Finansial

BRI Imbau Masyarakat Waspada Terhadap Ancaman Phishing dan Link Penipuan Online

Retno Ayuningrum
×

BRI Imbau Masyarakat Waspada Terhadap Ancaman Phishing dan Link Penipuan Online

Sebarkan artikel ini
BRI Imbau Masyarakat Waspada Terhadap Ancaman Phishing dan Link Penipuan Online

Maraknya penggunaan layanan digital membuat kejahatan siber semakin beragam dan canggih. Salah satu ancaman yang saat ini sedang mengemuka adalah phishing, terutama melalui link palsu yang mengaku sebagai situs resmi lembaga keuangan seperti BRI. Modus ini dirancang untuk mencuri data pribadi pengguna, termasuk PIN, password, dan kode OTP.

BRI pun mengeluarkan peringatan keras terkait maraknya link phishing yang menyerupai situs resmi. Penipuan ini biasanya menyebar lewat pesan singkat, email, atau media sosial dengan tujuan menjebak pengguna agar memasukkan data sensitif mereka. Karena tampilannya yang mirip dengan situs asli, banyak orang terjebak tanpa menyadarinya.

Modus Phishing yang Sering Digunakan

Phishing bukan sekadar tautan mencurigakan yang mudah dikenali. Teknik ini terus berkembang dan semakin sulit dibedakan dari situs asli. Pelaku kerap memanfaatkan kepercayaan pengguna terhadap nama besar seperti BRI untuk menjalankan aksinya.

1. Link Palsu Melalui SMS dan Email

Salah satu cara paling umum adalah dengan mengirim pesan singkat atau email yang mengklaim bahwa akun pengguna bermasalah. Dalam pesan tersebut, biasanya disertakan tautan yang mengarah ke situs tiruan. Situs ini dirancang sedemikian rupa agar terlihat identik dengan situs resmi BRI.

2. Situs Tiruan yang Mirip

Website phishing sering dibuat dengan domain yang hampir sama dengan situs asli. Misalnya, alih-alih “bri.co.id”, pelaku menggunakan “brl.co.id” atau “bri-login.com”. Perbedaan kecil ini sering luput dari perhatian pengguna yang sedang terburu-buru.

3. Penipuan Melalui Aplikasi Pihak Ketiga

ilegal yang mengatasnamakan BRI juga kerap digunakan. Aplikasi ini biasanya menawarkan layanan instan seperti pinjaman online atau klaim hadiah, padahal tujuannya adalah mencuri data pribadi.

Cara Mengenali Situs Phishing

Tidak semua link yang terlihat resmi benar-benar aman. Ada beberapa tanda yang bisa membantu mengenali situs phishing sebelum terlambat.

1. Periksa URL dengan Teliti

Pastikan alamat situs dimulai dengan “https://” dan memiliki logo kunci di bilah alamat. Selain itu, cocokkan domain dengan situs resmi BRI. Jika ragu, lebih baik akses langsung melalui browser dengan mengetik alamat resmi secara manual.

2. Waspadai Desain yang Tidak Profesional

Situs phishing biasanya memiliki tampilan yang kurang rapi, gambar pecah, atau font yang tidak sesuai. Meskipun tidak selalu terlihat mencurigakan, detail kecil ini bisa menjadi indikator awal.

3. Jangan Mudah Percaya pada Pop-up atau Notifikasi

Pop-up yang muncul tiba-tiba dengan klaim “akun diblokir” atau “hadiah menunggu” biasanya merupakan jebakan phishing. Jangan langsung mengklik tautan yang muncul di dalamnya.

Langkah Pencegahan dari BRI

BRI telah mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan agar tidak menjadi korban penipuan digital. Berikut adalah beberapa rekomendasi yang bisa diikuti.

1. Gunakan Aplikasi dan Situs Resmi

Akses layanan BRI hanya melalui BRImo, internet banking BRI, website resmi, atau kunjungi langsung cabang terdekat. Hindari mengakses layanan melalui tautan dari pihak ketiga.

2. Jangan Bagikan Data Pribadi

BRI tidak pernah meminta data sensitif seperti PIN, password, atau kode OTP melalui pesan singkat, email, atau panggilan telepon. Jika ada yang mengklaim atas nama BRI, abaikan dan laporkan langsung ke Contact Center BRI 1500017.

3. Aktifkan Notifikasi Transaksi

Dengan mengaktifkan notifikasi transaksi, pengguna bisa langsung mengetahui aktivitas di rekeningnya. Jika ada transaksi mencurigakan, segera hubungi bank untuk memblokir akun.

Statistik Penipuan Digital di Sektor Keuangan

Kejahatan siber di sektor keuangan terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari Indonesia Anti Centre (IASC) hingga Februari , jumlah laporan penipuan mencapai ratusan ribu kasus.

Jumlah Laporan
Total Laporan Penipuan 477.600
Laporan dari Pelaku Sektor Keuangan 243.323
Laporan Langsung dari Korban 234.277

Data ini menunjukkan bahwa hampir separuhnya laporan datang langsung dari korban, yang berarti banyak orang tidak menyadari telah menjadi hingga terlambat.

Pentingnya Edukasi Keamanan Digital

Meningkatnya kejahatan siber bukan hanya masalah teknologi, tetapi juga kesadaran pengguna. menjadi kunci utama dalam mencegah penipuan digital. Banyak korban yang tidak menyadari bahwa tindakan kecil seperti mengklik tautan mencurigakan bisa berujung pada kerugian besar.

BRI terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kanal, baik digital maupun offline. Pesan utamanya adalah “think before click” atau berpikir sebelum mengklik tautan apa pun.

Tips Tambahan untuk Menghindari Phishing

Selain mengikuti imbauan dari BRI, ada beberapa langkah tambahan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keamanan digital.

  • Gunakan (2FA) di semua akun penting
  • Perbarui aplikasi dan sistem operasi secara berkala
  • Gunakan antivirus dan antispyware terpercaya
  • Laporkan situs atau tautan mencurigakan ke pihak berwajib

Kesimpulan

Phishing melalui link palsu adalah ancaman nyata yang bisa menimpa siapa saja. Dengan meningkatnya penggunaan layanan digital, risiko ini juga terus meningkat. Namun, dengan kewaspadaan dan pengetahuan yang cukup, risiko tersebut bisa diminimalkan.

BRI terus berkomitmen untuk menjaga keamanan data nasabah dan masyarakat luas. Edukasi dan pencegahan menjadi fokus utama dalam melawan kejahatan siber. Masyarakat pun dituntut untuk lebih aktif dalam melindungi diri sendiri dari ancaman digital yang semakin canggih.

Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari laporan resmi BRI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 26 Februari 2026. Angka dan kebijakan bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.