Pameran pariwisata terbesar di dunia kembali menjadi ajang penting bagi Desa Bakti BCA untuk menunjukkan potensi destinasi wisata Indonesia. Di ajang Internationale Tourismus-Börse (ITB) Berlin 2026 yang berlangsung pada 3 hingga 5 Maret lalu, tiga desa wisata binaan BCA turut memperkenalkan diri ke pasar internasional. Booth bertema “Tourism Villages by Bakti BCA” menjadi salah satu sorotan di Paviliun Indonesia.
Acara yang digelar di Berlin ExpoCenter City ini menyatukan pelaku industri pariwisata dari 159 negara. Dari sisi kompetisi global, kehadiran Desa Bakti BCA bukan sekadar partisipasi biasa. Ini adalah langkah nyata untuk memperkenalkan keunikan budaya dan alam Indonesia langsung ke mata dunia. Dari pengalaman tahun lalu, partisipasi ini terbukti mampu menarik lebih dari 90 travel agent dan mendorong kunjungan wisatawan mancanegara yang berdampak langsung pada perekonomian desa.
3 Desa Wisata Bakti BCA yang Tampil di ITB Berlin 2026
Kehadiran Desa Bakti BCA di ajang internasional ini diwakili oleh tiga desa wisata unggulan. Masing-masing membawa ciri khas dan pengalaman wisata yang berbeda, namun tetap menyuguhkan nuansa autentik Indonesia.
1. Desa Wisata Taro (Bali)
Terkenal dengan keindahan alamnya dan kekayaan budaya Bali, Desa Wisata Taro menawarkan pengalaman spiritual dan seni yang mendalam. Wisatawan bisa menikmati keindahan sawah terasering, pura kuno, hingga partisipasi langsung dalam upacara adat.
2. Wisata Wayang Dusun Pucung Wukirsari (DIY)
Desa ini menggabungkan tradisi wayang dengan kehidupan pedesaan yang khas. Pengunjung bisa menyaksikan pertunjukan wayang lokal, belajar membuat wayang tradisional, dan merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan yang ramah dan hangat.
3. Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara (NTT)
Dari ujung timur Indonesia, desa ini menawarkan pesona alam yang masih alami dan budaya yang sangat unik. Wisatawan bisa menikmati keindahan pantai, menjelajahi kehidupan masyarakat adat, serta menikmati makanan khas yang kaya akan rempah lokal.
5 Paket Wisata Lainnya dari Desa Bakti BCA
Selain tiga delegasi utama, ada delapan paket wisata lainnya dari Desa Bakti BCA yang turut dipromosikan di ajang ini. Paket-paket ini dirancang untuk memberikan pengalaman beragam, dari wisata alam hingga budaya.
- Desa Wisata Hijau Bilebante (NTB)
- Desa Wisata Dayun (Riau)
- Desa Wisata Pulau Derawan (Kalimantan Timur)
- Desa Wisata Sade (NTB)
- Desa Wisata Jotang (Jawa Barat)
- Desa Wisata Tamblingan (Bali)
- Desa Wisata Karangtengah (Jawa Tengah)
- Desa Wisata Air Asam (Sumatera Selatan)
Dampak Nyata dari Partisipasi Tahun Lalu
Pada ITB Berlin 2025, Desa Bakti BCA berhasil menjalin hubungan dengan 96 travel agent dari berbagai negara. Dari kerja sama ini, tercatat hampir 300 wisatawan mancanegara yang datang ke desa-desa binaan BCA. Kontribusi langsung terhadap perekonomian lokal mencapai total Rp536 juta.
Angka ini menunjukkan bahwa pasar internasional sangat terbuka terhadap destinasi wisata berbasis desa yang autentik. Apalagi jika didukung oleh branding yang profesional dan pelayanan yang ramah.
Peran BCA dalam Mengembangkan Desa Wisata
BCA tidak sekadar menjadi sponsor, tapi juga aktif membangun kapasitas desa wisata. Program Desa Bakti BCA dirancang untuk memberdayakan masyarakat lokal agar bisa bersaing di pasar global. Dari segi pelatihan hingga pemasaran, BCA membantu desa-desa ini tampil profesional tanpa kehilangan jati diri.
Antonius Widodo Mulyono, Direktur BCA, menyampaikan bahwa pendekatan ini sejalan dengan prinsip creating shared value. Artinya, pertumbuhan bisnis BCA diharapkan bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata
Desa Bakti BCA tidak sendirian dalam misi ini. Booth mereka menjadi bagian dari Paviliun Indonesia yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata. Kolaborasi ini memperkuat branding Indonesia sebagai destinasi wisata yang menarik dan beragam.
Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menyambut baik kemitraan ini. Menurutnya, kehadiran Desa Bakti BCA di ajang internasional adalah langkah konkret untuk memperkenalkan keindahan Indonesia ke panggung global.
Mengapa ITB Berlin Penting untuk Desa Wisata?
ITB Berlin bukan sekadar pameran. Ini adalah ajang networking dan kolaborasi yang menghubungkan pelaku industri dari seluruh dunia. Dengan lebih dari 150 negara peserta, peluang untuk menjalin kerja sama jangka panjang sangat besar.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa ajang ini menjadi penting:
- Pasar Global Langsung: Bisa berinteraksi langsung dengan travel agent dan penyelenggara wisata dari berbagai negara.
- Peningkatan Branding: Memperkenalkan destinasi secara langsung ke audiens yang relevan.
- Kesempatan Kolaborasi: Membuka peluang untuk kerja sama jangka panjang dengan mitra internasional.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meski sudah menunjukkan hasil yang positif, tantangan tetap ada. Persaingan di pasar internasional sangat ketat. Desa wisata harus terus meningkatkan kualitas pelayanan, infrastruktur, dan pengalaman wisata agar tetap kompetitif.
Namun di sisi lain, peluangnya sangat besar. Minat wisatawan mancanegara terhadap pengalaman autentik dan berbasis komunitas terus meningkat. Ini adalah celah yang bisa dimanfaatkan oleh desa-desa binaan BCA.
Strategi Keberlanjutan Desa Bakti BCA
Ke depan, Desa Bakti BCA akan terus mengembangkan strategi yang berkelanjutan. Fokusnya tidak hanya pada promosi, tapi juga pada pemberdayaan masyarakat lokal. Mulai dari pelatihan SDM hingga pengembangan produk wisata yang ramah lingkungan.
BCA juga berkomitmen untuk terus mendukung program ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan pendekatan yang holistik, diharapkan desa wisata bisa tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat valid hingga Maret 2026. Data seperti jumlah wisatawan, angka transaksi, dan peserta pameran dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan di lapangan.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













