Finansial

PSAK 117 Mulai Diterapkan, Asuransi Bintang Raih Laba Bersih Rp 45,8 Miliar pada 2025

Danang Ismail
×

PSAK 117 Mulai Diterapkan, Asuransi Bintang Raih Laba Bersih Rp 45,8 Miliar pada 2025

Sebarkan artikel ini
PSAK 117 Mulai Diterapkan, Asuransi Bintang Raih Laba Bersih Rp 45,8 Miliar pada 2025

Asuransi Bintang (ASBI) mencatatkan kinerja keuangan positif di tengah adaptasi terhadap PSAK 117. Pada kuartal III tahun 2025, emiten berkode saham ASBI ini membukukan bersih sebesar Rp 6,56 miliar. Angka ini menunjukkan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Langkah implementasi PSAK 117 ternyata tidak hanya memengaruhi struktur pelaporan, tapi juga memberikan dampak nyata pada posisi laba perusahaan. Dengan adopsi standar akuntansi baru ini, keuangan pun meningkat, sekaligus memperkuat kepercayaan investor.

Dampak PSAK 117 pada Kinerja Keuangan ASBI

PSAK 117 merupakan standar pelaporan keuangan untuk industri asuransi yang dirancang untuk menyelaraskan praktik akuntansi dengan prinsip internasional. Standar ini mengatur bagaimana kontrak asuransi dicatat dan diukur, termasuk pengakuan pendapatan dan beban klaim.

  1. Perubahan Pengakuan Pendapatan
    PSAK 117 mengharuskan pendapatan dari kontrak asuransi diakui secara lebih proporsional selama masa kontrak berlangsung. Ini berbeda dengan metode sebelumnya yang cenderung mengakui pendapatan secara lump sum di awal.

  2. Pengukuran Klaim Lebih Akurat
    Dengan model estimasi klaim yang lebih matang, perusahaan dapat memprediksi kewajiban masa depan dengan lebih tepat. Hal ini mengurangi overstatement atau understatement dalam laporan keuangan.

  3. Peningkatan Transparansi Laporan
    Investor kini bisa melihat lebih jelas bagaimana pendapatan dan beban diturunkan, sehingga mempermudah analisis kinerja operasional perusahaan.

Laba Bersih ASBI Naik Tajam di Kuartal III-2025

Laba bersih ASBI sebesar Rp 6,56 miliar pada kuartal III-2025 mencerminkan hasil dari sinergi antara efisiensi operasional dan manfaat dari PSAK 117. Meski masih dalam tahap adaptasi, penerapan standar ini justru mempercepat pemulihan kinerja keuangan perusahaan.

Indikator Q3 2024 Q3 2025 Pertumbuhan (%)
Laba Bersih Rp 2,1 miliar Rp 6,56 miliar +212%
Pendapatan Premi Rp 198 miliar Rp 210 miliar +6%
Rp 2,3 triliun Rp 2,5 triliun +8,7%

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa ASBI tidak hanya bertahan dari tekanan regulasi, tetapi justru berhasil memanfaatkannya sebagai alat untuk memperbaiki kinerja.

Strategi ASBI Menghadapi PSAK 117

Adaptasi terhadap PSAK 117 bukanlah hal mudah. Perusahaan harus merevisi sistem pelaporan internal, melakukan pelatihan ulang SDM, dan menyesuaikan proses agar selaras dengan ketentuan baru.

  1. Reengineering Proses Internal
    Tim keuangan dan aktuarial ASBI melakukan audit menyeluruh terhadap sistem pencatatan kontrak. Tujuannya agar setiap transaksi dapat dilacak dan dilaporkan sesuai standar baru.

  2. Investasi pada Teknologi Data
    Untuk mendukung akurasi pelaporan, perusahaan menggelontorkan anggaran untuk upgrade platform IT. Investasi ini memungkinkan pengolahan data klaim dan premi secara real-time.

  3. Pelatihan Reguler untuk Staf
    Pelatihan rutin diadakan untuk memastikan seluruh tim keuangan memahami baru. Ini penting agar tidak terjadi kesalahan interpretasi dalam pelaporan.

Proyeksi Laba hingga Akhir 2025

Berdasarkan tren kuartal III, ASBI memperkirakan laba bersih hingga akhir tahun akan mencapai Rp 45,8 miliar. Target ini didukung oleh pipeline premi yang solid dan efisiensi biaya operasional yang terus ditingkatkan.

Bulan Estimasi Laba Bersih (Rp)
September 2025 6,56 miliar
Desember 2025 39,24 miliar
Total Proyeksi 2025 45,8 miliar

Proyeksi ini belum termasuk potensi pendapatan dari produk asuransi baru yang sedang dikembangkan. Jika pipeline tersebut terealisasi, laba bisa melampaui target.

Faktor Risiko dan Tantangan

Meski prospeknya cerah, ASBI masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah volatilitas klaim yang dipicu oleh faktor eksternal seperti bencana alam atau lonjakan klaim kesehatan.

  1. Risiko Makroekonomi
    Perlambatan ekonomi bisa menekan permintaan produk asuransi jiwa dan kendaraan bermotor.

  2. Regulasi
    Otoritas pengawas mungkin akan menambahkan ketentuan baru yang memerlukan penyesuaian lebih lanjut.

  3. Persaingan Industri
    Semakin banyaknya perusahaan asuransi membuat pasar semakin kompetitif, terutama di segmen menengah ke bawah.

Kesimpulan

Implementasi PSAK 117 membawa dampak positif bagi Asuransi Bintang. Dengan laba bersih Rp 6,56 miliar di kuartal III-2025, perusahaan menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik. Proyeksi laba hingga akhir tahun mencapai Rp 45,8 miliar, menandakan momentum pemulihan yang kuat.

Namun, tantangan makro dan persaingan industri tetap harus diwaspadai. Keberhasilan ASBI ke depan akan sangat bergantung pada konsistensi eksekusi strategi serta kemampuan merespons dinamika pasar.

Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan korporasi.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.