Permata Bank (BNLI) memastikan fokus bisnisnya tetap konsisten menuju tahun 2026, meski tantangan ekonomi global terus menghiasi horizon. Bank yang telah lama dikenal dengan pendekatannya yang hati-hati dalam pengelolaan risiko ini tidak berniat mengubah struktur bisnisnya secara signifikan. Namun, tetap waspada terhadap dinamika makroekonomi yang bisa berdampak pada kinerja operasional.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi global yang masih menghimpit berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski tidak ada perubahan besar dalam segmen bisnis, bank tetap menjaga fleksibilitas untuk menyesuaikan strategi jika diperlukan.
Fokus Bisnis Tetap di Tiga Segmen Utama
Permata Bank terus mempertahankan fokus pada tiga segmen utama: korporasi, komersial, dan konsumer. Ketiganya menjadi tulang punggung pertumbuhan kredit dan pendapatan bank. Namun, dalam pelaksanaannya, bank tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan evaluasi berkelanjutan.
-
Segmen Korporasi
Menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan kredit bank, dengan penyaluran mencapai Rp99,6 triliun atau naik 11,2% year-on-year (YoY). -
Segmen Komersial
Terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih selektif, memastikan kualitas nasabah tetap tinggi dan risiko kredit terjaga. -
Segmen Konsumer
Meski menghadapi tantangan, bank tetap menjaga eksistensi di segmen ini dengan strategi yang lebih prudent dalam penyaluran kredit.
Tantangan Makroekonomi yang Perlu Diwaspadai
Tidak semua kondisi eksternal bersahabat bagi perbankan. Permata Bank mencatat sejumlah tantangan yang terus dipantau secara ketat, terutama yang berasal dari luar negeri.
-
Ketidakpastian Ekonomi Global
Perlambatan ekonomi di beberapa negara maju dan ketegangan perdagangan global masih menjadi ancaman. -
Geopolitik Timur Tengah
Ketegangan di kawasan Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas harga komoditas dan rantai pasok. -
Kondisi Domestik yang Fluktuatif
Inflasi yang belum sepenuhnya stabil dan tekanan pada daya beli masyarakat menjadi tantangan tersendiri.
Strategi Penyaluran Kredit yang Prudent
Permata Bank tidak serta merta mengejar pertumbuhan kredit secara agresif. Bank lebih memilih menjaga kualitas portofolio kredit tetap sehat, meski skala penyaluran terus bertambah.
Pada tahun 2025, total penyaluran kredit bank mencapai Rp163,3 triliun, naik 5,5% dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa bank tetap bergerak, namun dengan pendekatan yang terukur.
- Pertumbuhan Kredit Korporasi: +11,2% YoY
- Pertumbuhan Kredit Komersial: Stabil dengan penyesuaian selektif
- Pertumbuhan Kredit Konsumer: Lebih hati-hati, mengikuti kondisi daya beli masyarakat
Kualitas Kredit Tetap Terjaga
Salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan bank adalah kualitas kredit. Permata Bank berhasil menjaga rasio NPL (Non-Performing Loan) Gross tetap rendah di level 2,1%. Sementara itu, Loan at Risk (LAR) juga menunjukkan perbaikan menjadi 6,3%.
| Indikator Kredit | 2024 | 2025 |
|---|---|---|
| NPL Gross | 2,3% | 2,1% |
| Loan at Risk | 7,1% | 6,3% |
| Pertumbuhan Kredit | 4,8% | 5,5% |
Data ini menunjukkan bahwa meski pertumbuhan kredit terus berjalan, bank tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan risiko.
Manajemen Risiko sebagai Pilar Utama
Permata Bank mengedepankan pendekatan manajemen risiko yang ketat dalam setiap keputusan bisnis. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa bank tetap bisa bertahan meski di tengah ketidakpastian.
-
Pendekatan Selektif dalam Pemberian Kredit
Bank tidak serta merta menyetujui semua pengajuan kredit, terutama di segmen konsumer yang lebih rentan terhadap tekanan ekonomi. -
Pemantauan Portofolio Kredit Secara Berkala
Setiap portofolio kredit dipantau secara berkala untuk menghindari penumpukan risiko. -
Diversifikasi Risiko
Bank tidak terlalu bergantung pada satu segmen atau sektor, sehingga risiko dapat disebar.
Penyesuaian Strategi yang Responsif
Meski tidak ada perubahan besar dalam segmen bisnis, Permata Bank tetap siap melakukan penyesuaian jika situasi makroekonomi berubah secara signifikan. Bank menyatakan bahwa fleksibilitas adalah kunci dalam menjaga kesehatan bisnis jangka panjang.
Tidak menutup kemungkinan, jika kondisi ekonomi domestik memburuk atau tekanan dari luar semakin besar, bank akan melakukan evaluasi ulang terhadap strategi penyaluran kredit dan alokasi dana.
Pandangan ke Depan: Tetap Konsisten, Tapi Siap Adaptasi
Permata Bank memilih untuk tidak terburu-buru dalam mengambil langkah strategis. Fokus utama tetap pada pertumbuhan yang berkelanjutan dan pengelolaan risiko yang matang. Dengan begitu, bank bisa tetap eksis dan kompetitif di tengah dinamika ekonomi yang penuh gejolak.
Dalam beberapa tahun ke depan, bank akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik. Jika diperlukan, penyesuaian akan dilakukan tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian yang selama ini menjadi dasar kebijakan operasional.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan kondisi makroekonomi serta kebijakan internal bank. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi terkini untuk informasi yang lebih akurat dan terbaru.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













