Perbankan

QRIS Menembus Pasar Global: Tantangan dan Peluang di Era Digital

Danang Ismail
×

QRIS Menembus Pasar Global: Tantangan dan Peluang di Era Digital

Sebarkan artikel ini
QRIS Menembus Pasar Global: Tantangan dan Peluang di Era Digital

QRIS kini bukan lagi sekadar alat bayar lokal. Perlahan tapi pasti, standar pembayaran berbasis kode QR ini mulai menancapkan akarnya di kancah . Langkah nyata terbaru datang dari kerja sama antara Bank Indonesia dan Bank of Korea. Mulai April , pengguna QRIS bisa melakukan transaksi di Korea Selatan hanya dengan memindai kode QR—begitu pun sebaliknya.

Ini bukan sekadar inovasi teknologi. Ini adalah strategi cerdas untuk memperkuat posisi ekonomi digital Indonesia di tengah arus perdagangan lintas negara yang makin intens. QRIS bukti nyata bahwa sistem pembayaran lokal bisa bersaing secara global, tanpa harus bergantung pada platform asing.

QRIS Menuju Dunia Global

Perluasan QRIS ke luar negeri bukan hal baru. Sebelum Korea Selatan, Indonesia sudah menjalin kerja sama serupa dengan beberapa negara ASEAN dan Jepang. Uji coba juga tengah berlangsung dengan Cina. Semua ini bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) yang dirancang untuk mempercepat digital sektor keuangan.

Menurut Laporan Perekonomian Indonesia 2025, transaksi QRIS tumbuh sangat signifikan. Pada tahun itu, volume transaksi QRIS naik 139,99% year-on-year. Jumlah pengguna mencapai 59,93 juta, sementara jumlah merchant QRIS sudah menyentuh angka 42,75 juta.

1. Memperluas Jaringan Internasional

Langkah pertama dalam ekspansi QRIS adalah membangun sinergi dengan negara mitra dagang utama. Melalui kerja sama bilateral, Bank Indonesia memastikan bahwa QRIS bisa digunakan di luar negeri tanpa ribet. Ini membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk menjangkau .

2. Mendukung UMKM Naik Kelas

Salah satu dampak nyata dari penggunaan QRIS adalah peningkatan omzet harian UMKM hingga 5%–10%. Banyak pedagang kecil yang dulunya belum tersentuh sistem pembayaran digital kini bisa menerima pembayaran instan lewat QRIS. Ini membentuk pembayaran yang efisien dan minim gesekan.

3. Memberdayakan Wisatawan

Bagi turis, QRIS menawarkan kemudahan bertransaksi tanpa perlu menukar uang fisik atau repot pakai kartu kredit yang biasanya dikenai biaya konversi tinggi. Wisatawan Indonesia di Korea Selatan bisa pakai e- lokal seperti atau OVO. Sebaliknya, wisatawan Korea bisa pakai KakaoPay atau Naver Pay saat berada di Indonesia.

Manfaat Makro dari Ekspansi QRIS

QRIS bukan cuma soal transaksi praktis. Di balik layar, ada manfaat makro ekonomi yang cukup besar. Terutama dalam konteks penghematan biaya, pengurangan ketergantungan pada dolar AS, dan penguatan kedaulatan digital nasional.

1. Efisiensi Biaya Transaksi

Transaksi via QRIS menggunakan Local Currency Transaction (LCT). Artinya, pembayaran dilakukan langsung dalam mata uang lokal masing-masing negara. Ini mengurangi biaya konversi valuta asing yang umumnya mahal dan rentan fluktuasi .

2. Mengurangi Dominasi Dolar AS

Dengan LCT, negara-negara mitra bisa menghindari ketergantungan pada dolar AS sebagai alat transaksi perantara. Ini penting untuk makro dan mengurangi risiko volatilitas pasar global.

3. Mendorong Integrasi Ekonomi Digital

Ekspansi QRIS ke berbagai negara adalah langkah konkret menuju integrasi ekonomi digital Asia. Di masa depan, tidak menutup kemungkinan QRIS bisa menjadi salah satu alat pembayaran unggulan di level global.

Tantangan yang Harus Disiapkan

Meski prospeknya cerah, ekspansi QRIS ke luar negeri tidak datang tanpa . Ada beberapa hal yang perlu disiapkan agar implementasi ini bisa berjalan optimal.

Keselarasan Regulasi Antar Negara

Setiap negara punya aturan main sendiri dalam sistem pembayaran. Untuk memastikan interoperabilitas, dibutuhkan harmonisasi regulasi antar negara agar tidak terjadi hambatan teknis atau legal saat transaksi lintas batas.

Infrastruktur Teknologi yang Siap

Infrastruktur digital harus kuat dan andal. Termasuk di dalamnya keamanan data, kecepatan server, dan kemampuan sistem untuk menangani lonjakan transaksi secara real time.

Konversi Mata Uang yang Efisien

Meskipun LCT mengurangi biaya konversi, tetap saja ada proses konversi mata uang yang harus dilakukan. Maka dari itu, diperlukan sistem yang mampu memberikan kurs real time dan akurat agar tidak merugikan pengguna.

QRIS adalah simbol dari transformasi digital yang dimiliki Indonesia. Bukan hanya alat bayar, QRIS kini menjadi jembatan ekonomi yang menghubungkan pelaku usaha kecil dengan pasar global. Ke depan, tantangan teknis dan regulasi bisa diatasi selama ada komitmen kuat dari regulator dan stakeholder terkait.


Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat valid hingga April 2025. Angka dan perkembangan terkait QRIS serta kerja sama internasional dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika kebijakan dan kondisi ekonomi global.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.