PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) membagikan dividen tunai sebesar Rp129 miliar untuk tahun buku 2025. Jumlah ini setara dengan 40 persen dari laba bersih yang berhasil dicatat perusahaan. Pembagian dividen ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 6 April 2025 di Griya CIMB Niaga, Tangerang Selatan.
Meski industri pembiayaan kendaraan bermotor sedang melambat, kinerja CNAF tetap menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan perusahaan mencapai Rp2,23 triliun, naik 9,31 persen dibanding tahun sebelumnya. Total aset juga naik menjadi Rp11,46 triliun, sementara total aset kelolaan menyentuh angka Rp13,66 triliun.
Kinerja Keuangan CNAF di Tahun 2025
Keputusan pembagian dividen ini diambil setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun 2025. RUPST juga menyetujui laporan tahunan dan hasil audit yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan.
1. Pendapatan Naik 9,31 Persen
CNAF mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,23 triliun, naik dari Rp2,04 triliun di tahun 2024. Kenaikan ini menunjukkan bahwa bisnis pembiayaan kendaraan masih memiliki potensi meski pasar sedang melambat.
2. Laba Bersih Capai Rp322,75 Miliar
Laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp322,75 miliar. Angka ini menjadi dasar perhitungan dividen sebesar 40 persen, atau Rp129 miliar, yang akan dibagikan kepada pemegang saham.
3. Aset dan Aset Kelolaan Terus Bertumbuh
Total aset CNAF meningkat 6,04 persen menjadi Rp11,46 triliun. Sementara itu, total aset kelolaan naik 3,93 persen menjadi Rp13,66 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa perusahaan terus aktif dalam menyalurkan pembiayaan kendaraan.
Strategi Bisnis di Tengah Perlambatan Pasar
Industri pembiayaan kendaraan bermotor menghadapi tantangan besar di tahun 2025. Perlambatan ekonomi dan kontraksi pasar otomotif membuat banyak perusahaan harus lebih selektif dalam mengambil keputusan bisnis.
Presiden Direktur CNAF, Ristiawan, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi ujian ketangguhan perusahaan. Meski demikian, CNAF mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset.
1. Fokus pada Kualitas dan Pertumbuhan
Salah satu fokus utama CNAF adalah menjaga kualitas aset sambil terus mengejar pertumbuhan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan di tengah tekanan pasar.
2. Penyaluran Pembiayaan Baru Capai Rp9,25 Triliun
Total penyaluran pembiayaan baru pada 2025 mencapai Rp9,25 triliun. Angka ini turut mendorong peningkatan pangsa pasar CNAF menjadi 6,11 persen.
3. Adaptasi terhadap Dinamika Pasar
CNAF menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik terhadap perubahan pasar. Strategi yang fleksibel dan responsif terhadap kondisi eksternal menjadi kunci keberhasilan perusahaan.
Peningkatan Reputasi dan Kepercayaan
Selain pencapaian kinerja keuangan, CNAF juga berhasil meningkatkan peringkat kreditnya. Lembaga pemeringkat Fitch Indonesia menaikkan peringkat CNAF menjadi AAA.
1. Peringkat Kredit AAA dari Fitch Indonesia
Peringkat AAA mencerminkan kualitas manajemen risiko dan ketahanan keuangan perusahaan. Ini menjadi indikator bahwa CNAF dianggap aman dan terpercaya oleh investor dan mitra bisnis.
2. Kepercayaan Pemegang Saham
Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui sejumlah agenda penting, termasuk penunjukan kembali kantor akuntan publik untuk audit tahun 2026. Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap transparansi dan akuntabilitas perusahaan.
3. Pengukuhan Dewan Pengawas Syariah
Dr. Rini Fatma Kartika kembali ditetapkan sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah untuk periode 2026 hingga 2029. Keputusan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip-prinsip syariah secara konsisten.
Rincian Keuangan CNAF Tahun 2025
Berikut adalah rincian kinerja keuangan CNAF selama tahun 2025:
| Kategori | Nilai |
|---|---|
| Pendapatan | Rp2,23 triliun |
| Pertumbuhan Pendapatan | 9,31% |
| Laba Bersih | Rp322,75 miliar |
| Total Aset | Rp11,46 triliun |
| Total Aset Kelolaan | Rp13,66 triliun |
| Dividen Dibagikan | Rp129 miliar (40% dari laba bersih) |
| Penyaluran Pembiayaan Baru | Rp9,25 triliun |
| Pangsa Pasar | 6,11% |
Penutup
Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri pembiayaan kendaraan bermotor. Namun, CNAF mampu membukukan kinerja yang solid dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang positif. Pembagian dividen sebesar Rp129 miliar menunjukkan bahwa perusahaan tetap memberikan nilai kepada pemegang saham meski di tengah kondisi pasar yang tidak menguntungkan.
Peningkatan peringkat kredit dan kepercayaan pemegang saham menjadi bukti bahwa CNAF memiliki fondasi bisnis yang kuat. Dengan strategi yang adaptif dan manajemen risiko yang baik, CNAF siap menghadapi tantangan di masa depan.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersumber dari laporan resmi PT CIMB Niaga Auto Finance dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan bisnis dan kondisi pasar.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













