PT Mandiri Utama Finance (MUF) berhasil menekan rasio Non-Performing Financing (NPF) menjadi 1,30% di awal tahun 2026. Angka ini turun tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 1,36%. Meski selisihnya tidak besar, pencapaian ini menunjukkan konsistensi MUF dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaannya.
Penurunan NPF ini menjadi salah satu indikator positif bagi kinerja perusahaan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih rentan terhadap berbagai tekanan makro. Manajemen risiko yang ketat dan strategi operasional yang terukur diyakini sebagai kunci di balik capaian tersebut.
Strategi MUF Menjaga Kesehatan Portofolio Pembiayaan
Menjaga NPF tetap rendah bukan perkara instan. Butuh kombinasi berbagai elemen, mulai dari akuisisi nasabah hingga penagihan yang sistematis. Dapot Parasian S. Sinaga, Direktur sekaligus Plt. Direktur Utama MUF, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor utama yang mendukung pencapaian ini.
1. Segmentasi Portofolio yang Seimbang
Salah satu langkah strategis yang diambil MUF adalah melakukan segmentasi portofolio dengan tepat. Artinya, perusahaan membagi jenis pembiayaan antara yang bersifat bankable dan non-bankable. Pembagian ini membantu tim manajemen risiko untuk lebih mudah mengidentifikasi potensi risiko di masing-masing segmen.
Portofolio yang seimbang juga memberikan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan. Misalnya, saat satu segmen mulai menunjukkan gejala ketidaksehatan, MUF bisa segera melakukan penyesuaian tanpa harus mengganggu keseluruhan struktur pembiayaan.
2. Disiplin dalam Proses Underwriting
Langkah kedua yang tak kalah penting adalah penerapan prinsip disiplin dalam proses underwriting. Ini mencakup tahapan verifikasi data nasabah, analisis kemampuan bayar, hingga simulasi risiko kredit. Semakin ketat proses ini, semakin kecil kemungkinan munculnya kredit bermasalah di kemudian hari.
Disiplin dalam akuisisi bukan soal memperlambat proses, tapi lebih kepada memastikan bahwa setiap nasabah yang lolos seleksi benar-benar layak dan memiliki kapasitas pembayaran yang stabil.
3. Penagihan yang Terstruktur dan Konsisten
Setelah pembiayaan disalurkan, peran kolektor menjadi sangat krusial. MUF memperkuat fungsi collection dengan pendekatan yang terstruktur, dimulai dari pengingat jatuh tempo hingga langkah-langkah penagihan lanjutan jika diperlukan.
Proses ini tidak hanya berjalan otomatis, tetapi juga dilengkapi dengan evaluasi berkala. Tujuannya agar setiap akun bisa ditangani secara personal dan responsif terhadap situasi yang terjadi.
Selektivitas dalam Ekspansi Bisnis
Di tengah persaingan bisnis pembiayaan yang semakin ketat, MUF tidak gegabah dalam mengejar pertumbuhan. Perusahaan lebih memilih ekspansi yang selektif, terutama di luar pasar captive, yaitu segmen yang biasanya lebih stabil karena terikat kontrak langsung dengan produsen kendaraan.
1. Evaluasi Risiko tiap Segmen
Sebelum memasuki segmen baru, MUF melakukan evaluasi menyeluruh terhadap risiko yang melekat. Segmen dengan risiko rendah akan melalui proses seleksi yang lebih cepat, sementara yang berisiko tinggi akan mendapat perlakuan lebih ketat.
2. Fokus pada Sektor Produktif
Strategi MUF juga menitikberatkan pada pembiayaan yang berdampak langsung terhadap produktivitas ekonomi. Misalnya, pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki potensi pertumbuhan baik.
Fokus ini tidak hanya membantu pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga meningkatkan kualitas portofolio MUF karena nasabah dari sektor produktif cenderung memiliki daya bayar yang lebih stabil.
Optimisme MUF di Tahun 2026
Dengan strategi yang sudah diterapkan, MUF optimistis bisa menjaga pertumbuhan yang sehat sepanjang tahun ini. Kombinasi antara pengelolaan risiko yang matang, ekspansi yang selektif, dan dukungan sinergi internal menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas operasional.
Namun, Dapot juga menegaskan bahwa tidak ada satu faktor pun yang bisa diandalkan secara tunggal. Keberhasilan MUF dalam menjaga NPF rendah merupakan hasil dari sinergi berbagai elemen yang bekerja secara terintegrasi.
Data Perbandingan NPF MUF Tahun 2025 vs 2026
| Periode | Rasio NPF |
|---|---|
| Januari 2025 | 1,36% |
| Januari 2026 | 1,30% |
Catatan: Data bersifat preliminary dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan laporan resmi perusahaan.
Disclaimer
Angka dan informasi dalam artikel ini bersumber dari rilis resmi PT Mandiri Utama Finance per Januari 2026. Data bersifat sementara dan dapat mengalami perubahan tergantung pada kondisi pasar serta kebijakan korporasi yang berlaku.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.









