa mencegah blowout dan meningkatkan kontrol kendaraan.
Tantangan dalam Penerapan Teknologi Keselamatan
Meskipun manfaatnya jelas, penerapan teknologi keselamatan di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan. Pertama adalah biaya. Banyak produsen lokal masih enggan menambahkan fitur keselamatan karena khawatir harga kendaraan menjadi lebih tinggi.
Kedua adalah kurangnya regulasi yang mengatur secara ketat standar keselamatan kendaraan. Tanpa regulasi yang kuat, penerapan teknologi keselamatan hanya menjadi pilihan, bukan keharusan.
Ketiga adalah rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya fitur keselamatan. Banyak konsumen masih lebih memilih harga murah daripada kendaraan yang aman.
Langkah-Langkah Menuju Kendaraan Lebih Aman
Untuk mendorong penerapan teknologi keselamatan, beberapa langkah bisa diambil:
-
Penguatan Regulasi dan Standar Nasional
Pemerintah perlu membuat regulasi yang mewajibkan penerapan teknologi keselamatan tertentu, terutama untuk sepeda motor dan mobil entry-level. -
Insentif untuk Produsen yang Menerapkan Teknologi Keselamatan
Program insentif seperti penurunan pajak atau subsidi bisa mendorong produsen untuk lebih cepat mengadopsi teknologi ini. -
Edukasi Masyarakat tentang Keselamatan Berkendara
Kampanye keselamatan jalan yang menyasar konsumen bisa meningkatkan permintaan terhadap kendaraan berfitur keselamatan. -
Kolaborasi dengan Lembaga Internasional
Kerja sama dengan organisasi seperti ASEAN NCAP bisa membantu Indonesia dalam menyelaraskan standar keselamatan kendaraan dengan praktik global.
Perbandingan Standar Keselamatan Kendaraan di ASEAN
| Negara | Fitur Wajib | Tingkat Adopsi Teknologi |
|---|---|---|
| Indonesia | Lampu besar menyala otomatis | Rendah |
| Malaysia | ABS untuk motor di atas 125cc | Sedang |
| Thailand | ABS untuk motor di atas 150cc | Sedang |
| Vietnam | Lampu otomatis dan spion anti-blind spot | Sedang |
| India | ABS untuk semua motor di atas 125cc | Tinggi |
Catatan: Data bersifat umum dan dapat berubah sesuai perkembangan regulasi setempat.
Kesimpulan
Teknologi keselamatan kendaraan bukan lagi barang mewah, melainkan kebutuhan. Dengan angka kecelakaan yang tinggi, terutama di kalangan pengendara sepeda motor, penerapan fitur keselamatan menjadi salah satu solusi yang efektif dan cepat.
Pemerintah, produsen, dan masyarakat perlu bergerak bersama untuk menjadikan teknologi keselamatan sebagai standar, bukan pilihan. Langkah kecil hari ini bisa menyelamatkan ribuan nyawa di masa depan.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah seiring perkembangan regulasi serta teknologi di masing-masing negara.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













