Pergerakan saham bank besar atau big banks akhir-akhir ini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Setelah sempat tertekan oleh sentimen eksternal dan tekanan nilai tukar rupiah, beberapa saham big banks justru mampu membukukan kenaikan harga selama sepekan terakhir. Namun di tengah tren positif tersebut, hanya satu bank yang mencatat net buy dari investor asing.
Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi sorotan karena berhasil mendapat beli bersih atau net buy sebesar Rp 141,6 miliar dalam periode perdagangan Senin (6/4/2026) hingga Jumat (10/4/2026). Angka ini kontras dengan tiga saham big banks lainnya yang masih diburu oleh investor asing untuk dijual.
Pergerakan Saham Big Banks Pekan Ini
Dalam kurun waktu lima hari perdagangan terakhir, saham-saham bank besar mengalami peningkatan harga secara umum. Meski begitu, tidak semua bank bisa mempertahankan minat investor lokal maupun mancanegara.
1. BBRI Catat Kenaikan Tertinggi
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi pemenang utama dalam hal kenaikan harga saham. Sahamnya ditutup di level Rp 3.390 per saham, naik 2,11% dibandingkan awal pekan. Penguatan ini didorong oleh optimisme pasar terhadap prospek laba tahun ini serta kinerja operasional yang stabil.
2. BBCA Ikuti di Jalur Kedua
Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mencatatkan kenaikan, meskipun lebih moderat. Harga sahamnya berada di kisaran Rp 6.700, naik 1,90% sepanjang pekan. Titik tertinggi dicatat pada Rabu (8/4/2026) yaitu di angka Rp 6.775.
3. BBNI Naik Tipis Tapi Dapat Net Buy
Meski hanya naik 0,81%, saham BBNI berhasil menarik minat investor asing. Harga sahamnya ditutup di Rp 3.730. Peningkatan ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan rekan-rekan big banks lainnya, tetapi pencapaian net buy memberinya daya tarik tersendiri.
4. BMRI Tutup Pekan dengan Kenaikan Minimal
Bank Mandiri Tbk (BMRI) menempati posisi paling buncit dalam hal kenaikan harga saham. Sahamnya hanya naik 0,43%, ditutup di level Rp 4.670. Angka ini menunjukkan bahwa investor masih menahan diri dalam mengambil posisi besar di saham BMRI.
Sentimen Investor Asing Terhadap Big Banks
Investor asing cenderung lebih selektif dalam memilih saham bank besar pasca-tekanan nilai tukar rupiah. Mayoritas big banks justru mengalami net sell selama sepekan terakhir.
Data Net Sell dan Net Buy Big Banks
| Saham | Net Sell / Net Buy | Nilai |
|---|---|---|
| BBRI | Net Sell | Rp 1,43 Triliun |
| BBCA | Net Sell | Rp 320,6 Miliar |
| BBNI | Net Buy | Rp 141,6 Miliar |
| BMRI | Net Sell | Rp 716,14 Miliar |
Data ini menunjukkan bahwa meskipun harga saham big banks naik, mayoritas masih belum cukup menarik bagi investor asing. BBNI menjadi pengecualian karena berhasil mendapat beli bersih.
Faktor-Faktor yang Mendorong Minat Investor Asing
Beberapa faktor internal dan eksternal turut memengaruhi arus dana asing masuk ke pasar saham Indonesia, khususnya saham big banks.
1. Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Pelemahan rupiah yang sempat terjadi dalam dua pekan terakhir mulai melambat. Pada akhir pekan ini, rupiah tercatat melemah tipis 0,08% menjadi Rp 17.104 per dolar AS. Pelemahan ini dinilai masih wajar, namun tetap menjadi perhatian investor global.
2. Harapan Intervensi Bank Indonesia
Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, menyebut bahwa BI memiliki ruang untuk melakukan intervensi pasar demi menjaga stabilitas nilai tukar. Kalau BI ambil langkah cepat, potensi rebound saham big banks di pekan depan sangat realistis.
3. Sentimen Geopolitik Dunia
Investor asing saat ini tidak hanya fokus pada kinerja perusahaan, tapi juga memperhitungkan risiko geopolitik global. Ketegangan regional atau kebijakan moneter negara maju bisa langsung memengaruhi portofolio mereka.
Proyeksi Saham Big Banks di Pekan Depan
Kalau rupiah bisa menguat dan BI melakukan langkah antisipatif, big banks punya peluang untuk melanjutkan reli saham. Terutama BBNI yang sudah mendapat net buy, bisa menjadi magnet baru bagi investor domestik maupun asing.
Namun, tetap perlu waspada terhadap volatilitas pasar. Saham bank sensitif terhadap isu makro ekonomi, termasuk suku bunga acuan BI, likuiditas pasar, dan kualitas aset perbankan secara keseluruhan.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat analisis pasar dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Data harga saham, nilai tukar, dan transaksi investor asing dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar. Pembaca disarankan melakukan analisis mandiri atau berkonsultasi dengan ahli keuangan sebelum membuat keputusan investasi.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













