Rupiah kembali dibuka melemah pada perdagangan Senin (2/3/2026), menyusul tekanan dari sentimen global yang masih belum stabil. Mata uang Garuda terpantau berada di level Rp16.830 per dolar AS, turun 43 basis point atau sekitar 0,26% sejak awal perdagangan. Pelemahan ini tak hanya dirasakan rupiah, tetapi juga sejumlah mata uang Asia lainnya.
Indeks dolar AS sendiri justru melemah tipis ke posisi 97,82, turun 0,22%. Meski begitu, dinamika ini justru memberi tekanan pada rupiah akibat arus modal yang cenderung mencari safe haven. Investor tampaknya masih menahan napas, menunggu perkembangan lebih lanjut dari situasi geopolitik dan kebijakan moneter global.
Faktor yang Memengaruhi Pelemahan Rupiah
1. Ketegangan Geopolitik Timur Tengah
Salah satu pemicu utama pelemahan rupiah adalah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Situasi ini menciptakan gelombang kekhawatiran di pasar global. Investor pun mulai menghindari aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.
2. Kebijakan Tarif AS yang Masih Mengambang
Meskipun Mahkamah Agung AS telah membatalkan sebagian besar tarif era Trump, mantan presiden tersebut kembali mengumumkan rencana tarif baru dengan dasar hukum berbeda. Ketidaktentuan ini membuat pasar tetap waspada dan enggan mengambil risiko berlebih.
3. Ekspektasi Suku Bunga The Fed
Bank Sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret dan April mendatang. Namun, inflasi yang masih tinggi membuat langkah ke depan The Fed masih jadi sorotan. Setiap perubahan kecil bisa memicu volatilitas pasar yang berdampak langsung ke rupiah.
4. Kebijakan Dagang Baru Departemen Perdagangan AS
Departemen Perdagangan AS baru saja menetapkan tarif imbalan tinggi sebesar 104,38% untuk impor sel dan panel surya dari Indonesia. Kebijakan ini berpotensi mengganggu performa ekspor nasional dan memperlemah sentimen terhadap aset domestik.
Kurs Dolar AS di Empat Bank Besar Hari Ini
Nilai tukar dolar AS hari ini bervariasi tergantung jenis transaksi dan bank yang bersangkutan. Berikut rinciannya:
Kurs Dolar AS di BCA
- E-Rate: Beli Rp16.821 | Jual Rp16.841
- TT Counter: Beli Rp16.658 | Jual Rp16.958
- Bank Notes: Beli Rp16.658 | Jual Rp16.958
Kurs Dolar AS di BRI
- E-Rate: Beli Rp16.816 | Jual Rp16.841
- TT Counter: Beli Rp16.740 | Jual Rp16.940
Kurs Dolar AS di Bank Mandiri
- Special Rate: Beli Rp16.810 | Jual Rp16.840
- TT Counter: Beli Rp16.580 | Jual Rp16.880
- Bank Notes: Beli Rp16.580 | Jual Rp16.880
Kurs Dolar AS di BNI
- Special Rates: Beli Rp16.817 | Jual Rp16.837
- TT Counter: Beli Rp16.685 | Jual Rp16.985
- Bank Notes: Beli Rp16.685 | Jual Rp16.985
Proyeksi Rupiah di Pekan Mendatang
Traze Andalan, Direktur Traze Andalan Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah bakal bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp16.790 hingga Rp16.820 per dolar AS pada awal pekan depan. Untuk rentang waktu lebih panjang, rupiah diperkirakan akan berada di antara Rp16.750 hingga Rp16.900.
Pergerakan ini sangat bergantung pada beberapa variabel penting:
- Evolusi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
- Kebijakan tarif baru dari pemerintah AS.
- Ekspektasi pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed.
Tips Memonitor Kurs Dolar Secara Efektif
1. Gunakan Aplikasi Resmi Bank
Sebagian besar bank besar menyediakan aplikasi resmi yang menampilkan kurs real time. Ini bisa menjadi referensi cepat sebelum melakukan transaksi valuta asing.
2. Cek Sumber Data Terpercaya
Mengacu pada platform seperti Bloomberg, Reuters, atau situs BI bisa memberi gambaran lebih akurat tentang pergerakan rupiah.
3. Pahami Jenis Transaksi
Setiap bank memiliki beberapa jenis kurs, seperti e-rate, TT counter, dan bank notes. Masing-masing digunakan untuk kebutuhan transaksi berbeda, jadi penting untuk memahami peruntukannya.
4. Hindari Transaksi di Luar Jam Kerja
Kurs di luar jam kerja biasanya lebih mahal atau kurang menguntungkan. Lakukan transaksi saat bank buka agar mendapat penawaran yang lebih baik.
Disclaimer
Data kurs yang disajikan bersifat mengambang dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar serta kebijakan internal masing-masing bank. Informasi ini hanya sebagai referensi dan bukan merupakan rekomendasi finansial. Selalu pastikan data terbaru sebelum melakukan transaksi.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













