Pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan di Indonesia terus menunjukkan tren positif, dan salah satu bank yang paling aktif dalam mengakomodir perubahan ini adalah Maybank Indonesia (BNII). Dalam periode 2025, bank ini mencatat lonjakan mobilisasi dana berkelanjutan hingga 92,9 persen secara tahunan, mencapai total Rp8,24 triliun. Angka ini menunjukkan respons cepat terhadap perubahan ekonomi global yang semakin mengedepankan prinsip rendah karbon dan berkelanjutan.
Lonjakan ini tidak terjadi begitu saja. Maybank Indonesia telah lama mempersiapkan diri untuk mendukung transisi ekonomi hijau melalui berbagai instrumen dan strategi pembiayaan yang selaras dengan standar global. Dari tahun ke tahun, komitmen ini terus diperkuat, terutama dalam mendukung sektor-sektor strategis yang memiliki dampak langsung terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pembiayaan Berkelanjutan: Capaian dan Fokus Utama
Pertumbuhan yang signifikan dalam pembiayaan berkelanjutan tidak lepas dari strategi jangka panjang yang telah dirancang sejak 2021. Dalam kurun waktu lima tahun, Maybank Indonesia telah memobilisasi total dana sebesar Rp17,31 triliun. Fokus utama dialokasikan pada sektor hijau, khususnya transportasi ramah lingkungan yang menjadi kontributor terbesar.
1. Transportasi Ramah Lingkungan
Transportasi ramah lingkungan menjadi pilar utama dalam strategi pembiayaan berkelanjutan Maybank Indonesia. Pada 2025, penyaluran dana untuk sektor ini mencapai Rp4,6 triliun, naik dari Rp2,1 triliun di tahun sebelumnya. Lonjakan ini sejalan dengan peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik dan hybrid.
Bank ini tidak hanya membiayai kendaraan secara langsung, tetapi juga rantai nilai pendukungnya. Kolaborasi dengan anak usaha seperti Maybank Finance (MIF) dan WOM Finance memperkuat jangkauan pembiayaan untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
2. Energi Terbarukan dan Pengelolaan Lahan
Selain transportasi, Maybank Indonesia juga menyalurkan dana untuk sektor energi terbarukan sebesar Rp315 miliar. Dana ini digunakan untuk mendukung proyek-proyek yang berfokus pada pembangkit listrik berbasis energi bersih, seperti tenaga surya dan angin.
Tak kalah penting, sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan juga mendapat alokasi dana sebesar Rp500 miliar. Pembiayaan ini bertujuan untuk mendukung praktik pertanian dan kehutanan yang ramah lingkungan serta berkelanjutan.
3. Instrumen Keuangan Berkelanjutan
Maybank Indonesia juga memperluas penggunaan instrumen keuangan berkelanjutan seperti green bonds atau sukuk senilai Rp1,5 triliun. Selain itu, sustainability-linked financing mencapai Rp1,1 triliun. Instrumen ini dirancang untuk mendorong nasabah agar mencapai target keberlanjutan tertentu.
Penggunaan instrumen ini tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga memperkuat komitmen Maybank Indonesia sebagai mitra strategis dalam integrasi prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) ke dalam operasional bisnis nasabah.
4. Pembiayaan Sosial dan Inklusif
Dalam aspek sosial, Maybank Indonesia menyalurkan dana sebesar Rp172 miliar untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penciptaan lapangan kerja. Dana ini menjadi bagian dari upaya bank dalam mendorong inklusi keuangan yang lebih luas.
Capaian Non-Finansial: Lebih dari Sekadar Angka
Selain pencapaian finansial, Maybank Indonesia juga mencatat sejumlah capaian non-finansial yang tak kalah penting. Hingga akhir 2025, lebih dari 400 ribu rumah tangga telah mengalami peningkatan kesejahteraan berkat program-program keberlanjutan bank ini.
1. Pengurangan Emisi Karbon
Maybank Indonesia berhasil menurunkan emisi karbon operasional (cakupan scope 1 dan 2) sebesar 30,84 persen dibandingkan dengan baseline tahun 2019. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk mencapai netralitas karbon di masa depan.
2. Jam Kegiatan Keberlanjutan
Bank ini juga mencatat lebih dari 388 ribu jam kegiatan keberlanjutan, termasuk pelatihan, edukasi lingkungan, dan program sosial masyarakat. Angka ini menunjukkan bahwa Maybank Indonesia tidak hanya fokus pada aspek finansial, tetapi juga aktif dalam memberikan dampak nyata di lapangan.
Tabel Rincian Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia (2025)
| Sektor | Jumlah Pembiayaan |
|---|---|
| Transportasi Ramah Lingkungan | Rp4,6 triliun |
| Energi Terbarukan | Rp315 miliar |
| Pengelolaan Lahan Berkelanjutan | Rp500 miliar |
| Instrumen Green Bonds/Sukuk | Rp1,5 triliun |
| Sustainability-Linked Financing | Rp1,1 triliun |
| Pembiayaan Sosial dan Inklusif | Rp172 miliar |
| Total | Rp8,24 triliun |
Komitmen Jangka Panjang Menuju Ekonomi Hijau
Dengan total pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp21,23 triliun atau sekitar 19,55 persen dari total kredit yang disalurkan, Maybank Indonesia semakin memperkuat posis
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













