Desa Empang Baru di Kabupaten Siak, Riau, tengah menunjukkan perubahan ekonomi yang menarik. Dengan luas wilayah sekitar 1.660 hektare, desa ini tidak hanya mengandalkan satu sektor usaha. Banyak lini ekonomi tumbuh secara bersamaan, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga UMKM rumahan.
Kolaborasi antar pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan. Banyak komunitas usaha saling mendukung, menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. Dukungan dari program Desa BRILiaN milik BRI turut mempercepat pertumbuhan kapasitas usaha masyarakat setempat.
Peran BUMKam Mekar Sari dalam Menggerakkan Ekonomi
Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) Mekar Sari memainkan peran penting dalam mengelola berbagai aktivitas ekonomi di Desa Empang Baru. Selain mengelola unit usaha, BUMKam juga menjadi penghubung antara masyarakat dengan lembaga keuangan.
Dengan akses ke layanan keuangan yang lebih mudah, masyarakat bisa mengembangkan usaha mereka secara mandiri. BUMKam juga membantu dalam pengelolaan dana desa dan pemberdayaan kelompok usaha kecil.
Keberagaman Usaha yang Menggerakkan Desa
Desa Empang Baru tidak hanya unggul dalam satu bidang. Banyak sektor yang tumbuh bersamaan, menciptakan keseimbangan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada satu jenis usaha.
-
Peternakan
Usaha peternakan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan warga. Ternak yang dikembangkan antara lain ayam potong dan kambing. -
Perikanan Kerambah Apung
Sektor perikanan melalui sistem kerambah apung menjadi andalan. Pengelolaan yang berkelanjutan membuat usaha ini mampu memberikan hasil stabil setiap panen. -
UMKM Olahan Pangan
Produk-produk UMKM seperti Ting Ting Jahe menjadi favorit di pasar lokal hingga luar daerah. Ibu-ibu PKK aktif terlibat dalam produksi dan pemasaran. -
Perdagangan
Sentra perdagangan kecil di desa juga berkembang. Banyak pedagang lokal menjual produk hasil produksi sendiri maupun dari luar desa.
Dukungan BRI Melalui Program Desa BRILiaN
Program Desa BRILiaN hadir sebagai solusi untuk memperkuat ekonomi desa. Melalui pendekatan inklusif, BRI membantu masyarakat mengakses layanan keuangan dan mengembangkan usaha mereka.
- Penyaluran pembiayaan usaha kecil
- Penguatan agen BRILink untuk transaksi digital
- Implementasi QRIS dan aplikasi BRImo
Dengan layanan ini, warga bisa melakukan transaksi keuangan dengan lebih mudah. Mereka juga bisa mengajukan pinjaman untuk modal usaha tanpa harus repot ke kota.
Sinergi yang Mendorong Pertumbuhan
Kekuatan Desa Empang Baru terletak pada sinergi antara masyarakat, lembaga desa, dan pihak eksternal seperti BRI. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
BUMKam sebagai ujung tombak pengelolaan usaha, UMKM sebagai motor penggerak ekonomi, dan BRI sebagai fasilitator keuangan, bekerja sama menciptakan dampak nyata di lapangan.
Perkembangan dan Capaian Program Desa BRILiaN
Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menyatakan bahwa Desa BRILiaN dirancang untuk menciptakan desa tangguh dan mandiri. Program ini fokus pada penguatan kelembagaan, digitalisasi layanan keuangan, serta pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.
Hingga saat ini, lebih dari 5.200 desa di Indonesia telah menjadi bagian dari program ini. Desa Empang Baru adalah salah satu contoh nyata keberhasilan program tersebut.
Tabel: Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi Sebelum dan Sesudah Program Desa BRILiaN
| Sektor Usaha | Sebelum Program | Sesudah Program | Kenaikan (%) |
|---|---|---|---|
| UMKM | 12 unit | 28 unit | 133% |
| Peternakan | 5 unit | 11 unit | 120% |
| Perikanan | 3 unit | 8 unit | 166% |
| Perdagangan | 10 unit | 22 unit | 120% |
Data di atas menunjukkan peningkatan yang signifikan di berbagai sektor usaha. UMKM menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, didukung oleh akses keuangan dan pemasaran yang lebih luas.
Langkah-Langkah Pengembangan Ekonomi Desa Empang Baru
-
Penguatan Kelembagaan Desa
Desa memperkuat struktur BUMKam dan kelompok usaha agar lebih profesional dalam mengelola keuangan dan operasional. -
Peningkatan Akses Keuangan
BRI membantu masyarakat mengakses layanan keuangan melalui agen BRILink dan aplikasi digital. -
Pelatihan dan Pendampingan Usaha
Program pelatihan rutin diadakan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, terutama UMKM. -
Pemasaran Produk Melalui Digital
Pemanfaatan media sosial dan platform digital membantu produk desa menjangkau pasar yang lebih luas. -
Pengembangan Produk Unggulan
Desa fokus mengembangkan produk andalan seperti Ting Ting Jahe dan hasil perikanan untuk dipasarkan ke luar daerah.
Tantangan dan Solusi Ke Depan
Meski sudah menunjukkan perkembangan positif, Desa Empang Baru masih menghadapi beberapa tantangan. Keterbatasan infrastruktur dan SDM menjadi kendala utama dalam pengembangan lebih lanjut.
Solusi yang diambil antara lain peningkatan pelatihan berkelanjutan dan kolaborasi dengan pihak eksternal untuk pengembangan infrastruktur. BRI juga terus memperluas jangkauan layanan digital agar lebih banyak warga yang bisa menikmati kemudahan transaksi.
Potensi Masa Depan yang Menjanjikan
Dengan fondasi yang sudah dibangun, Desa Empang Baru memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing. Dukungan berkelanjutan dari BRI dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi modal utama dalam perjalanan panjang ini.
Desa ini bukan hanya menjadi contoh di Riau, tapi juga inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia. Kolaborasi yang baik antara masyarakat, lembaga desa, dan sektor keuangan membuktikan bahwa perubahan ekonomi bisa terjadi dari akar rumput.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sesuai kondisi terkini dan dapat berubah sewaktu-waktu. Capaian dan angka yang disebutkan merupakan hasil dari sumber internal dan dapat berbeda dengan data aktual di lapangan.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













