Hidup bisa berubah dalam sekejap. Seperti yang dialami Ristianti, seorang mantan guru yang kehilangan pekerjaan dan harus berjuang menjaga keluarga setelah suami juga terkena PHK. Dari situ, ia mulai menjual kue kecil-kecilan untuk bertahan. Hingga akhirnya ia bergabung dengan program UMiMAX dari Pertamina, yang tidak hanya memberinya pelatihan, tapi juga sarana usaha berupa gerobak warkop. Kini, ia bukan lagi sekadar pengusaha kecil, tapi sudah mencatat omzet hingga jutaan rupiah per bulan.
Program UMiMAX resmi mengwisuda 168 binaan usaha ultra mikro di Jakarta. Acara yang digelar di Auditorium Universitas Pertamina ini menjadi bukti nyata bahwa usaha kecil pun bisa berkembang pesat jika didukung dengan pendampingan dan infrastruktur yang tepat. Peserta program ini bukan sembarang pelaku usaha, tapi sebagian besar adalah korban PHK atau masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan peluang baru.
Program UMiMAX: Langkah Nyata Pertamina untuk Ekonomi Rakyat
Pertamina melalui program UMiMAX menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pengembangan usaha ultra mikro. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat yang terdampak PHK atau berada dalam kondisi ekonomi lemah agar bisa mandiri melalui pelatihan, hibah sarana usaha, dan pendampingan jangka panjang.
Dari 168 peserta yang diwisuda, sekitar 75 persen adalah korban PHK. Sisanya adalah masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah yang membutuhkan akses untuk memulai usaha. Program ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun Pertamina dan sekaligus sebagai bentuk respons terhadap tantangan ekonomi pasca-pandemi.
1. Pelatihan Kewirausahaan
Peserta UMiMAX tidak hanya diberi sarana usaha, tapi juga dilatih untuk memahami dasar-dasar kewirausahaan. Mulai dari perencanaan keuangan, manajemen stok, hingga strategi pemasaran. Pelatihan ini dirancang agar peserta bisa mengelola usaha mereka secara mandiri dan berkelanjutan.
2. Pendampingan Pasca-Pelatihan
Setelah pelatihan, peserta tetap mendapat pendampingan dari tim pendamping usaha Pertamina. Pendampingan ini mencakup konsultasi rutin, evaluasi kinerja usaha, hingga bantuan dalam menghadapi tantangan operasional.
3. Hibah Sarana Usaha
Setiap peserta mendapatkan hibah berupa gerobak usaha, perlengkapan, dan modal awal untuk memulai usaha. Misalnya, untuk usaha warmindo, peserta mendapat gerobak lengkap dengan kompor, peralatan masak, dan stok awal bahan baku.
Hasil Nyata dari Program UMiMAX
Program UMiMAX tidak hanya memberikan pelatihan dan sarana usaha. Hasil yang diraih peserta menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan dan kualitas hidup mereka.
Data Hasil Program UMiMAX (Januari April 2026)
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Jumlah peserta | 168 |
| Rata-rata omzet bulanan | Rp30 juta |
| Laba bersih bulanan tertinggi | > Rp10 juta |
| Total pendapatan peserta | Rp2,75 miliar |
| Laba bersih total | Rp858 juta |
Dari data tersebut terlihat bahwa program ini mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Banyak peserta bahkan berhasil mencatatkan laba bersih lebih dari Rp10 juta per bulan. Angka ini menunjukkan bahwa usaha ultra mikro pun bisa menghasilkan pendapatan yang layak jika dikelola dengan baik.
Wilayah Penjangkauan dan Jenis Usaha
Program UMiMAX saat ini menjangkau enam wilayah utama, yaitu Jabodetabek, Karawang, Subang, dan Bandung. Dari total 168 peserta, jenis usaha yang dikembangkan terbagi dalam tiga kategori utama:
- Warmindo (Warung Makan Indomie): 65 unit
- Kopling (Kopi Keliling): 63 unit
- Mini ATM (Anjungan Tunai Mandiri): 40 unit
Setiap jenis usaha dipilih berdasarkan potensi pasar dan kemudahan pengelolaan. Warmindo dan kopling, misalnya, adalah usaha yang relatif mudah dijalankan dan memiliki permintaan yang stabil di masyarakat.
Rencana Pengembangan Program Tahun 2026
Melihat hasil yang positif, Pertamina berencana memperluas jangkauan program UMiMAX di tahun 2026. Targetnya adalah menjaring hingga 1.000 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Fokus utama akan ditempatkan pada daerah dengan kerentanan ekonomi tinggi dan masyarakat berpenghasilan rendah.
1. Pemetaan Wilayah Berdasarkan DTSEN
Untuk memastikan program tepat sasaran, Pertamina akan melakukan pemetaan wilayah secara cermat berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini akan membantu menentukan lokasi-lokasi yang paling membutuhkan program ini.
2. Penyesuaian Jenis Usaha
Selain memperluas jumlah peserta, Pertamina juga akan menyesuaikan jenis usaha yang dikembangkan berdasarkan potensi lokal. Hal ini bertujuan agar usaha yang dibangun bisa berjalan optimal dan berkelanjutan.
3. Peningkatan Pendampingan
Untuk mendukung pertumbuhan peserta yang lebih besar, Pertamina juga akan meningkatkan kapasitas tim pendamping. Pendamping akan dilatih untuk memberikan layanan yang lebih personal dan responsif terhadap kebutuhan peserta.
Cerita Inspiratif dari Peserta UMiMAX
Salah satu peserta UMiMAX, Tasya Putri Nabilah, mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya membantunya secara finansial, tapi juga membuka peluang pendidikan bagi keluarganya.
“Saya tadinya hampir putus kuliah. Namun sejak bergabung dengan UMiMAX, saya berhasil menyelesaikan kuliah dan menyekolahkan adik saya yang baru masuk perguruan tinggi.”
Cerita seperti ini menjadi bukti bahwa program UMiMAX bukan sekadar bantuan ekonomi, tapi juga sarana untuk mengubah hidup secara menyeluruh.
Keselarasan dengan SDGs dan Prinsip ESG
Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada transisi energi yang berkelanjutan, Pertamina menjadikan program UMiMAX sebagai bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emission 2060. Program ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja.
Dalam pelaksanaannya, Pertamina menerapkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) untuk memastikan bahwa setiap program tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tapi juga sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari rilis resmi Pertamina dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan program dan kondisi di lapangan.
Program UMiMAX adalah contoh nyata bahwa usaha kecil pun bisa tumbuh pesat jika mendapat dukungan yang tepat. Dengan pendekatan yang holistik mulai dari pelatihan hingga pendampingan, Pertamina membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi rakyat bisa dilakukan secara berkelanjutan dan berdampak luas.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













