Edukasi

Gedung Jasa Raharja di Jakarta Raya Siap Dijadikan Museum untuk Perkuat Ekosistem Budaya Kota Tua pada Tahun 2026 Mendatang

Retno Ayuningrum
×

Gedung Jasa Raharja di Jakarta Raya Siap Dijadikan Museum untuk Perkuat Ekosistem Budaya Kota Tua pada Tahun 2026 Mendatang

Sebarkan artikel ini
Gedung Jasa Raharja di Jakarta Raya Siap Dijadikan Museum untuk Perkuat Ekosistem Budaya Kota Tua pada Tahun 2026 Mendatang

Gedung milik PT Jasa Raharja di Kali Besar, Jakarta, tengah disiapkan menjadi . Rencana ini muncul sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem budaya di Kota Tua. Inisiatif ini diusung langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, yang melihat potensi besar dari gedung bersejarah tersebut untuk dikembangkan sebagai ruang edukasi dan konservasi budaya.

Kunjungan kerja Menteri Kebudayaan ke gedung pada 1 April 2026 menjadi momentum penting dalam pembahasan rencana kolaborasi. Dalam kesempatan itu, Fadli didampingi oleh jajaran pejabat dari Kementerian Kebudayaan, Danantara Asset Management, dan PT Jasa Raharja. Dari pihak Jasa Raharja, Direktur Utama Muhammad Awaluddin menyambut baik rencana tersebut dan turut mendampingi peninjauan lapangan.

Rencana Museum Jasa Raharja di Kota Tua

1. Lokasi Strategis di Kawasan Kali Besar

Gedung Jasa Raharja berada di lokasi yang sangat strategis, tepatnya di kawasan Kali Besar, salah satu area inti di Kota Tua Jakarta. Letaknya yang berdekatan dengan sejumlah destinasi bersejarah menjadikan tempat ini potensial untuk menjadi pusat budaya dan edukasi. Selain itu, aksesibilitasnya yang baik memudahkan pengunjung dari berbagai kalangan untuk datang.

2. Transformasi Gedung Menjadi Museum Fotografi dan Film

Rencananya, gedung ini akan diubah fungsi menjadi museum fotografi dan film. Tujuannya adalah untuk melestarikan dan memamerkan sejarah perkembangan perfilman serta fotografi Indonesia. Menteri Kebudayaan menyebut bahwa Indonesia belum memiliki museum khusus untuk dua bidang ini secara representatif, padahal memiliki banyak aset bersejarah yang bisa ditampilkan.

3. Kolaborasi Antara Kementerian, Danantara, dan Jasa Raharja

Pengembangan museum ini akan dilakukan melalui kolaborasi antara tiga pihak utama: Kementerian Kebudayaan, Danantara Asset Management, dan PT Jasa Raharja. Masing-masing pihak akan berperan dalam pengelolaan dan pengembangan aset, baik dari segi konten, infrastruktur, maupun pengelolaan museum.

Potensi Museum Fotografi dan Film di Kota Tua

1. Menampilkan Dokumentasi Visual Sejarah Indonesia

Museum ini direncanakan akan menampilkan berbagai dokumentasi visual yang menceritakan perjalanan sejarah Indonesia lewat lensa kamera. Mulai dari foto-foto bersejarah hingga karya-karya perfilman klasik yang menjadi bagian dari warisan budaya nasional. Hal ini diharapkan bisa menjadi sarana edukasi yang menarik bagi generasi muda.

2. Menjadi Pusat Kajian dan Inspirasi Kreatif

Selain sebagai tempat pameran, museum ini juga diharapkan bisa menjadi pusat kajian dan inspirasi bagi pelaku industri kreatif. Dengan menyediakan ruang diskusi, workshop, dan seminar, museum ini bisa menjadi wadah untuk pertukaran ide dan pengembangan kreativitas di bidang fotografi dan film.

3. Mendorong Pariwisata Berbasis Budaya

Dengan adanya museum ini, Kota Tua akan semakin lengkap sebagai destinasi berbasis budaya. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati arsitektur kolonial, tetapi juga bisa menyelami sejarah visual Indonesia melalui berbagai koleksi yang dipamerkan. Ini tentu akan menambah daya tarik kawasan secara keseluruhan.

Peran Jasa Raharja dalam Pelestarian Budaya

1. Mengoptimalkan Aset BUMN untuk Kepentingan Publik

PT Jasa Raharja, sebagai BUMN yang memiliki banyak aset bersejarah, turut berperan dalam pelestarian budaya nasional. Dengan mengalihfungsikan gedungnya menjadi museum, Jasa Raharja menunjukkan komitmen terhadap pengembangan ekosistem budaya dan edukasi di Indonesia.

2. Sinergi dengan Danantara dalam Pengelolaan Aset

Danantara Asset Management, yang mengelola aset-aset BUMN termasuk Jasa Raharja, turut mendukung rencana ini. Melalui sinergi antara pihak swasta dan pemerintah, diharapkan pengelolaan aset bisa lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

3. Menjadi Contoh Kolaborasi BUMN dan Pemerintah

Proyek ini menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi antara BUMN dan pemerintah dalam mendukung program nasional. Tidak hanya berfokus pada aspek , BUMN seperti Jasa Raharja juga turut serta dalam pelestarian nilai-nilai budaya dan sejarah bangsa.

Tantangan dan Harapan ke Depan

1. Persiapan Infrastruktur dan Kurasi Konten

Salah satu tantangan utama dalam pengembangan museum ini adalah persiapan infrastruktur dan kurasi konten. Gedung perlu disesuaikan dengan standar museum modern, sementara konten yang akan dipamerkan harus dikuratori dengan baik agar bisa menyampaikan pesan sejarah secara efektif.

2. Pengelolaan Jangka Panjang

Pengelolaan museum dalam jangka panjang juga menjadi pertimbangan penting. Diperlukan yang kompeten dan sistem pengelolaan yang berkelanjutan agar museum bisa terus beroperasi dan memberikan bagi masyarakat.

3. Harapan Menjadi Ikon Baru Budaya

Rencana pengembangan museum ini membawa harapan besar bagi Kota Tua. Dengan adanya museum fotografi dan film, kawasan ini bisa semakin dikenal sebagai pusat budaya yang dinamis dan dengan perkembangan zaman.

Perbandingan Potensi Museum Fotografi dan Film dengan Museum Lain di Kota Tua

Aspek Museum Fotografi dan Film Museum Sejarah Jakarta (Fatahillah) Museum Bank Indonesia
Fokus Utama Dokumentasi visual dan perfilman Sejarah kolonial dan kota Sejarah moneter dan ekonomi
Pengunjung Pecinta fotografi, film, dan kreatif Umum, pelajar Umum, akademisi ekonomi
Potensi Edukasi Tinggi, khususnya bagi pelaku industri kreatif Tinggi, untuk pemahaman sejarah kota Menengah, untuk pemahaman ekonomi
Daya Tarik Wisata Unik dan inovatif Klasik dan bersejarah Edukatif dan menarik

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat sesuai dengan data dan rencana yang tersedia hingga April 2026. Rencana pengembangan museum masih dalam tahap awal dan dapat mengalami perubahan tergantung pada proses persetujuan dan kesiapan infrastruktur.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.