PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatat pencapaian luar biasa dalam penyaluran dua program utamanya hingga Maret 2026. Total realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berhasil menembus angka Rp4,89 triliun. Angka ini menunjukkan komitmen BTN dalam mendukung akses perumahan yang terjangkau dan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Langkah ini sejalan dengan transformasi bisnis BTN yang kini lebih luas dari sekadar pembiayaan perumahan. Bank yang berfokus pada segmen masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah ini terus membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi, baik dari sisi pembiayaan, pasokan, maupun permintaan.
Penyaluran KPP dan KUR Capai Rp4,89 Triliun
Realisasi KPP mencapai Rp2,17 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 3.291 debitur. Sementara itu, KUR mencatatkan nilai sebesar Rp2,72 triliun. Kombinasi kedua program ini tidak hanya memperkuat daya beli masyarakat, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
1. Rincian Penyaluran KPP
Penyaluran KPP terbagi menjadi dua sisi utama:
- Sisi Suplai: Rp1,47 triliun dialokasikan untuk pengembang dan kontraktor.
- Sisi Permintaan: Rp700 miliar digunakan untuk pembelian dan renovasi rumah.
Mayoritas penerima KPR subsidi adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp4,9 juta per bulan. Penghasilan ini berasal dari sektor formal maupun informal, menunjukkan bahwa BTN benar-benar fokus pada basis pasar yang inklusif.
2. Sektor Penerima KUR Terbesar
Penyaluran KUR didominasi oleh beberapa sektor produktif:
- Perdagangan – 59,22%
- Akomodasi dan Makanan Minuman – 12,36%
- Konstruksi – 10,08%
Total terdapat 4.719 debitur yang berhasil “naik kelas” berkat program KUR. Artinya, mereka mampu mengembangkan usahanya hingga ke tahap yang lebih besar dan stabil secara finansial.
Tantangan Sektor Perumahan dan Solusi BTN
Hirwandi Gafar, Direktur Consumer Banking BTN, menyampaikan bahwa tantangan sektor perumahan tidak hanya datang dari sisi permintaan. Pasokan juga menjadi kendala utama karena keterbatasan lahan dan regulasi perizinan yang kompleks.
BTN merespons tantangan ini dengan pendekatan yang lebih proaktif dan terintegrasi. Tujuannya agar penyaluran KPR bisa lebih efektif dan menjangkau lebih banyak orang.
3. Strategi Integrasi Ekosistem Perumahan
BTN tidak hanya berhenti di pembiayaan. Bank ini membangun ekosistem perumahan yang mencakup:
- Pembiayaan
- Pengadaan Lahan
- Pembangunan Infrastruktur
- Pemasaran Properti
Langkah ini dirancang agar seluruh rantai nilai perumahan bisa berjalan efisien dan terjangkau bagi masyarakat.
Inovasi Teknologi dan Digitalisasi
Seiring perkembangan zaman, BTN terus mengadopsi teknologi untuk mempermudah akses layanan keuangan. Salah satu wujudnya adalah platform Bale Properti, yang telah memfasilitasi lebih dari 521 listing properti.
Platform ini juga mencatat rata-rata 780 pengajuan KPR secara daring setiap bulan. Dengan dukungan 426 mitra pengembang dan agen properti, proses pengajuan KPR bisa diselesaikan dalam waktu rata-rata tiga hari.
4. Fitur Unggulan Bale Properti
| Fitur | Deskripsi |
|---|---|
| Listing Properti | Lebih dari 521 unit tersedia |
| Pengajuan Online | 780 pengajuan per bulan |
| Mitra Pengembang | 426 mitra aktif |
| Waktu Proses | Rata-rata 3 hari kerja |
Program Berkelanjutan dan Inovasi Sosial
BTN tidak hanya fokus pada profit, tapi juga dampak sosial. Beberapa program inovatif telah diluncurkan untuk mendukung keberlanjutan dan inklusi keuangan.
5. Pembayaran KPR via Pengelolaan Sampah
Salah satu program unik yang diperkenalkan BTN adalah pembayaran angsuran KPR melalui pengelolaan sampah. Program ini tidak hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kewajiban finansial, tapi juga mendorong kebiasaan hidup ramah lingkungan.
6. BTN Housingpreneur
Program ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengembang skala kecil dan menengah. Melalui pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan, BTN membantu para pengembang agar bisa tumbuh dan bersaing di pasar properti.
Visi Beyond Mortgage
Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN, menegaskan bahwa transformasi bank ini sejalan dengan visi beyond mortgage. Artinya, BTN tidak lagi hanya sebagai penyedia KPR, tapi sebagai mitra finansial keluarga Indonesia secara menyeluruh.
Bank ini kini menyasar layanan yang mencakup:
- Transaksi sehari-hari
- Pembiayaan usaha
- Investasi jangka panjang
- Perlindungan asuransi
Langkah ini menjadikan BTN sebagai lembaga keuangan yang lebih lengkap dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern.
Disclaimer
Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari informasi resmi BTN hingga Maret 2026. Angka penyaluran KPP, KUR, serta statistik lainnya dapat berubah seiring waktu dan kebijakan yang berlaku. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi BTN untuk informasi terbaru.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













