Wall Street terperosok tajam pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026. Sentimen pasar langsung terkoreksi menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang menyatakan ketidakpastian AS dalam mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Optimisme sementara soal penyelesaian konflik di Timur Tengah mulai buyar, terutama saat harga minyak langsung melonjak seiring eskalasi ketegangan.
Indeks Nasdaq, yang sebelumnya mencatat rekor tertinggi, akhirnya masuk ke wilayah koreksi. Penurunan ini mencatatkan angka lebih dari 10 persen dari level tertinggi sebelumnya. Indeks teknologi unggulan itu turun 2,4 persen, menyentuh 21.408,08 poin. Sementara itu, S&P 500 turun 1,7 persen menjadi 6.478,41 poin, dan Dow Jones Industrial Average juga terperosok 1 persen ke level 45.959,43 poin.
Sentimen Pasar Terguncang oleh Ketidakpastian Diplomasi
Kabar dari Washington dan Teheran terus berubah-ubah. Trump dalam rapat kabinet menyebut bahwa Iran “memohon” agar bisa mencapai kesepakatan damai. Namun, ia juga menyampaikan keraguan atas kemauan dan kemampuan kedua belah pihak untuk menyelesaikannya.
“Saya tidak tahu apakah kita akan mampu melakukan itu. Saya tidak tahu apakah kita bersedia melakukan itu,” ujar Trump.
Setelah penutupan pasar, Trump kembali memposting di media sosial bahwa penangguhan serangan terhadap infrastruktur energi Iran diperpanjang selama 10 hari. Ia menyebut bahwa pembicaraan masih berjalan, meski pesan dari berbagai pihak terasa saling bertolak belakang.
1. Perubahan Sinyal yang Membuat Pasar Was-Was
Investor pun mulai terganggu dengan sinyal yang tidak konsisten. Harapan akan perdamaian yang cepat mulai pudar. Pasar saham yang sehari sebelumnya naik karena optimisme, langsung terkoreksi tajam.
- Indeks VIX naik 6 persen
- Harga minyak mentah naik hingga 5 persen
- Obligasi pemerintah AS naik yield sekitar 10 basis poin
Keith Lerner, kepala investasi dan strategi pasar di Truist, menyebut bahwa sentimen investor saat ini sangat rapuh. Ia menilai bahwa resolusi cepat bisa memicu reli kuat, tapi sebaliknya, konflik yang berlarut bisa terus menekan pasar.
2. Perbedaan Tuntutan AS dan Iran
AS dan Iran masih terpaut jauh dalam tuntutan mereka. Meski ada sinyal dari Teheran bahwa mereka bersedia berdiskusi, sikap keras dari pemerintah Iran tetap terlihat. Media Iran seperti Tasnim menyebut bahwa mereka telah menyampaikan tanggapan atas proposal 15 poin dari AS dan menunggu respons Washington.
Trump sendiri menyebut bahwa para negosiator Iran terasa “aneh” dan “berbeda.” Ia menegaskan bahwa Iran kini punya kesempatan untuk meninggalkan ambisi nuklir mereka. Namun, jika tidak, maka AS akan menjadi “mimpi buruk terburuk” bagi Teheran.
Saham Teknologi dan Energi Jadi Korban Utama
Ketegangan geopolitik ini tidak hanya memengaruhi ekspektasi makro ekonomi, tetapi juga langsung berdampak pada performa sektor-sektor tertentu di Wall Street. Saham teknologi dan energi jadi yang paling terpukul.
3. Saham Penyimpanan Data Anjlok
Saham perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang memori dan penyimpanan data mengalami tekanan besar. Penurunan ini dipicu oleh inovasi teknologi baru dari Google yang berpotensi mengurangi kebutuhan memori untuk kecerdasan buatan.
Perusahaan-perusahaan yang terdampak antara lain:
- Micron Technology: turun 11 persen
- Western Digital: turun 9 persen
- Seagate: turun 8 persen
- SanDisk: turun 6 persen
4. Meta Platforms Terjerat Kasus Hukum
Meta Platforms juga mengalami penurunan tajam, sekitar 8 persen. Penurunan ini dipicu oleh dua putusan pengadilan yang menyatakan Meta bertanggung jawab atas dampak negatif media sosial terhadap pengguna muda, khususnya soal kecanduan.
5. Salesforce Naik Berkat AI Pemerintah
Tidak semua saham terpukul. Salesforce justru naik 2 persen. Ini berkat pengumuman bahwa Departemen Tenaga Kerja AS menggunakan teknologi Salesforce untuk memodernisasi layanan mereka. Salah satu inisiatifnya adalah peluncuran DOLA, agen AI yang membantu pekerja dan pensiunan secara otomatis.
Perbandingan Dampak Saham Akibat Geopolitik dan Teknologi
| Perusahaan | Persentase Penurunan | Faktor Utama Penurunan |
|---|---|---|
| Micron Technology | 11% | Inovasi kompresi Google |
| Western Digital | 9% | Inovasi kompresi Google |
| Seagate | 8% | Inovasi kompresi Google |
| SanDisk | 6% | Inovasi kompresi Google |
| Meta Platforms | 8% | Putusan hukum soal kecanduan |
| Salesforce | +2% | Penggunaan AI pemerintah |
Volatilitas Jangka Pendek Diprediksi Berlanjut
Investor saat ini tampaknya masih menunggu sinyal yang lebih jelas dari pihak AS dan Iran. Sampai ada kejelasan, pergerakan pasar akan terus dipengaruhi oleh berita utama ketimbang data fundamental.
Dan Coatsworth dari AJ Bell menyebut bahwa investor sudah mulai muak dengan pesan yang terus berubah-ubah. Ia menyebut bahwa lonjakan VIX dan harga minyak menunjukkan bahwa optimisme pasar soal perdamaian di Timur Tengah mulai memudar.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga tanggal 27 Maret 2026. Perkembangan situasi geopolitik dan pasar saham bisa berubah sewaktu-waktu. Pembaca disarankan untuk selalu merujuk pada sumber terpercaya untuk informasi terbaru.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













