Pertumbuhan bisnis BRI Finance di awal tahun 2026 terus menunjukkan sinyal positif. Catatan internal perusahaan mencatatkan lonjakan penyaluran pembiayaan baru sebesar 42,98% secara tahunan per Februari 2026. Angka ini mencerminkan antusiasme pasar yang masih tinggi terhadap layanan pembiayaan yang ditawarkan oleh anak usaha BRI tersebut.
Meski tidak dirinci secara spesifik nilai total penyalurannya, lonjakan ini menunjukkan bahwa permintaan di sektor pembiayaan masih cukup robust, terutama di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak pasca-kuartal empat 2025. Kenaikan ini menjadi salah satu indikator bahwa strategi operasional BRI Finance mulai menunjukkan hasil yang signifikan.
Kinerja Pembiayaan BRI Finance di Awal 2026
1. Peningkatan Penyaluran Pembiayaan Baru
Salah satu pendorong utama kenaikan ini adalah segmen pembiayaan mobil baru. Dari total portofolio pembiayaan, segmen ini menyumbang sekitar 38,53%, dengan pertumbuhan penyaluran yang mencapai 393,03% secara tahunan. Lonjakan ini menunjukkan bahwa permintaan konsumen terhadap kendaraan bermotor masih tinggi di awal tahun.
2. Fokus pada Portofolio Berkualitas
Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menegaskan bahwa pertumbuhan ini tidak terjadi begitu saja. Perusahaan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan selektivitas dalam menyalurkan pembiayaan. Ini penting untuk menjaga kualitas portofolio dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
3. Optimisme Capaian Target OJK
Berdasarkan proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri multifinance ditargetkan tumbuh antara 6% hingga 8% pada 2026. Dengan pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru yang sudah mencapai lebih dari 40% di awal tahun, BRI Finance tampaknya berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target tersebut.
Strategi Ke Depan BRI Finance
1. Penguatan Kerja Sama Strategis
Untuk menjaga momentum ini, BRI Finance berencana memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi distribusi produk pembiayaan.
2. Optimalisasi Kanal Pemasaran
Perusahaan juga terus mengembangkan berbagai kanal pemasaran, baik secara digital maupun offline. Ini menjadi langkah penting untuk menjangkau lebih banyak calon nasabah, terutama di segmen menengah ke bawah yang memiliki potensi permintaan tinggi.
3. Fokus pada Segmen Prospektif
BRI Finance tidak hanya fokus pada pertumbuhan kuantitas, tetapi juga kualitas. Segmen yang dinilai memiliki prospek baik ke depannya akan menjadi prioritas dalam penyaluran pembiayaan. Ini mencakup sektor konsumsi, UMKM, dan kendaraan bermotor.
Data Pembiayaan BRI Finance Juni 2025
Sebagai gambaran kondisi sebelum lonjakan Februari 2026, berikut adalah data pembiayaan BRI Finance per Juni 2025:
| Jenis Pembiayaan | Nilai (Rp) |
|---|---|
| Total Aset | 6,6 triliun |
| Pembiayaan Investasi | 1,3 triliun |
| Pembiayaan Modal Kerja | 107 miliar |
| Pembiayaan Multiguna | 3,8 triliun |
| Total Pinjaman Diterima | 3,9 triliun |
Disclaimer: Data di atas bersifat historis dan dapat berubah seiring perkembangan bisnis dan kondisi makro ekonomi.
Tren Permintaan Pembiayaan di Awal 2026
Permintaan terhadap layanan pembiayaan BRI Finance tidak hanya didorong oleh faktor musiman, tetapi juga oleh aktivitas ekonomi yang mulai menggeliat di awal tahun. Kondisi ini memberikan sinyal bahwa masyarakat masih memiliki kepercayaan terhadap produk keuangan yang ditawarkan oleh perusahaan pembiayaan berbasis BRI tersebut.
Selain itu, tren ini juga menunjukkan bahwa BRI Finance berhasil mempertahankan daya tarik di tengah persaingan ketat industri multifinance. Strategi yang dijalankan, termasuk dalam hal digitalisasi dan pelayanan pelanggan, terbukti efektif menarik minat calon nasabah.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meski pertumbuhan terlihat positif, BRI Finance tetap harus waspada terhadap berbagai tantangan. Salah satunya adalah potensi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Selain itu, ketidakpastian geopolitik global juga bisa berdampak pada sektor keuangan secara umum.
Namun, di sisi lain, masih banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Kebijakan pemerintah dalam mendorong konsumsi domestik dan pengembangan UMKM memberikan ruang besar bagi perusahaan pembiayaan untuk terus berkembang.
Kesimpulan
Pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru BRI Finance sebesar 42,98% di Februari 2026 menunjukkan bahwa strategi perusahaan mulai membuahkan hasil. Dengan fokus pada kualitas portofolio, optimalisasi kanal pemasaran, serta penguatan kerja sama strategis, BRI Finance berpotensi terus menjadi salah satu pemain kuat di industri multifinance nasional.
Tren positif ini juga mencerminkan masih terjaganya minat masyarakat terhadap layanan pembiayaan yang terjangkau dan mudah diakses. Jika tren ini bisa dipertahankan, BRI Finance punya peluang besar untuk mencapai target tahunan yang telah ditetapkan oleh OJK.
Disclaimer: Data dan persentase pertumbuhan dalam artikel ini bersifat berdasarkan informasi yang dirilis oleh BRI Finance per Februari 2026 dan dapat berubah seiring perkembangan waktu serta kondisi pasar yang dinamis.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













