Harga minyak dunia terjun bebas lebih dari 6% dalam sepekan terakhir. Pergerakan tajam ini terjadi setelah harga sempat melonjak ke level tertinggi dalam tiga tahun sebelumnya. Perubahan mendadak ini memicu reaksi di pasar global, termasuk di Indonesia, di mana harga BBM masih bertahan tanpa penyesuaian sejak awal Maret 2026.
Berita lain yang menyita perhatian adalah koreksi harga emas Antam yang sudah berlangsung tiga hari berturut-turut. Emas yang biasanya jadi andalan investor di masa ketidakpastian, kali ini malah melemah. Sementara itu, harga perak juga ikut terperosok ke level terendah dalam beberapa pekan terakhir.
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Tembus Level Tertinggi
Pergerakan harga minyak mentah global memang kerap kali fluktuatif. Namun, penurunan lebih dari 6% dalam satu pekan tergolong cukup signifikan. Apalagi sebelumnya harga sempat naik tinggi, mencatat rekor tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.
Penurunan ini dipicu oleh beberapa faktor eksternal. Salah satunya adalah kekhawatiran terhadap permintaan minyak global akibat perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar. Ditambah lagi dengan isu geopolitik yang mulai mereda, membuat tekanan pada harga minyak semakin besar.
1. Faktor Global yang Memengaruhi Harga Minyak
Beberapa penyebab utama penurunan harga minyak dunia antara lain:
- Perlambatan ekonomi global – Data dari Amerika Serikat dan China menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi melambat, yang berdampak pada permintaan energi.
- Kekhawatiran resesi – Investor mulai waspada terhadap risiko resesi, yang bisa menurunkan konsumsi minyak secara global.
- Isu geopolitik yang mereda – Ketegangan di Timur Tengah yang sebelumnya menyulut kenaikan harga mulai reda, sehingga pasar kembali stabil.
2. Dampak Penurunan Harga Minyak terhadap Indonesia
Meski Indonesia bukan produsen minyak besar, penurunan harga minyak global tetap memiliki dampak. Salah satunya adalah tekanan terhadap anggaran negara yang bergantung pada pendapatan dari sektor migas.
Namun, di sisi lain, harga minyak yang turun bisa jadi peluang. Harga BBM bersubsidi bisa bertahan lebih lama tanpa penyesuaian, selama harga minyak mentah di pasar internasional tidak kembali naik secara signifikan.
Harga BBM Nasional Masih Stabil
Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU di seluruh Indonesia periode 16-22 Maret 2026 masih belum mengalami penyesuaian. Terakhir kali harga disesuaikan adalah pada 1 Maret 2026 lalu.
3. Daftar Harga BBM Resmi di SPBU Maret 2026
Berikut adalah rincian harga BBM yang berlaku di SPBU milik Pertamina, Shell, Vivo, dan BP per 16-22 Maret 2026:
| Jenis BBM | Pertamina (Rp) | Shell (Rp) | Vivo (Rp) | BP (Rp) |
|---|---|---|---|---|
| Premium | 6.900 | 7.000 | 6.950 | 7.050 |
| Pertalite | 10.000 | 10.100 | 10.050 | 10.150 |
| Pertamax | 12.750 | 12.850 | 12.800 | 12.900 |
| Pertamax Turbo | 14.250 | 14.350 | 14.300 | 14.400 |
| Solar | 6.800 | 6.900 | 6.850 | 6.950 |
Harga ini belum termasuk biaya administrasi atau pajak daerah yang berlaku di tiap wilayah. Perlu dicatat bahwa harga bisa berbeda tergantung lokasi dan kebijakan operator SPBU.
4. Penyebab Stabilitas Harga BBM
Meski harga minyak dunia turun, harga BBM di dalam negeri belum tentu langsung mengikuti. Ada beberapa alasan mengapa harga masih bertahan:
- Kebijakan pemerintah – Pemerintah sengaja menahan penyesuaian harga untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
- Subsidi yang masih ada – BBM bersubsidi masih menjadi andalan untuk menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah.
- Fluktuasi kurs rupiah – Meski harga minyak turun, rupiah yang melemah bisa meniadakan efek penurunan tersebut.
Harga Emas Antam Turun Tiga Hari Berturut-turut
Investasi emas sering kali dijadikan pelindung nilai saat ketidakpastian ekonomi. Namun, dalam sepekan terakhir, harga emas batangan yang dikeluarkan PT Aneka Tambang (Antam) justru mengalami penurunan berturut-turut selama tiga hari.
5. Pergerakan Harga Emas Antam Maret 2026
Berikut adalah data harga emas Antam dalam beberapa hari terakhir:
| Tanggal | Harga Beli (Rp/gram) | Harga Jual (Rp/gram) |
|---|---|---|
| 15 Maret 2026 | 1.670.000 | 1.675.000 |
| 16 Maret 2026 | 1.668.000 | 1.673.000 |
| 17 Maret 2026 | 1.665.000 | 1.670.000 |
| 18 Maret 2026 | 1.661.000 | 1.666.000 |
Penurunan ini terjadi karena dolar AS yang menguat dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Investor cenderung menjauh dari aset non-yield seperti emas.
Harga Perak Antam Juga Terperosok
Tak hanya emas, harga perak yang juga diperdagangkan oleh Antam ikut terperosok. Pada Rabu, 18 Maret 2026, harga perak murni Antam turun ke level Rp50.450 per gram.
6. Perbandingan Harga Perak Antam Maret 2026
| Tanggal | Harga Beli (Rp/gram) | Harga Jual (Rp/gram) |
|---|---|---|
| 15 Maret 2026 | 51.500 | 52.000 |
| 16 Maret 2026 | 51.200 | 51.700 |
| 17 Maret 2026 | 50.900 | 51.400 |
| 18 Maret 2026 | 50.450 | 50.950 |
Penurunan harga perak ini juga dipengaruhi oleh pelemahan permintaan industri dan investor yang lebih memilih instrumen berbasis dolar.
Penutup
Pergerakan harga komoditas global dalam sepekan terakhir cukup dinamis. Harga minyak dunia yang turun lebih dari 6% menjadi sorotan utama, sekaligus memberi tekanan pada berbagai aset lainnya. Di dalam negeri, harga BBM masih bertahan stabil meski ada potensi penyesuaian di masa depan.
Investor dan masyarakat perlu terus memantau perkembangan harga minyak, emas, dan dolar karena ketiganya saling terkait. Perubahan kecil di pasar global bisa berdampak besar pada harga di pasar lokal.
Disclaimer: Data harga yang disajikan bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar. Harga di SPBU bisa berbeda di tiap wilayah.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













