Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mencatatkan pelemahan cukup signifikan pada awal perdagangan Senin (9/3/2026). Pagi ini, rupiah dibuka di level Rp17.001 per dolar AS, melemah 76 poin atau sekitar 0,45% dibanding penutupan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi seiring dengan penguatan indeks dolar AS yang naik 0,70% ke level 99,67.
Pelemahan rupiah ini bukan berdiri sendiri. Sebagian besar mata uang Asia juga mengalami tekanan serupa. Yen Jepang terkoreksi 0,58%, disusul won Korea yang turun 0,85%. Rupee India dan ringgit Malaysia juga ikut melemah masing-masing 0,16% dan 0,49%. Bahkan, level rupiah saat ini telah melampaui rekor sebelumnya saat pandemi pada Maret 2020 dan krisis moneter Juni 1998.
Kurs Dolar AS di Berbagai Bank Besar Indonesia
Pergerakan nilai tukar rupiah yang fluktuatif membuat masyarakat lebih waspada dalam bertransaksi, terutama yang melibatkan dolar AS. Untuk itu, mengetahui kurs jual beli dolar di bank besar menjadi penting agar tidak terjebak selisih harga yang tidak diinginkan. Berikut adalah rincian kurs dolar AS di beberapa bank besar per Senin pagi (9/3/2026).
1. Kurs Dolar AS di BCA
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menetapkan kurs dolar AS berdasarkan beberapa kategori produk. Pada pukul 09.52 WIB, berikut rinciannya:
- E-rate: Beli Rp16.964, Jual Rp16.984
- TT Counter: Beli Rp16.850, Jual Rp17.150
- Bank Notes: Beli Rp16.850, Jual Rp17.150
BCA menawarkan variasi harga tergantung jenis transaksi. E-rate biasanya digunakan untuk transaksi elektronik, sedangkan TT Counter dan Bank Notes lebih umum untuk transaksi langsung atau penarikan tunai.
2. Kurs Dolar AS di BRI
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga mematok harga berbeda berdasarkan jenis transaksi. Per pukul 09.52 WIB, berikut rinciannya:
- E-rate: Beli Rp16.963, Jual Rp16.990
- TT Counter: Beli Rp16.899, Jual Rp17.099
Perbedaan antara harga beli dan jual di BRI cukup signifikan, terutama pada transaksi TT Counter. Ini menunjukkan bahwa transaksi langsung di loket bisa memberikan spread yang lebih tinggi dibanding transaksi elektronik.
3. Kurs Dolar AS di Bank Mandiri
Bank Mandiri mencatatkan beberapa variasi harga tergantung jenis transaksi dan waktu pembaruan. Berikut data per pukul 09.18–09.39 WIB:
- Special Rate: Beli Rp16.990, Jual Rp17.020
- TT Counter: Beli Rp16.760, Jual Rp17.060
- Bank Notes: Beli Rp16.700, Jual Rp17.000
Bank Mandiri menawarkan harga beli terendah di antara bank lainnya, terutama pada transaksi Bank Notes. Namun, harga jualnya tetap kompetitif dan tidak jauh berbeda dari bank lain.
4. Kurs Dolar AS di BNI
Bank Negara Indonesia (BBNI) juga menyediakan beberapa jenis kurs. Berikut rinciannya per pukul 09.50 WIB:
- Special Rates: Beli Rp16.964, Jual Rp16.984
- TT Counter: Beli Rp16.830, Jual Rp17.130
- Bank Notes: Beli Rp16.830, Jual Rp17.130
BNI menunjukkan pola yang mirip dengan BCA dan BRI, dengan spread yang lebih tinggi pada transaksi TT Counter dan Bank Notes.
Faktor yang Mendorong Pelemahan Rupiah
Pelemahan rupiah tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor makroekonomi yang turut memengaruhi pergerakan nilai tukar ini.
1. Penguatan Dolar AS
Indeks dolar AS menguat 0,70% ke level 99,67. Penguatan ini membuat investor lebih tertarik menahan aset dalam dolar, sehingga permintaan terhadap mata uang lain termasuk rupiah menjadi lebih rendah.
2. Sentimen Negatif dari Fitch Ratings
Salah satu pemicu pelemahan rupiah adalah keputusan Fitch Ratings yang menurunkan prospek Indonesia dari “stabil” menjadi “negatif”. Langkah ini mencerminkan ketidakpastian terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan negara.
3. Tekanan Global terhadap Mata Uang Emerging Market
Mata uang Asia seperti yen, won, dan ringgit juga melemah terhadap dolar. Ini menunjukkan bahwa tekanan sedang terjadi secara global, bukan hanya lokal. Rupiah sebagai mata uang emerging market ikut terkena dampaknya.
Proyeksi Kurs Rupiah ke Depan
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. Namun, secara keseluruhan cenderung melemah di kisaran Rp16.920 hingga Rp17.010 per dolar AS.
Sepekan ini, rupiah diproyeksikan berada dalam kisaran Rp16.850 hingga Rp17.010. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh dinamika global dan sentimen investor terhadap ekonomi domestik.
Tabel Perbandingan Kurs Dolar AS di Empat Bank Besar
Berikut tabel perbandingan harga beli dan jual dolar AS di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI berdasarkan jenis transaksi:
| Bank | Jenis Transaksi | Harga Beli (Rp) | Harga Jual (Rp) |
|---|---|---|---|
| BCA | E-rate | 16.964 | 16.984 |
| BCA | TT Counter | 16.850 | 17.150 |
| BCA | Bank Notes | 16.850 | 17.150 |
| BRI | E-rate | 16.963 | 16.990 |
| BRI | TT Counter | 16.899 | 17.099 |
| Mandiri | Special Rate | 16.990 | 17.020 |
| Mandiri | TT Counter | 16.760 | 17.060 |
| Mandiri | Bank Notes | 16.700 | 17.000 |
| BNI | Special Rates | 16.964 | 16.984 |
| BNI | TT Counter | 16.830 | 17.130 |
| BNI | Bank Notes | 16.830 | 17.130 |
Pentingnya Memahami Jenis Transaksi
Setiap bank memiliki beberapa jenis transaksi dengan harga yang berbeda. E-rate biasanya digunakan untuk transaksi elektronik seperti transfer atau pembayaran online. Sementara TT Counter dan Bank Notes digunakan untuk transaksi langsung di cabang bank.
Memahami perbedaan ini penting agar tidak terkejut dengan biaya tambahan atau selisih harga yang tidak diinginkan. Misalnya, transaksi Bank Notes biasanya memiliki spread lebih tinggi karena melibatkan uang tunai fisik.
Kesimpulan
Rupiah yang tembus ke level Rp17.000 per dolar AS mencerminkan tekanan makroekonomi baik dari dalam maupun luar negeri. Fluktuasi nilai tukar ini berdampak langsung pada biaya transaksi dolar, terutama bagi mereka yang sering berurusan dengan valuta asing.
Mengetahui kurs di bank besar seperti BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih tepat. Dengan memahami jenis transaksi dan spread yang ditawarkan, pengguna bisa meminimalkan biaya dan risiko transaksi.
Disclaimer: Data kurs di atas bersifat mengambang dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan bank terkait. Pastikan untuk memverifikasi informasi terbaru langsung dari bank sebelum melakukan transaksi.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













