Perbankan

SeaBank Raih Kenaikan Laba Bersih Sebesar 79% pada Tahun 2025

Danang Ismail
×

SeaBank Raih Kenaikan Laba Bersih Sebesar 79% pada Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
SeaBank Raih Kenaikan Laba Bersih Sebesar 79% pada Tahun 2025

SeaBank kembali mencatatkan pencapaian mengesankan di tahun 2025. Laba bersih yang merupakan bagian dari ekosistem Shopee ini melonjak hingga 79 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka yang menarik, apalagi kalau dilihat dari konteks persaingan ketat di industri perbankan digital saat ini.

Peningkatan laba ini menunjukkan bahwa SeaBank bukan cuma bertahan, tapi juga terus berkembang dengan strategi yang tepat. Dalam empat tahun terakhir, bank ini konsisten mencatatkan laba positif, meskipun beroperasi di tengah tantangan makro ekonomi dan regulasi ketat dari OJK.

Kinerja Keuangan SeaBank di Tahun 2025

Pencapaian SeaBank di tahun 2025 memang layak disorot. Laba bersih mencapai Rp678,4 miliar, naik dari Rp378,8 miliar di tahun 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan, terutama di tengah kondisi industri yang tidak selalu ramah.

Tidak hanya laba, indikator keuangan lainnya juga menunjukkan tren positif. Total aset bank ini mencapai Rp44,4 triliun, naik 28,5 persen secara tahunan. Sementara (DPK) mencatatkan angka Rp34,8 triliun, menunjukkan bahwa semakin banyak yang mempercayakan dananya di SeaBank.

1. Laba Bersih Naik 79 Persen

Laba bersih SeaBank di tahun 2025 mencapai Rp678,4 miliar. Angka ini meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencatat laba sebesar Rp378,8 miliar. Lonjakan ini menjadi bukti bahwa strategi bisnis yang dijalankan selama ini mulai membuahkan hasil.

2. Total Aset Meningkat 28,5 Persen

Total aset SeaBank mencapai Rp44,4 triliun di akhir 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi bisnis yang sehat dan pengelolaan aset yang efektif. Dengan aset yang terus bertambah, SeaBank semakin siap untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depannya.

3. Dana Pihak Ketiga Tembus Rp34,8 Triliun

Pihak Ketiga (DPK) SeaBank mencapai Rp34,8 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan nasabah terhadap bank ini terus meningkat. Dengan DPK yang besar, SeaBank memiliki likuiditas yang kuat untuk mendanai berbagai aktivitas bisnisnya.

4. Penyaluran Kredit Capai Rp32,1 Triliun

SeaBank juga mengalami peningkatan, mencapai Rp32,1 triliun. Meski jumlahnya besar, rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga di level 1,82 persen. Ini menunjukkan bahwa manajemen risiko kredit di SeaBank cukup baik.

5. Rasio Kecukupan Modal (CAR) Stabil di 23,3 Persen

Capital Adequacy Ratio (CAR) SeaBank berada di level 23,3 persen. Angka ini jauh di atas ambang batas minimum yang ditetapkan OJK, yaitu 8 persen. CAR yang tinggi menunjukkan bahwa SeaBank memiliki modal yang cukup kuat untuk menopang risiko dan mendukung pertumbuhan bisnis.

6. ROA dan ROE Terus Meningkat

Return on Assets (ROA) SeaBank mencapai 2,3 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) berada di level 11,5 persen. Kedua rasio ini menunjukkan bahwa SeaBank mampu menghasilkan keuntungan yang baik dari aset dan modal yang dimiliki.

Faktor Penyebab Kenaikan Laba SeaBank

Kenaikan laba SeaBank tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang turut mendukung pencapaian ini. Mulai dari strategi bisnis yang tepat hingga pengelolaan risiko yang baik.

1. Fokus pada Inovasi Layanan Digital

SeaBank terus mengembangkan layanan digital yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Dengan aplikasi yang mudah digunakan dan fitur-fitur yang inovatif, bank ini berhasil menarik lebih banyak pengguna.

2. Efisiensi Operasional

Efisiensi operasional juga menjadi kunci utama. SeaBank mampu mengurangi biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas layanan. Ini membuat margin keuntungan menjadi lebih besar.

3. Manajemen Risiko yang Baik

Risiko kredit dan operasional dikelola dengan baik. yang rendah dan CAR yang tinggi menunjukkan bahwa SeaBank memiliki sistem pengawasan yang ketat.

4. Dukungan dari Ekosistem Shopee

Sebagai bagian dari ekosistem Shopee, SeaBank mendapat dukungan penuh dari platform e-commerce terbesar di Indonesia. Hal ini membuka kolaborasi dan sinergi yang menguntungkan.

Strategi SeaBank ke Depan

Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menyatakan bahwa pencapaian di tahun 2025 akan menjadi momentum untuk terus berkembang. Fokus ke depan masih pada inovasi layanan digital yang relevan dan berorientasi pada kebutuhan nasabah.

1. Perluas Jangkauan Layanan

SeaBank berencana memperluas jangkauan layanannya, terutama di segmen UMKM dan individu. Dengan pendekatan digital, bank ini bisa menjangkau lebih banyak nasabah dengan biaya yang lebih efisien.

2. Tingkatkan Literasi Keuangan

Selain itu, SeaBank juga akan terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Program edukasi keuangan ini diharapkan bisa membantu lebih banyak orang mengelola keuangan dengan lebih baik.

3. Kembangkan Produk Baru

Pengembangan produk baru juga menjadi prioritas. SeaBank akan terus menciptakan finansial yang sesuai dengan kebutuhan dinamis nasabahnya.

Perbandingan Kinerja SeaBank 2022–2025

Berikut adalah perbandingan kinerja keuangan SeaBank dalam empat tahun terakhir:

Tahun Laba Bersih Total Aset DPK Penyaluran Kredit
2022 Rp269,2 miliar Rp28,5 triliun Rp22,1 triliun Rp20,4 triliun
2023 Rp241,4 miliar Rp31,2 triliun Rp24,3 triliun Rp22,7 triliun
2024 Rp378,8 miliar Rp34,6 triliun Rp28,9 triliun Rp26,8 triliun
2025 Rp678,4 miliar Rp44,4 triliun Rp34,8 triliun Rp32,1 triliun

Dari tabel di atas terlihat bahwa kenaikan laba bersih di tahun 2025 merupakan lonjakan tertinggi dalam empat tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa strategi yang dijalankan mulai membuahkan hasil yang nyata.

Disclaimer

Data yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari keuangan resmi SeaBank dan keterangan pers per 2 April 2026. Angka dan informasi bisa berubah sewaktu- tergantung pada kondisi makro ekonomi, regulasi, dan strategi perusahaan ke depannya. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi untuk informasi terkini.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.