Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja yang melemah di sesi pertama perdagangan Senin (9/3/2026). Pada penutupan sesi I, IHSG berada di level 7.318, lebih rendah dibandingkan posisi sebelumnya. Pelemahan ini dipicu oleh sejumlah tekanan dari luar, termasuk ketegangan geopolitik yang berujung pada lonjakan harga minyak dunia serta pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh kisaran Rp17.000 per dolar AS.
Sentimen negatif tersebut secara langsung memengaruhi sektor perbankan yang memiliki bobot besar dalam pergerakan IHSG. Saham-saham bank besar mengalami koreksi tajam, mencatatkan penurunan yang signifikan sejak awal perdagangan. Tekanan ini tidak hanya dirasakan oleh empat bank pelat merah, tetapi juga menular ke sejumlah bank lainnya, termasuk bank digital.
Kondisi Saham Bank Besar di Sesi I
Pergerakan saham sektor perbankan hari ini mencerminkan situasi yang cukup berat. Investor tampak berhati-hati dalam mengambil posisi, terutama di tengah ketidakpastian global yang berkepanjangan. Saham bank besar yang biasanya menjadi andalan investor pun ikut terkoreksi.
Berikut adalah rincian performa saham beberapa bank besar pada sesi I perdagangan Senin (9/3/2026):
1. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)
Saham BBCA turun 100 poin atau 1,43% ke level Rp6.900 per saham. Sepanjang perdagangan di sesi I, saham ini bergerak antara Rp6.825 hingga Rp6.950. Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp839,04 triliun dan rasio P/E sebesar 14,78 kali, BBCA tetap menjadi salah satu saham dengan kapitalisasi tertinggi di pasar.
2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)
Saham BMRI melemah 160 poin atau 3,21% ke level Rp4.820 per saham. Rentang perdagangan berada di antara Rp4.780 hingga Rp4.870. Emiten ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp445,37 triliun dengan rasio P/E sebesar 7,99 kali.
3. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)
BBNI mencatatkan penurunan sebesar 80 poin atau 1,87% ke level Rp4.190 per saham. Pergerakan sahamnya berada di kisaran Rp4.130 hingga Rp4.250. Kapitalisasi pasar BBNI mencapai Rp154,71 triliun dengan valuasi P/E sekitar 7,78 kali.
4. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)
Saham BBRI terkoreksi 90 poin atau 2,45% ke level Rp3.580 per saham. Rentang perdagangan berada di antara Rp3.560 hingga Rp3.630. Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp537,16 triliun dan rasio P/E sebesar 9,52 kali, BBRI tetap menjadi salah satu saham bank yang cukup aktif diperdagangkan.
Penurunan di Saham Bank Lainnya
Selain empat bank besar, sejumlah bank lain juga mencatatkan koreksi yang cukup dalam. Tekanan terhadap sektor perbankan secara keseluruhan mencerminkan situasi pasar yang sedang tidak kondusif.
5. PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA)
Saham BNGA turun 25 poin atau 1,41% ke level Rp1.745 per saham. Emiten ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp43,43 triliun dengan rasio P/E sekitar 6,38 kali.
6. PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS)
BRIS melemah 50 poin atau 2,24% ke level Rp2.180 per saham. Nilai pasar BRIS tercatat sekitar Rp99,10 triliun dengan rasio P/E sekitar 13,29 kali.
7. PT Bank Permata Tbk. (BNLI)
Saham BNLI mencatatkan penurunan paling dalam di antara bank lainnya, yakni turun 150 poin atau 4,17% ke level Rp3.450 per saham. Kapitalisasi pasar BNLI berada di kisaran Rp123,91 triliun dengan rasio P/E sekitar 12,66 kali.
Dinamika Saham Bank Digital
Di tengah pelemahan sektor perbankan konvensional, saham bank digital juga tidak luput dari tekanan. Investor tampak lebih selektif dalam memilih saham, terutama yang memiliki rasio valuasi tinggi.
8. PT Bank Jago Tbk. (ARTO)
Saham ARTO turun 45 poin atau 3,26% ke level Rp1.335 per saham. Emiten ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp18,47 triliun dengan rasio P/E yang cukup tinggi, yakni sekitar 119,83 kali.
9. PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA)
SUPA melemah 25 poin atau 2,86% ke posisi Rp850 per saham. Kapitalisasi pasar SUPA berada di sekitar Rp9,45 triliun.
Ringkasan Penurunan Saham Bank di Sesi I
Berikut adalah tabel ringkasan penurunan saham bank pada sesi I perdagangan Senin (9/3/2026):
| Emiten | Penurunan (poin) | Persentase (%) | Harga (Rp) | Kapitalisasi Pasar (triliun) | Rasio P/E |
|---|---|---|---|---|---|
| BBCA | 100 | 1,43 | 6.900 | 839,04 | 14,78 |
| BMRI | 160 | 3,21 | 4.820 | 445,37 | 7,99 |
| BBNI | 80 | 1,87 | 4.190 | 154,71 | 7,78 |
| BBRI | 90 | 2,45 | 3.580 | 537,16 | 9,52 |
| BNGA | 25 | 1,41 | 1.745 | 43,43 | 6,38 |
| BRIS | 50 | 2,24 | 2.180 | 99,10 | 13,29 |
| BNLI | 150 | 4,17 | 3.450 | 123,91 | 12,66 |
| ARTO | 45 | 3,26 | 1.335 | 18,47 | 119,83 |
| SUPA | 25 | 2,86 | 850 | 9,45 | – |
Penutup
Pelemahan IHSG di sesi I hari ini mencerminkan situasi pasar yang sedang tidak stabil. Tekanan dari luar negeri, termasuk ketegangan geopolitik dan fluktuasi nilai tukar rupiah, memicu koreksi yang cukup dalam terutama pada sektor perbankan. Saham-saham bank besar yang biasanya menjadi penopang IHSG justru menjadi pemicu utama penurunan.
Investor sebaiknya tetap waspada dan memperhatikan perkembangan sentimen global serta indikator makro ekonomi domestik. Keputusan investasi tetap harus didasarkan pada analisis yang matang dan pertimbangan risiko yang sesuai dengan profil masing-masing.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi yang diambil.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.












