Nasional

Perbedaan Emas UBS, Antam, dan Pegadaian yang Perlu Diketahui Sebelum Investasi

Retno Ayuningrum
×

Perbedaan Emas UBS, Antam, dan Pegadaian yang Perlu Diketahui Sebelum Investasi

Sebarkan artikel ini
Perbedaan Emas UBS, Antam, dan Pegadaian yang Perlu Diketahui Sebelum Investasi

emas masih jadi pilihan utama banyak orang, terutama saat situasi nggak menentu. Tapi, ternyata nggak semua emas itu sama. Ada beberapa jenis emas yang bisa dipilih, seperti emas Antam, UBS, dan Galeri 24. Ketiganya punya kelebihan dan keunikan masing-masing.

Mau tahu bedanya? Yuk, kita kupas satu per satu, mulai dari produsen, kemurnian, harga, hingga kemudahan beli dan jualnya.

Produsen dan Reputasi di Balik Emas

Sebelum beli emas, penting banget tahu siapa yang bikin dan seberapa terpercaya produknya. Nggak semua emas bisa langsung dipercaya begitu saja.

1. Emas Antam: BUMN dengan Sertifikasi Internasional

Emas Antam diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk, salah satu BUMN tambang yang sudah punya LBMA (London Bullion Market Association). Ini jadi jaminan kalau emasnya punya standar internasional.

2. Emas UBS: Perusahaan Swasta dengan Harga Terjangkau

PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) adalah produsen emas swasta. Mereka menggunakan sertifikat laminasi untuk ukuran kecil dan kertas hologram untuk ukuran lebih besar. UBS dikenal karena harganya yang lebih dibanding dua brand lainnya.

3. Galeri 24: Dukungan Pegadaian dan BUMN Lainnya

Galeri 24 dikelola oleh PT Pegadaian Galeri Dua Empat, anak usaha Pegadaian. Produknya juga sudah bersertifikasi SNI 8880:2020 dan didukung oleh BRI serta PNM. Ini jadi nilai tambah soal kepercayaan dan jangkauan.

Kemurnian Emas: Sama Tinggi, Beda Sentuhan

Meskipun beda produsen, ketiganya menawarkan emas dengan kemurnian 99,99% atau 24 karat. Artinya, kualitas emasnya nggak usah diragukan lagi.

  • Antam: 99,99% kemurnian, cocok untuk investasi jangka panjang.
  • UBS: Juga 99,99%, tapi tersedia dalam bentuk batangan dan perhiasan.
  • Galeri 24: Selain batangan 24 karat, juga ada perhiasan dengan kadar beragam.

Varian Ukuran dan Jenis Emas

Nggak semua orang punya dana besar untuk investasi emas. Makanya, penting ada pilihan ukuran yang fleksibel.

1. Emas Antam: Pilihan dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Antam menyediakan berbagai ukuran, cocok buat investor pemula maupun yang sudah berpengalaman. Mulai dari 0, sampai 1.000 gram.

2. UBS: Ukuran Hingga 500 Gram dan Perhiasan

UBS menawarkan batangan dari 0,5 gram sampai 500 gram. Selain itu, ada juga perhiasan dengan merek Venus dan Starshine yang menarik.

3. Galeri 24: Fleksibel hingga 1.000 Gram dan Pesanan Khusus

Galeri 24 juga menyediakan emas batangan dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Tapi yang unik, mereka juga menerima pesanan khusus dan punya koleksi perhiasan dengan motif lokal.

Desain dan Nilai Budaya yang Melekat

Desain emas nggak cuma soal tampilan, tapi juga soal nilai tambah emosional dan budaya.

  • Antam: Desain simpel, tapi sering rilis edisi khusus saat momen tertentu seperti Imlek atau Lebaran.
  • UBS: Lebih fokus pada fungsi investasi, desainnya cenderung besar dan praktis.
  • Galeri 24: Mengusung motif budaya seperti batik Mega Mendung dan Kawung. Ini bikin emasnya punya nilai seni dan identitas nasional.

Akses dan Kemudahan Jual Beli

Mau beli emas, harus tahu di mana bisa nemuinnya. Akses yang mudah bikin investasi jadi lebih praktis.

1. Antam: Bisa Dibeli di Bank dan Marketplace

Antam bisa di berbagai bank besar, platform online, dan toko emas. Likuiditasnya juga tinggi di .

2. UBS: Banyak di Marketplace, tapi Likuiditas Terbatas

UBS banyak dijual di marketplace dan toko emas lokal. Tapi, kalau mau jual lagi, likuiditasnya nggak sekuat Antam di pasar internasional.

3. Galeri 24: Jaringan Luas di Kantor Pegadaian

Galeri 24 bisa dibeli langsung di cabang Pegadaian yang tersebar di seluruh Indonesia. Sistem buyback-nya juga transparan dan bisa dilakukan di gerai resmi.

Harga dan Biaya Investasi

Harga emas dari ketiga produsen ini nggak terlalu beda jauh karena kemurniannya sama. Tapi, ada sedikit perbedaan di spread dan biaya tambahannya.

Jenis Emas Harga Rata-Rata per Gram (April 2025) Catatan
Antam Rp 980.000 – Rp 1.000.000 Harga stabil,
UBS Rp 960.000 – Rp 980.000 Termurah, cocok untuk investor pemula
Galeri 24 Rp 970.000 – Rp 995.000 Spread kompetitif, desain unik

Disclaimer: Harga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung fluktuasi pasar. Pastikan selalu cek harga terbaru sebelum membeli.

Mana yang Cocok untukmu?

Setiap jenis emas punya keunggulan masing-masing. Pilih yang sesuai dengan tujuan investasi dan gaya hidup.

1. Antam: Investasi Jangka Panjang dengan Likuiditas Tinggi

Kalau kamu punya rencana investasi jangka panjang dan butuh kemudahan saat jual, Antam adalah pilihan tepat. Terutama buat yang ingin jual di pasar global.

2. UBS: Pilihan Hemat dengan Proses Cepat

UBS cocok buat yang ingin mulai investasi dengan modal terbatas. Harganya lebih murah dan proses belinya cepat, terutama lewat marketplace.

3. Galeri 24: Mudah Akses dan Kaya Nilai Budaya

Kalau kamu suka produk yang punya nilai seni dan ingin beli langsung di gerai fisik, Galeri 24 bisa jadi pilihan menarik. Apalagi dengan desain khas Indonesia.

Tips Investasi Emas yang Aman

Mau investasi emas, tapi masih bingung mulai dari mana? Ini beberapa tips yang bisa jadi panduan.

1. Beli dari Channel Resmi

Pastikan kamu beli emas dari sumber terpercaya, seperti toko resmi atau platform yang sudah .

2. Simpan Sertifikat dengan Baik

Sertifikat adalah bukti kepemilikan. Simpan dengan aman, karena ini penting saat mau jual atau klaim.

3. Pantau Harga Harian

Harga emas bisa naik turun setiap hari. Selalu pantau perkembangan harga agar bisa beli saat harga sedang murah.

Investasi emas nggak cuma soal beli dan simpan. Ada strategi, ada pilihan, dan ada pertimbangan. Dengan tahu perbedaan Antam, UBS, dan Galeri 24, kamu bisa lebih siap tentukan mana yang paling cocok buat kebutuhanmu.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.