Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Didorong oleh Kontribusi Besar Sektor Informal pada Tahun 2026

Rista Wulandari
×

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Didorong oleh Kontribusi Besar Sektor Informal pada Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Didorong oleh Kontribusi Besar Sektor Informal pada Tahun 2026

Sektor informal kini semakin menunjukkan perannya sebagai penyangga ekonomi nasional, terutama di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung. Fenomena ini terlihat tidak hanya di , tetapi juga di berbagai negara berkembang lainnya. Meski memberikan andalan sementara saat krisis, keberadaan sektor informal juga membawa jangka panjang, khususnya dalam hal penerimaan negara dan perlindungan sosial bagi pekerja.

Pertumbuhan sektor informal sering kali terjadi sebagai respons alami masyarakat terhadap perlambatan ekonomi atau krisis ketenagakerjaan. Namun, karena aktivitasnya yang tidak terekam secara resmi, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang justru terbatas. Lebih dari itu, sektor ini kerap dianggap sebagai “bantalan” yang menyerap ketika sektor formal tidak mampu menampungnya.

Dampak Sektor Informal terhadap Perekonomian

1. Penyebab Meningkatnya Ketergantungan pada Sektor Informal

Beberapa faktor mendorong masyarakat beralih ke sektor informal, terutama saat tekanan ekonomi meningkat.

  • Ketidakpastian ekonomi global yang membuat pelaku usaha enggan berekspansi.
  • yang terlalu ketat untuk usaha formal, membuat banyak orang memilih jalur yang lebih fleksibel.
  • Keterbatasan akses terhadap modal dan teknologi yang menyulitkan pelaku usaha kecil untuk bersaing secara formal.

2. Konsekuensi Terhadap Pendapatan Negara

Sektor informal yang tumbuh pesat berdampak langsung pada basis penerimaan pajak negara. Karena sebagian besar usaha di sektor ini tidak terekam secara resmi, maka kontribusinya terhadap kas negara pun sangat minim.

Akibatnya, pemerintah kesulitan membiayai program-program , terutama saat dibutuhkan untuk menangani krisis. Padahal, kebutuhan masyarakat justru meningkat, termasuk akses ke layanan dasar seperti kesehatan dan .

3. Keterbatasan Produktivitas dan Perlindungan Sosial

Pekerja di sektor informal umumnya menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pendapatan yang tidak menentu hingga kurangnya akses terhadap jaminan sosial.

  • Akses ke perbankan dan pembiayaan sangat terbatas.
  • Teknologi dan inovasi sulit dijangkau karena biaya dan keterampilan yang dibutuhkan.
  • Pasar yang diakses pun sering kali terbatas, membuat potensi pertumbuhan usaha menjadi rendah.

Strategi Pemerintah untuk Menghadapi Tantangan Ini

1. Mendorong Transisi dari Informal ke Formal

Langkah awal yang bisa diambil adalah menyederhanakan dan prosedur perizinan usaha. Dengan sistem yang lebih ringan dan mudah diakses, pelaku usaha kecil pun bisa beralih ke jalur formal tanpa merasa terbebani.

Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan insentif berupa keringanan pajak atau akses ke pelatihan kewirausahaan. Tujuannya agar pelaku usaha informal bisa meningkatkan kapasitas dan produktivitas usahanya.

2. Meningkatkan Akses ke Teknologi dan Digitalisasi

Digitalisasi menjadi kunci dalam membantu sektor informal tumbuh lebih cepat dan efisien. Misalnya, melalui platform digital, pelaku usaha kecil bisa menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Program pemerintah seperti pelatihan digital dan penyediaan internet bisa menjadi pendorong utama transisi ini. Dengan begitu, usaha kecil bisa bersaing lebih sehat dan berkelanjutan.

3. Meningkatkan Literasi Keuangan dan Perpajakan

Banyak pelaku usaha informal yang tidak memahami pentingnya pencatatan keuangan atau kewajiban perpajakan. Oleh karena itu, program edukasi yang menyasar kalangan ini sangat penting.

Melalui pendekatan yang ramah dan mudah dipahami, pemerintah bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam berusaha.

Perbandingan Kontribusi Sektor Formal dan Informal

Berikut adalah gambaran umum perbandingan antara sektor formal dan informal dalam beberapa aspek penting:

Aspek Sektor Formal Sektor Informal
Kontribusi terhadap PDB Tinggi Rendah
Penerimaan Pajak Signifikan Minim
Perlindungan Sosial Lengkap Terbatas
Akses ke Modal Mudah Sulit
Produktivitas Tinggi Rendah hingga sedang

Catatan: Data bersifat umum dan dapat berbeda tergantung kondisi ekonomi suatu negara.

Tantangan Jangka Panjang

Meski menjadi penyangga di masa krisis, sektor informal bukan solusi jangka panjang. Ketergantungan yang berlebihan pada sektor ini bisa menghambat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintah harus mampu menyeimbangkan perlindungan terhadap pekerja informal dengan upaya untuk mendorong transisi ke sektor formal. Ini bukan soal menghilangkan sektor informal, tetapi bagaimana mengubahnya menjadi lebih produktif dan bermanfaat bagi semua pihak.

Kesimpulan

Sektor informal memang menjadi andalan ketika ekonomi sedang tidak menentu. Namun, untuk menciptakan fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, pemerintah harus berani mengambil langkah-langkah strategis yang mendorong inklusi ekonomi dan produktivitas.

Dengan pendekatan yang tepat, sektor informal bisa menjadi jembatan menuju ekonomi yang lebih formal, adil, dan sejahtera.

Disclaimer: Data dan kondisi ekonomi bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi global dan kebijakan pemerintah setempat.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.