PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) mengusulkan pembagian dividen tunai hingga Rp4,06 triliun dalam RUPST yang akan digelar April 2026. Angka itu setara dengan 60% dari laba bersih bank yang tercatat sebesar Rp6,77 triliun di tahun buku 2025. Sisanya, sekitar Rp2,71 triliun, akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan bisnis ke depan.
Rencana pembagian dividen ini menjadi salah satu sorotan utama dalam agenda RUPST mendatang. Pasalnya, jumlah yang diusulkan cukup besar dan menunjukkan kinerja keuangan bank yang solid sepanjang tahun lalu. Selain itu, CIMB Niaga juga menyatakan bahwa kewajiban cadangan wajib berdasarkan Pasal 70 UUPT telah terpenuhi, sehingga tidak ada alokasi laba untuk cadangan tambahan.
Rencana Dividen CIMB Niaga Tahun Buku 2025
Pembagian dividen menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para pemegang saham. Dengan laba bersih yang meningkat, CIMB Niaga menunjukkan konsistensinya dalam memberikan return kepada investor. Dalam rencana tersebut, dividen tunai final mencapai 60% dari laba bersih tahun 2025.
1. Besaran Dividen yang Diusulkan
CIMB Niaga mengusulkan dividen tunai maksimal sebesar Rp4,06 triliun. Jumlah ini merupakan 60% dari laba bersih bank yang tercatat sebesar Rp6,77 triliun. Alokasi ini menunjukkan komitmen manajemen dalam memberikan apresiasi kepada para pemegang saham.
2. Penggunaan Sisa Laba Bersih
Setelah dividen dibagikan, sisa laba bersih sekitar Rp2,71 triliun akan disimpan sebagai laba ditahan. Dana ini akan digunakan untuk mendukung operasional bank serta pengembangan bisnis ke depan, termasuk investasi teknologi dan ekspansi pasar.
3. Kepatuhan terhadap Aturan Cadangan Wajib
Berdasarkan Pasal 70 UUPT, setiap perseroan terbatas wajib menyisihkan minimal 20% dari modal ditempatkan dan disetor sebagai cadangan wajib. CIMB Niaga dengan modal sebesar Rp1,61 triliun telah memenuhi kewajiban ini, sehingga tidak perlu lagi menyisihkan laba bersih sebagai cadangan tambahan.
Agenda Utama RUPST CIMB Niaga April 2026
RUPST CIMB Niaga 2026 akan membahas sejumlah agenda penting selain pembagian dividen. Dari total 15 poin agenda, sebagian besar berkaitan dengan tata kelola perusahaan, termasuk pengangkatan kembali anggota dewan dan perubahan struktur organisasi.
1. Penetapan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2025
Salah satu agenda utama adalah penetapan penggunaan laba bersih tahun 2025. Dalam agenda ini, akan disetujui rencana pembagian dividen tunai serta alokasi laba ditahan yang akan digunakan untuk pengembangan bisnis.
2. Pengangkatan Kembali Anggota Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah
CIMB Niaga juga akan mengusulkan pengangkatan kembali sejumlah anggota Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah. Langkah ini penting untuk menjaga kontinuitas pengawasan dan tata kelola perusahaan yang baik.
3. Perubahan Susunan Dewan Pengawas Syariah dan Direksi
Perubahan dalam susunan dewan menjadi agenda penting lainnya. CIMB Niaga akan mengusulkan perubahan struktur organisasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan regulasi yang berlaku.
4. Penetapan Gaji, Honorarium, dan Tunjangan
Agenda lainnya mencakup penetapan besaran gaji, honorarium, dan tunjangan bagi anggota Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, serta jajaran Direksi. Hal ini mencerminkan komitmen bank dalam menjaga keseimbangan antara kinerja dan kompensasi.
Perbandingan Laba Bersih dan Alokasi Dividen CIMB Niaga
Berikut adalah rincian laba bersih CIMB Niaga tahun buku 2025 dan rencana alokasi dividen:
| Keterangan | Nilai (Rp) |
|---|---|
| Laba Bersih (Bank Only) | 6,77 triliun |
| Dividen Tunai (60% dari laba) | 4,06 triliun |
| Laba Ditahan | 2,71 triliun |
Kinerja Keuangan CIMB Niaga di Tahun 2025
Kinerja keuangan CIMB Niaga sepanjang tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang positif. Laba bersih yang meningkat menjadi dasar kuat bagi pembagian dividen yang besar. Selain itu, bank juga berhasil memenuhi seluruh kewajiban regulasi termasuk cadangan wajib.
1. Peningkatan Laba Bersih
Laba bersih CIMB Niaga mencapai Rp6,77 triliun, naik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga dan non-bunga serta efisiensi biaya operasional.
2. Efisiensi Biaya Operasional
Bank terus melakukan efisiensi biaya untuk meningkatkan profitabilitas. Upaya ini terlihat dari pengelolaan beban operasional yang lebih baik dan optimalisasi teknologi dalam layanan perbankan.
3. Pemenuhan Kewajiban Regulasi
CIMB Niaga telah memenuhi seluruh kewajiban regulasi termasuk penyisihan cadangan wajib. Hal ini menunjukkan bahwa bank menjalankan operasional dengan prinsip tata kelola yang baik.
Harapan dan Proyeksi Dividen ke Depan
Dengan kinerja yang solid di tahun 2025, CIMB Niaga berpotensi terus memberikan dividen yang menarik di masa depan. Investor pun semakin percaya bahwa bank ini mampu menjaga konsistensi dalam memberikan return yang kompetitif.
Namun, penting untuk diingat bahwa rencana dividen ini masih dalam tahap usulan dan akan disetujui dalam RUPST April 2026. Nilai dan persentase pembagian dividen bisa berubah tergantung hasil evaluasi akhir dan pertimbangan dewan direksi serta pemegang saham.
Disclaimer
Data dan informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada keputusan resmi RUPST CIMB Niaga April 2026. Pembagian dividen dan alokasi laba merupakan usulan awal dan belum bersifat final.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













